"Sumpah, gua udah lama banget gak nongkrong di wb anjing," keluh kesah Tama ketika mereka sedang istirahat pertama.
Aden bersama Askar yang sedang makan bubur langsung saling tatap. Gak lama Askar mendecak. "Alay banget dah kaya anak perawan,"
"Kan emang masih perawan,"
"Jangan bikin mood makan gua hilang deh," tegur Aden, menendang kaki Tama dibawah.
Tama terkekeh, sebelum membolak balikkan kartu poker ditangannya. "Jujur kangen kopinya, gua rasa kita udah engga pernah kesana sejak sebulan lalu. Teh Neneng apa kabar ya?"
"Yaudah nanti balik kesana," usul Kaisar, yang baru dateng dengan ketoprak ditanganya. Duduk diantara Askar dan Tama.
"Ayo lah, masa gue doang,"
"Gua mager banget jujur, pengen tidur," bales Aden.
"Tidur apa ditidurin,"
"Kontol,"
"Lagi lu ama temen pada gitu amat si, ga bff banget. Temen bukan lu,"
"Temen apa demen,"
"Najis anjing demen sama lu mah,"
"Gua juga sih," Aden menyeruput es teh nya. "Tapi sumpah gua lagi ngantuk banget, besok gua ikut dah,"
"Eh ngantuk mulu kan ciri-ciri orang hamil," asbun Tama
Aden makin murka. "Ngomong sekali lagi anjing,"
"Tuh, nambah lagi ciri-cirinya: suka marah-marah," Tama melanjutkan. "Gua bilangin Langgar ah,"
Aden mau meladeni, tapi takut isi perutnya keluar. Dia baru banget selesai makan, masa harus dimuntahin ke depan muka Tama? sayang banget
"Solo aja sih Tam, kan elu yang kangen sama Teh Neneng," Kaisar menambahkan.
"Lagi tolol banget kangen sama janda anjing," Askar ikut-ikutan
"Daripada sama suami orang anjing," bela Tama, masih kekeuh. "Lu semua emang gak sadar apa, yang selama ini bikinin kita kopi yang rasanya seperti mahakarya itu adalah beliau? Gua mah berusaha menghormati beliau aja karena udah membuat gue merasakan mahakaryanya,"
"Alay banget bahasa lu kontol," tunding Askar, melirik Tama dengan wajah mual. "Lu lonely ya?"
"Bahasa lu juga alay ngentot, lonla lonli, anti begitu begituan gua mah,"
"Lah terus, ngebet bgt ngajak nongkrong,"
"Gua gak bisa dulu, mau belajar sama Yasa." Kaisar bersuara. "Besok bisa,"
"Gausah belajar dah kalo kata gua," Tama tetap pada pendiriannya. "Nanti ge pas lulus lu ngarit di kebon,"
"Sembarangan anjing," Kaisar kesel juga, bung. "Besok dia ada ulangan harian soalnya,"
"Eh suruh fotoin kek bagi ke gua,"
"Beda guru kontol," Aden ikut kesal
"Eh iya juga ya,"
"Lu ajak cowo lu aja sih, biar menikmati mahakarya Teh Neneng bareng cowo lu itu," ide Askar
"Cowok cantik gw sedang sakit hari ini boy, sedih gw,"
"Ngapa kaga lu jenguk," Aden
"Iya juga ya,"
"Tolol,"
***
"Jadinya beneran gak ada yang mau ikut gua nongkrong nih?" Tama bertanya sekali lagi ketika mereka berempat sedang berjalan ke arah parkiran.
KAMU SEDANG MEMBACA
Stranger Chat
Roman pour Adolescents[BL STORY] Tentang Adenandra yang gabut dan iseng ngetik nomor asal lewat WhatsApp dan ngechat random yang berujung sambat karena nomor itu ngga pernah ngebales pesannya satupun padahal ceklis dua. WARNING: Mengandung kata-kata kasar.
