17.

2.6K 266 62
                                        

"Lu ngerti cara nuker tiketnya, Tam?" pertanyaan Kaisar lontarkan ke Tama yang lagi duduk sambil main kartu sama Askar dipojok kelas.

Kaisar mengantongi ponselnya, terus ngomong lagi. "Gue searching gulu-gulu ga nemu caranya," ungkap Kaisar, khawatir. Pasalnya, Yasa sudah excited banget mau nonton ramean gini, dia berasa punya sirkel gitu loh.

"Tuker ke mba mba tiketnya aja ga si," sambar Aden

Askar mengigit kartu pokernya sebelum ikut menjawab. "Liat yutsup lah, ada internet kok norak amat lu semua,"

Aden buru-buru search. "Ga ada juga," katanya

"Eh anjing masa gua ditipu sih, kan ga mungkin," Tama akhirnya bersuara setelah temen-temennya ngomong gitu. Kan dia ikut panik juga cuy, udah ngajak gebetan pula. Kalau ga jadi kan malu.

"Kontol....." Askar ikut panik, soalnya duit hasil jual tiket udah kepake bakal depo

Boong

Uangnya udah dia pake buat beli makanan kucing

Masa dituker lagi? Mau taruh dimana wajah dia? Mana mba-mba petshop nya cantik, kan tengsin kalo balik lagi

"Kalo ketipu ya beli masing-masing berarti," putus Kaisar, terkekeh.

"Nanti gua iniin pas balik sekolah, sekalian survey, anjay," kata Tama pada akhirnya

"Alay banget anjing survay survey, mau beli rumah lu?" komentar Aden

"Daripada lusa kita kesono malah zonk, makin malu anjing," Tama membela dirinya sendiri

"Lu aja sih yang malu, gue mah engga," kata Aden songong

Kalau aja Tama gak ditahan sama Askar, pantat Aden kayanya bakalan biru-biru karena ditendang Tama.

"Bayangin kita udah dateng bersepuluh terus pas nyampe sana malah kena tipu, malunya to the bone kocak,"

Kok ya rame banget

"Bersepuluh, siapa aja?" Askar mengajukan pertanyaan, pasalnya, mereka hanya ber8 bukannya? 2 nya siapa lagi?

( By the way, Askar maupun Abram sudah mengiyakan untuk ikut menonton karena bujukan Tama.

Thank me later -Tama )

"Oh iya gua lupa ngasih tau," Tama tiba-tiba menatap mereka semua satu persatu. "Temennya Abram ngikut bareng, gapapa?" tanyanya

Kaisar yang paling dulu menjawab setelah mengangguk. "Gue sih oke oke aja," katanya

Aden bertanya lagi. "Anak sekolah kita?"

Tama mengangguk-angguk.

"Hah? Siapa anjing?"

"Jordan,"

***

Jam pulang sekolah, sisa Aden sama Askar yang lagi nunggu jemputan.

Tama udah lebih dulu ngegas motornya ke studio tempat mereka akan menonton bioskop nanti, berniat hati mengecek tiket. Kaisar awalnya sempat menawarkan untuk menemani, tapi Tama justru nolak dan bilang kalau dia sudah ada partner.

Akhirnya, Kaisar jemput Yasa di gedung sebelah dan pulang bareng seperti biasa.

Kalau Aden sih, nunggu Langgar, soalnya dia engga baw motor hari ini. Kalau Askar sendiri memang di antar jemput oleh supirnya.

Keduanya duduk dipinggir parkiran, dekat dengan gerbang sekolah.

Askar lagi mengikat tali sepatunya yang kendur ketika Aden bertanya dengan tiba-tiba. "Abram beneran ikut nonton, Kar?"

Stranger ChatTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang