Selamat membaca
"Ahhhh ahhh nghhh Ken" desah Luke
Kenrick menggerakan penis nya di dalam lubang Luke dengan sedikit cepat. Membuat sang empu kenikmatan. Ditambah dengan dasi yang melekat di matanya membuat Kenrick sedikit bersemangat karena mencoba hal baru.
Kini jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi. Luke sudah tak bisa lagi mengeluarkan tampungannya. Sedangkan Kenrick, ia baru keluar sebanyak 3 kali di dalam lubang Luke.
Ia terus menggerakkan pinggulnya. Sesekali ia hentakan membuat tubuh Luke bergetar hebat karena kenikmatan. Bahkan saking nikmatnya, Luke klimaks kering karena spermanya yang tak bisa keluar lagi.
"Ahhh sayang, kamu nikmat nghhh"
"Ahhhh Ken nghhh k-keluar ahhhhh"
Tubuh Luke bergetar hebat dan lubangnya semakin mengetat membuat Kenrick yang sedang menahan tampungannya tak kuat lagi. Ia langsung menggerakkan cepat pinggulnya dan mengeluarkan tampungannya.
"Ahhhhh nghhh nghhhh" desah Kenrick ketika ia berhasil keluar ke 4 kali nya
Setelah itu ia lepaskan dasi yang ada di mata Luke. Terlihat sayu dan lelah di matanya. Kenrick langsung memposisikan Luke untuk tidur dan mengeluarkan penisnya agar Luke nyaman.
Luke membuka matanya ketika cahaya mentari pagi masuk ke kamarnya. Ia melirik ke samping dimana sang Alpha yang masih tertidur sembari memeluknya tanpa busana apapun. Ia tersenyum ketika mengingat kegiatan semalam.
Luke mengelus rahang Kenrick yang tegas dan mencium bibirnya membuat sang empu terusik dan membuka sedikit matanya. Kenrick lalu menarik Luke dan mendekapnya di dalam pelukan hangat tanpa pakaian itu.
"Pagi Ken" ujar Luke
"Pagi juga sayang" jawabnya dengan suara serak khas bangun tidur
Kenrick melonggarkan pelukannya dan mencium bibir Luke berkali kali dengan senyuman. Luke hanya bisa tertawa kecil dan tersenyum. Setelah itu Kenrick menurunkan badannya dan memeluk Luke dengan sangat erat.
"Masih ngantuk sayang" ujar Kenrick
"Ini hari libur Ken, tidur aja gapapa" ujar Luke sembari mengelus rambut Kenrick
Kenrick mengangguk, dan setelahnya ia kembali ke alam mimpinya. Luke tersenyum melihatnya, ia lalu mengambil handphone milik Kenrick dan memainkan handphone nya. Ia melihat galeri milik sang Alpha yang lebih banyak foto dirinya dibanding foto Kenrick.
Ia tersenyum menahan salting, lalu ia diam diam mengambil foto Kenrick yang masih tertidur di dalam pelukannya tanpa busana sama sekali. Ia tersenyum melihat wajah polos Kenrick ketika tidur pulas.
Ia lalu meletakkan kembali handphone nya di atas nakas. Lalu dengan perlahan ia melepaskan dirinya dari pelukan Kenrick. Meskipun sedikit sakit di bagian bawahnya akibat kegiatan semalam, ia masih bisa untuk berjalan turun ke dapur.
Ia mengambil pakaian kebesaran milik Kenrick dan turun ke dapur. Sesampainya di dapur, ia memasak sarapan sederhana saja, roti panggang dengan telur mata sapi, sayur sayuran dan buah-buahan yang ada di kulkas. Ia juga membuatkan susu untuk mereka berdua.
Saat sedang memasak, ia dikejutkan dengan tangan yang melingkar di pinggangnya. Kepalanya juga langsung mengendus leher Luke, tempat feromone nya keluar meskipun hanya sedikit.
"Tadi katanya masih ngantuk hm?"
"Gaada yang meluk aku, gabisa tidur" ujar Kenrick manja
Luke memutar badannya dan menangkup wajah Ken yang sayu dan terlihat masih mengantuk. Kenrick juga hanya mengenakan boxer saja. Ia mencium bibir Kenrick dan mengeliarkan feromone nya yang manis.
