Alva terbangun dengan kepala yg begitu berat, tenggorokan yg kering, serak, dan sakit. Dadanya terasa tidak nyaman, ada rasa seperti "aneh", intinya ia tidak pernah merasakan sensasi ini di tubuhnya, tangannya dengan reflek hendak menyentuh area dadanya yg terasa tidak nyaman, tapi langsung di tepis oleh bundanya.
"Hey ... Jangan, sayang!"
Alva masih dengan nyerngitan matanya, dan nyawa yg belum terkumpul sempurna memandang linglung bundanya,
"Sakit?" Tanya Sania, anak itu menggeleng pelan, "Rasanya, aneh ..." Jawab anak itu yg membuat Sania bingung,
"Aneh gimana? Bunda panggilin Dokter Rama ya?" Ujar Sania yg tentu saja takut anak itu bilang aneh, aneh seperti apa yg Alva maksud?
Alva menggeleng, anak itu malah mengangkat kepalanya sekedar melihat badannya di apakan saja oleh para dokter itu, tapi tulang bagian bawah ketiaknya malah terasa nyeri, sakit, seperti tertusuk dari dalam saat anak itu mengangkat kepalanya yg membuatnya meringis, "Aakhs .."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Heeyy!! ...." Suara bundanya lebih keras dengan tangan yg menyuruhnya kembali tiduran dengan tenang, "Kamu jangan banyak gerak dulu .. Baru selesai operasi jangan banyak tingkah dulu!" Ujar Sania menceramahi sekaligus tangannya memencet tombol di atas ranjang Alva untuk memanggil Dokter.
Alva melihat ada selang yg menjuntai kebawah, ini pasti menembus ke dalam dadanya, "Ini buat ngeluarin cairan pasca operasi, atau darah kotor yg menyumbat di dada kamu, kenapa? Sakit, sayang?" Tanya Sania
"Badan aku rasanya ga enak banget, bunda." Adu anak itu, "Rasanya aneh." Lanjutnya
"Aneh gimana sih, nak? Nggak sakit kan?" Alva menggeleng, sedangkan Sania tidak mengerti aneh yg di maksud anaknya itu seperti apa,
"Bunda, haus." Sania dengan sigap mengambil air putih di nakas sebelah ranjang Alva, Sania melepas masker oksigen Alva terlebih dulu, dan membantunya minum air dengan sedotan.
Tenggorokan Alva rasanya sangat-sangat kering, bahkan ketika air itu mengalir di tenggorokannya pun rasanya sakit.
Dokter Rama membuka pelan pintu kamar rawat Alva bersama seorang suster, Laki-laki jakung setengah abad itu tersenyum melihat Alva yg sudah sadar walau agak linglung dengan keadaan, mungkin efek bius masih tersisa sedikit padanya.
"Gak papa, ini hanya sementara, kalo lukanya udah bener-bener kering, rasa tidak nyaman itu akan hilang perlahan-lahan." Ujar Dokter Rama
"Gimana keadaan Alva, Dokter? Apa ada peningkatan?" Tanya Sania
"Keadaannya semakin baik, tapi tetap jaga tubuhnya agar semakin sehat, dan jangan di buat stress. Jangan di buat kelelahan juga, apalagi angkat-angkat berat,"