-Semua alur maupun tokoh yang ada di cerita ini, sama sekali tidak ada sangkut paut nya dengan kehidupan para cast di dunia nyata-
‼️BE A SMART READER‼️
[VOTE SEBELUM LANJUT]
🌑🌑🌑
ASING. Itu adalah satu-satu nya kata yang cukup mampu untuk mewakili perasaan Aelin sekarang ini. Kaki gadis itu berpijak di bangunan bernuansa klasik yang cukup luas untuk di sebut 'rumah'. Aelin bahkan sempat dibuat tak berkutik untuk beberapa saat karena terlalu terpaku dengan pemandangan bangunan dihadapan nya yang sudah kelihatan besar dan mewah walaupun masih terhalang pagar tinggi.
Aelin boleh mengenal siapa yang mengisi rumah itu, namun perasaan asing tetap tak bisa ia hindari. Seperti ada tembok pembatas yang menghalangi hubungan nya dengan orang di dalamnya dan Aelin cukup paham mengapa hal itu terjadi sehingga ia merasa tak ada hak untuk menuntut kasih.
Setelah mengucap terima kasih pada supir taksi online yang mengantar nya kesini, kaki nya perlahan mendekat ke pagar hitam yang menjulang dihadapan nya. Supir taksi online tadi adalah supir yang Mama nya pesan untuk menjemput dirinya kesini. Sebenarnya ia berharap bahwa Mama Papa nya sendiri yang akan menjemput nya karena ia kembali atas permintaan mereka, namun di minta pulang pun ia sudah lebih dari bersyukur.
Marko tak kelihatan lagi sejak malam dimana laki-laki itu marah karena mendapati barang-barang Aelin yang sudah rapi di kemas. Perasaan bersalah menyelimuti Aelin seketika. Tangan nya langsung merogoh saku untuk mencari benda komunikasi pipih miliknya.
Pesan-pesan yang ia kirimkan untuk laki-laki itu hanya dibaca tanpa mendapat balasan dari sang penerima. Aelin menghembuskan nafas nya pelan sebelum meng-klik tanda telepon.
1 detik..
2 detik..
3 detik..
Hingga beberapa detik-detik berikutnya, hanya suara operator yang menjadi balasan nya. Tangan nya langsung lincah mengetik untaian pesan yang akan dikirim kepada laki-laki itu.
Marko 😈
ko, aku udah sampe
kalo udah ngga sibuk, tolong balas chat aku.
maafin keputusan aku yang buat kamu marah ya ❤️
Aelin kembali memasukan ponsel milik nya ke saku. Tangan nya bergerak untuk memencet bel di samping pagar. Menunggu beberapa saat hingga pagar hitam itu di buka oleh satpam yang bertugas di rumah itu.
"Mbak Aelin ya? Saya Udin, panggil aja Mang Udin. Saya satpam disini. Mari Mbak masuk, udah ditunggu Bapak sama Ibu di dalam."
Aelin tersenyum ramah menyauti kalimat penyambut itu, "Iya, Mang. Makasi ya." Kaki nya melangkah mengikuti langkah pria dewasa itu.
Kemegahan bangunan tersebut semakin terlihat saat dirinya semakin masuk. Satpam tadi mengetuk pintu utama beberapa kali hingga seorang perempuan paruh baya membukakan nya.
Bi Asih. Aelin hapal betul orang yang telah merawatnya selama bertahun-tahun saat kedua orang tua nya tak mau menerima keberadaan nya. Jangankan untuk mengasihi nya, di anggap ada saja tidak. Maka dari itu hanya Bi Asih yang Aelin punya sejak dulu dan Aelin benar-benar merindukannya sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
MARKO [On Going]
Fiksi Penggemar[FOLLOW SEBELUM BACA] Ini hanya tentang Marko dan obsesi gila nya pada gadis yang menjadi tawanan nya, Aelin. Entah apa yang ada dipikiran Marko hingga ia menginginkan Aelin yang notabene nya adalah kekasih dari sang musuh untuk menjadi hadiah dalam...
![MARKO [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/375793089-64-k789941.jpg)