Pukul lima sore lebih dua menit, Abram tak sengaja melihat snapgram milik Tama yang menayangkan sebuah foto dengan bertuliskan 'wts 4 tiket bioskop buat nonton sama pacar guys' Lalu di slide selanjutnya ia menulis 'yang berminat bisa hubungi temen gua lewat ig @.asskar___ ya'
Butuh beberapa detik bagi Abram untuk memfokuskan pandangannya ke layar ponselnya.
Berpikir sejenak sebelum merespon status milik Tama dengan cekatan.
@.abbram.keff : film apaan itu
@.ttamaldixz_ : kelomang sob, berminat kah?
@.ttamaldixz_ : siapa tau lu mau nonton sm pacar lu wkwk
@.abbram.keff : boleh bagi nomernya?
@.ttamaldixz_ : lu mau borong?
@.ttamaldixz_ : kalo borong gua kasih awkwwk
@.abbram.keff : iya
Bagai tersadar dari apa yang baru saja ia lakukan, Abram mengusak rambutnya ke belakang dengan gusar.
Ganteng, tapi sayang Askar ngga ngeliat.
"Tiket nonton banyak-banyak bakal apaan cok"
Setengah kepikiran, sisanya bodo amat. Karena tujuan dia beli cuma untuk dapat nomornya Askar aja.
Tiketnya buat apa dan dikasih siapa, itu urusan belakangan.
Ting!
@.ttamaldixz_ : woke!
@.ttamaldixz_ : 08**********
@.abbram.keff : thanks
***
"Jadi 500 ribu," Askar buka suara ketika sampai didepan pagar rumahnya, bersender pada pagar sambil melipat tangannya didada. Ketika Abram menatapnya sambil terdiam, Askar mengadahkan salah satu tangannya ke arah cowo itu. "Mana?"
Beberapa menit yang lalu, Abram memberi chat bahwa ia sudah sampai didepan rumah Askar.
Askar engga perlu bertanya lagi kayanya perihal 'bagaimana Abram bisa tahu letak rumahnya' lantaran kejadian beberapa hari yang lalu sudah menjawab semuanya.
Alias, kakaknya kan tinggal disamping rumahnya.
Satu-satunya hal yang mau Askar tanyain itu, buat apa Abram beli tiket bioskop banyak-banyak?
Tapi urung, soalnya menurut Askar dia jadi kaya orang yang kepo banget.
Lagian itu juga bukan urusan dia sama sekali.
"Naiknya 5x lipat?" jawab Abram, belum turun dari motornya.
Askar mengangguk meyakinan ketika Abram menaikkan alisnya meminta jawaban. Lalu dengan perlahan ia berjalan mendekat ke arah Abram dan motornya.
"Gue turunin jadi 490 deh,"
"...."
"Mau nggak?"
"...."
"Kalo engga juga gapapa, banyak kok yang mau,"
KAMU SEDANG MEMBACA
Stranger Chat
Ficção Adolescente[BL STORY] Tentang Adenandra yang gabut dan iseng ngetik nomor asal lewat WhatsApp dan ngechat random yang berujung sambat karena nomor itu ngga pernah ngebales pesannya satupun padahal ceklis dua. WARNING: Mengandung kata-kata kasar.
