-Semua alur maupun tokoh yang ada di cerita ini, sama sekali tidak ada sangkut paut nya dengan kehidupan para cast di dunia nyata-
‼️BE A SMART READER‼️
[VOTE SEBELUM LANJUT]
🌑🌑🌑
"BANGSAT LO!"
Bugh
Brak
Dengan secepat kilat Marko membalikan posisi. Yang semulanya Gavin memukul telak ke wajah Aelin, kini posisi nya berubah saat Marko datang lalu memukul nya dengan secepat kilat tanpa membiarkan ia sedikit saja untuk menghindar.
Emosi Marko meluap-luap. Kemarahan nya mendidih di kepala. Rasanya ia begitu tak sabar menghabisi Gavin dengan tangan nya sendiri. Kemarahan nya kembali diuji begitu ia mendapati Aelin yang menangis diatas kasur dengan memar di pipi gadis itu dan rambut nya yang berantakan.
Pikiran Marko tak bisa jernih. Banyak hal buruk di pikiran Marko yang menimpa gadisnya itu, dan Marko berjanji tidak akan memberi ampun kepada sang pelaku yang masih kesakitan karena pukulan nya dan juga tubuh nya yang ambruk diatas meja kayu yang ada di kamar itu.
"LO APAIN CEWE GUA, ANJING?!" Marko tak memberi kesempatan Gavin untuk melawan.
Pukulan-pukulan tak ada jeda mampu membuat Gavin tak berdaya dibawah Marko.
"NGGA PERLU GUA ABISIN LO DI RING! MATI LO DISINI, ANJING!"
Srek
Dua teman Gavin datang begitu mendengar keributan dari arah kamar. Hal tak terduga datang begitu cepat. Dengan mudahnya Marko masuk ke dalam markas geng lawannya itu karena tak banyak anggota yang sedang singgah disini. Hanya ada Gavin, Aelin dan dua teman nya yang baru datang itu mungkin.
Bugh
Marko mendapat pukulan pertamanya kali ini yang diberikan oleh salah satu teman Gavin. Bukan nya takut atau menyerah, pukulan tersebut malah seperti minyak yang dituang di atas api, dan api di ibaratkan untuk amarah Marko yang meluap. Api yang berkobar akan tambah besar saat dituang minyak. Begitupula dengan kemarahan Marko.
Ia sempat menyeka darah di sudut bibirnya sebelum kembali membalas dan menghadapi pukulan-pukulan dari dua lawan nya. Dua lawan satu.
Tak jarang beberapa pukulan berhasil Marko dapatkan. Ia mendapat luka memar di beberapa sudut wajah nya.
"Wah anjing!"
Jerry, Dipta dan Liam datang. Perasaan nya tak enak begitu tak kunjung mendapati Marko keluar dari markas tersebut. Seharusnya jika hanya menghadapi Gavin, Marko akan keluar dengan cepat sambil membawa gadis kesayangan itu. Namun, kali ini tak cukup cepat. Jadi, mereka memutuskan untuk menyusul Marko kedalam.
"Lo bawa aja Aelin keluar. Biar mereka kita yang urus. Kasian cewe lo ketakutan."
Marko mengangguk. Ia langsung menggandeng Aelin yang masih bergetar ketakutan untuk keluar. Suhu dingin terasa di tangan Marko begitu tangan nya menggenggam tangan Aelin.
Marko menoleh ke arah Aelin begitu mereka keluar dari markas Gavin. Aelin tampak kacau dengan luka memar, mata sembab dan rambut acak-acakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
MARKO [On Going]
Fiksi Penggemar[FOLLOW SEBELUM BACA] Ini hanya tentang Marko dan obsesi gila nya pada gadis yang menjadi tawanan nya, Aelin. Entah apa yang ada dipikiran Marko hingga ia menginginkan Aelin yang notabene nya adalah kekasih dari sang musuh untuk menjadi hadiah dalam...
![MARKO [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/375793089-64-k789941.jpg)