56

431 27 0
                                        

Dua minggu telah berlalu,
Ruang rawat itu tengah ramai dengan kesibukan masing-masing akan kepulangan Alva, selesai dengan semuanya mereka melangkah meninggalkan kamar kedua anak itu, Alva sungguh sudah sangat bosan berada di tempat serba putih itu, bikin sakit mata saja.

"Nanti coba lihat di bagasi deh, bunda punya kejutan buat kamu." Ujar Sania melirik putranya itu lewat kaca, Alva di belakang bersama Rere, dan kursi sampingnya ada sang mama, mereka sedang perjalanan pulang.

"Kejutan apa?" Tanya anak itu,

"Nanti lihat sendiri." Ujar Sania tersenyum, Ayu juga ikut tersenyum membayangkan ekspresi cucunya nanti.

Alva mendelik menatap bundanya, main rahasia-rahasiaan, "Apaan sih, kak?" Tanya anak itu menoleh menatap Rere

"Udah... Nanti lihat aja sendiri." Alva masih berpikir, "Mentai?" Tebak anak itu

"Nggak boleh makan mentaiko dulu!" Sahut bundanya telak, anak itu manyun, padahal dia udah ngidam mentai.

Mobil putih audi itu akhirnya sampai di depan pekarangan rumah Alva, anak itu segera berjalan cepat ke bagasi ingin tau kejutan apa yg di maksud tiga wanita itu.

"Waaahhhh....." Ujar Alva takjub, matanya berbinar menatap Kawasaki Ninja ZX-25R yg terparkir rapi tepat di sebelah sepeda motornya.

"Suka, nggak?" Tanya Sania yg berdiri di belakang, Alva menoleh ke belakang, "Buat aku?" Tanya nya memastikan,

Sania menggeleng, "Bukan, buat tukang bakso yg biasa lewat di depan." Ujar Sania tanpa minat, anak itu bereaksi 'oh'.

"Ya, buat kamu lah! Ngapain bunda beliin tukang bakso sepeda motor."

Senyum anak itu terbit lagi, kali ini lebih sumringah. Langkahnya maju mendekati bundanya, memeluk sang bunda, ini kejutan untuknya? Sangat di luar ekspektasi.

"Emang bunda yg paling the best di dunia ini, tiada tanding!" Ujar anak itu sok iye, "Makasih, bunda. Makasih banget!" Ujarnya lagi komplit dengan ciuman di pipi, dan memeluknya erat lagi, "Makasih banget!" Ujarnya kesikian kali menahan haru,

"Sama-sama, sayang. Suka nggak, sama motor barunya?" Tanya Sania lagi, pertanyaannya tadi belum di jawab,

"Suka banget! Kirain bunda mau ngado siapa gitu." Ujarnya masih tidak percaya,

"Masa bunda kasih kado anak orang sepeda motor sih, Alva. Mending buat anak bunda sendiri lah!"

"Bunda tau kamu pengen ganti motor, kan? Sekarang lagi pengen apa, sayang? Apapun itu yg kamu mau, bunda bakal usahain."

"Bunda rujuk sama ayah..." Batinnya berbicara, ia ingin keluarganya lengkap, cemara!

Alva tersenyum haru, sumpah, bukannya meminta yg aneh-aneh, anak itu malah menggeleng, "Jangan, nanti tabungan bunda habis."

"Masih ada, emang lagi pengen apasih? Rolex?" Tanya Sania, anak itu menggeleng,

"Sepatu Reebok, Adidas?" Alva menggeleng lagi, alah, sekarang dia tidak butuh sepatu bagus seperti itu lagi, dirinya tidak mungkin di izinkan kembali ke dunia olahraga nya.

"Hp baru? Ipad, PC?" Tanya Sania masih menebak, Ayu hanya tertawa ringan di tempatnya, apapun itu, semahal apapun itu kalau untuk Alva, pasti Sania berikan.

SurendersTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang