9. Skorsing

991 47 2
                                        

-Semua alur maupun tokoh yang ada di cerita ini, sama sekali tidak ada sangkut paut nya dengan kehidupan para cast di dunia nyata-

‼️BE A SMART READER‼️

[VOTE SEBELUM LANJUT]

🌑🌑🌑

"PANGGILAN untuk Marko Noah Adriano dari kelas 12 MIPA 3 harap menuju ruang kepala sekolah." Panggilan dari pengeras suara itu membuat Marko yang tengah mengerjakan tugas dikelas menghentikan kegiatan nya.

"Lo ada masalah apaan, bos?" bisik Dipta di sebelahnya yang tengah bermain game di ponsel nya.

Marko mengedikan bahu acuh mendengar pertanyaan dari Dipta. Tangannya langsung melepas pena yang tadi ia genggam lalu ia berdiri.

"Palingan soal tadi," jawab Marko acuh sebelum izin ke guru mata pelajaran yang mengajar di kelasnya.

"Kita liat aja nanti gimana hasilnya. Gua yakin Marko dapet hukuman, tapi dia ngga bakal diem gitu aja." Dipta menoleh ke Jerry dan Liam yang duduk di meja belakang nya.

"Giliran gibah cepet lo, Abdul!" balas Jerry meledek Dipta.

"Yeu, diem lo, Pram! Dengerin juga kan lo?!" Dipta melempar pulpen yang berhasil mendarat sempurna di wajah tampan Jerry.

"Bangs–"

"Yang berisik di belakang itu, ikut Marko aja sana sekalian!" tegur guru yang mengajar mereka.

Terpaksa Jerry mengurungkan marahnya, "Awas lo Abdul!" geram Jerry kesal.

🌑🌑🌑

"Marko, coba jelaskan kejadian yang terjadi di kantin tadi. Mengapa bisa wajah Nesya sampai lebam seperti ini?" ujar Pak Anggara selaku Ayah dari Nesya yang merupakan kepala sekolah.

Marko menghela nafas kasar dengan acuh. Pundak nya malah ia senderkan di punggung kursi yang ia duduki.

"Tanya aja sendiri sama anak Bapak itu." Marko menunjuk Nesya yang duduk di seberangnya.

"Benar kamu berbuat kasar ke Nesya?" tanya Pak Anggara menatap menyelidik ke arah Marko.

Sekali lagi Marko hanya mengangguk acuh. Ia sudah bosan sekali disini. Rasanya ia ingin cepat-cepat mendengar vonis hukuman nya saja dibanding mendengar ceramah kepala sekolah nya itu.

"Tindakan kamu tidak bisa dibenarkan, Marko. Sekolah sangat tidak bisa mentoleransi bentuk bullying sedikit pun. Maka dari itu, kamu saya skors selama 3 hari."

Nesya tersenyum puas diam-diam. Siapa saja yang berani mengganggu nya harus mendapat hal yang membuat pelaku nya jera. Namun, sepertinya ia lupa siapa yang sedang ia hadapi.

"Oke. Tapi, jangan lupa hukum juga anak kesayangan Bapak itu. Dia yang lebih dulu membuli orang sebelum saya membuli dia," ucap Marko.

"Gue ngga ngapa-ngapain!" balas Nesya marah.

"Ngunciin orang di gudang termasuk ngga ngapa-ngapain?" balas Marko singkat.

"Apa–"

Marko melempar pelan flashdisk  berisi rekaman cctv dan juga rekaman suara saat Nesya memerintahkan Kiana untuk memancing Aelin menuju gudang. Rekaman di dalamnya juga terdapat Nesya yang menunggu Kiana menjalankan aksi nya tak jauh dari gudang berada.

MARKO [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang