SEASON II : 15

762 29 1
                                        

Selamat membaca





Sesampainya Logan dan Melvin di kamar mereka, keduanya langsung membersihkan diri. Usai mandi, Logan hanya mengenakan kaos tipis dan celana panjang santai, sementara Melvin memakai piyama lembut berwarna biru muda. Mereka duduk bersebelahan di atas kasur king size, tangan mereka saling menggenggam erat.

Melvin bersandar pada bahu Logan, terasa degup jantung sang alpha yang stabil dan menenangkan. “Aku masih nggak percaya, kak… semua ini nyata,” ucap Melvin pelan.

Logan tersenyum kecil, tangannya mengusap rambut Melvin lembut. “Nyata, sayang. Lihat cincin itu, itu tanda kamu milikku, seutuhnya. Dan aku juga milikmu.”

Melvin menatap cincin di jarinya, lalu kembali menatap wajah Logan. Tatapan itu penuh rasa sayang sekaligus kagum. Perlahan, ia memeluk Logan dari samping, menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik sang alpha. “Aku beruntung banget bisa ketemu kamu…”

Logan mengangkat dagu Melvin dengan ujung jarinya, menatap langsung ke dalam mata kekasihnya. “Bukan kamu yang beruntung. Aku yang beruntung, Melv. Kamu bikin aku punya alasan buat pulang, buat terus hidup, buat jadi orang yang lebih baik.”

Tanpa banyak kata lagi, Logan mengecup bibir Melvin lembut. Awalnya hanya sekilas, namun Melvin membalas dengan menutup mata, membiarkan perasaan hangat itu membungkus seluruh tubuhnya. Kecupan mereka berubah menjadi dalam, mesra, dan penuh kerinduan yang seakan terbalaskan.

Keduanya semakin terbawa suasana. Logan menidurkan tubuh Melvin dengan perlahan dan mengukungnya di bawah tubuhnya. Ia melepas satu persatu kancing piyama milik Melvin dan membukanya menampilkan tubuh putih bersih dengan perut yang sedikit berotot.

Ciuman keduanya terlepas. Melvin sedikit terengah engah dengan wajah yang memerah. Logan menurunkan wajahnya dan mengecup setiap inci tubuh Melvin. Dari leher hingga ke dada nya.

"Anghhh ahhhhh"

Satu desahan lolos dari mulut Melvin yang membangkitkan gairah keduanya. Feromone Melvin juga tanpa ia sadar keluar untuk menuntun Logan berbuat lebih padanya. Logan yang mencium feromone itu tentu tergoda. Karena sangat manis. Ia menatap Melvin dan mendekatkan dahinya.

"Kak, lebih nghhh"

"Sabar sayang, feromone mu, manis" ujar Logan dengan senyuman nya. Ia menghirup dalam dalam feromone Melvin dan mulai tergoda akan nya.

"Aku bakal jadiin kamu milikku seutuhnya malam ini Melvin"

Melvin menganggukkan kepalanya saja. Ia pun semakin mengeluarkan feromone nya. Logan yang tidak ingin hanya dia yang menikmati nya, ia pun mengeluarkan feromone nya juga.

Setelah itu ia langsung melepas seluruh pakaian yang mereka kenakan dan membuangnya ke sembarang tempat. Ia lalu mengangkat paha Melvin dan mengelus lubang nya yang sudah basah.

"Ahhhh nghhh kak"

"Kenapa hm?"

"Nghhh masukin ahhhh"

Logan pun tersenyum. Ia lalu bangkit dan mengarahkan penis nya ke mulut Melvin. Dan Melvin langsung melahap penis itu dan menghisapnya layaknya permen.

Logan langsung merasakan kenikmatan yang tiada tara karena ini pertama kalinya ia melakukan oral seks selama hidupnya. Ia meraih kepala Melvin dan menggerakkannya dengan cepat. Bahkan penisnya ia masukan sedalam dalam nya dan langsung ia keluarkan.

"Uhuk uhuk akhh"

"Maaf sayang, sakit?" tanya Logan yang langsung merasa bersalah

Melvin hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Setelah itu Logan langsung mengarahkan penisnya ke lubanh Melvin yang sudah becek.

It's Mine | ABOCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang