SEASON II : 13

847 28 3
                                        

Selamat membaca









Begitu mobilnya sampai, ia langsung menggendong Luke dan membawanya masuk ke dalam mobil. Mereka melaju ke rumah nya. Sesampainya di sana, Naren terkejut karena kedatangan Kenrick yang tiba tiba dengan Luke yang ada di gendongannya.

Jangan lupa feromone Luke yang sudah meledak dimana mana. Kenrick langsung naik ke kamarnya dan mengunci pintunya. Tentu Naren masih terkejut dan sedikit khawatir, karena Kenrick tidak mengabari apapun padanya.

Ia menurunkan Luke perlahan di ranjang, lalu menyingkirkan sepatu dan almamater yang membungkus tubuhnya. Feromon Luke semakin kuat, memenuhi udara di kamar itu manis, hangat, dan menusuk, membuat Kenrick harus memejamkan mata sejenak untuk menahan instingnya.

“Ken… s-sakit… panas…,” rengek Luke lagi sambil menggeliat, mencari posisi yang nyaman tapi justru semakin menambah tekanan pada Kenrick.

Kenrick duduk di tepi ranjang, mengusap pelipis Luke dengan jemari besarnya, suaranya lembut namun penuh kendali, “Tenang… aku di sini. Tarik napas pelan.”

Luke memejamkan mata, tapi tubuhnya justru semakin bergetar. Feromon heat-nya berpadu dengan feromon alpha Kenrick yang mencoba menenangkan, menciptakan hawa pekat yang membuat keduanya sulit bernapas normal.

Ia pun membawa Luke kedalam pelukannya. Kenrick mengatur napasnya perlahan, menatap wajah Luke yang memerah dengan keringat membasahi pelipisnya. Tubuh itu terasa panas sekali di pelukannya, sampai-sampai ia bisa merasakan degup jantung Luke beradu dengan dadanya.

“Ken… panas…,” suara Luke parau, napasnya tersengal. Jemari kecilnya mencengkeram baju Kenrick erat-erat, seolah kalau dilepaskan, dunia akan runtuh.

“Aku tahu,” balas Kenrick pelan, nada suaranya berat tapi penuh kelembutan. “Tahan sedikit lagi. Aku nggak mau kamu nyesel nanti.”

Luke menggeleng lemah, tubuhnya bergeser mendekat, seperti mencari perlindungan sekaligus sumber ketenangan. Namun, setiap gerakan justru membuat Kenrick harus mengencangkan rahangnya. Bau feromon Luke menusuk hidungnya. Campuran manis dan hangat yang begitu memabukkan.

"Hahhh sialan, aku gak tahan lagi" batin Kenrick

Kenrick langsung menarik dagu Luke dan ia cium bibirnya. Tak lupa juga ia melumatnya. Luke juga membalas lumatan itu, ia juga mengalungkan tangannya pada leher Kenrick untuk memperdalam ciuman mereka.

Lalu ia baringkan lagi tubuh Luke yang tanpa busana sama sekali. Lalu ia pun melepaskan lumatan itu dan mulai melepas seragam nya satu persatu hingga terlepas seluruhnya.

Setelah lepas, ia mengukung Luke dibawahnya. Dengan nafas yang berat dan insting alpha nya yang semakin menggila karena feromone Luke, ia menatap netra Luke dalam dalam.

"Mau di dalam atau di luar hm?"

"Di dalam" jawabnya

Kenrick pun tersenyum, ia lalu mengecup singkat bibir Luke dan ia elus bibir tersebut.

"Nanti kamu bisa hamil sayang" ujarnya

Kenrick meraba raba loker di nakas dekat kasurnya, dan terdapat sebuah obat yang masih terbungkus rapi. Bahkan itu belum ada yang meminumnya.

"Minum ini dulu" ujar Kenrick. Luke menurut saja

"Itu obat anti hamil, aku siapin buat jaga jaga kalo sewaktu waktu kamu kejadian kayak gini" ujarnya

Setelah meminum obat itu, Luke kembali berbaring di dalam kukungan Kenrick. Kenrick pun melancarkan aksinya. Ia elus lubang Luke yang sudah basah dengan cairannya sendiri.

It's Mine | ABOCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang