Selamat membaca
Matahari mulai bangun dari tidurnya, menyinari kamar dua manusia yang sedang tidur dalam pelukan sang alpha, Kenrick. Sang omega, Luke yang merasa terganggu dengan sinarnya pun bergerak tak nyaman di dalam pelukan Kenrick.
"Nghh mnhhh silau"
Kenrick pun terbangun karena gerakan Luke. Ia pun berpindah untuk menghalangi sinar matahari dengan tubuhnya.
"Good morning babe" ujar Kenrick dengan suara serak dan beratnya
"Morning" jawab Luke dengan mata terpejamnya
Kenrick tersenyum lalu mengecup bibir Luke sekilas. Ia lalu mengusap punggung sang omega. Setelah nya ia bangkit dan berjalan menuju kamar mandi. Terdengar suara gemericik air di dalam.
Tak butuh waktu lama, sekitar 15 menit di dalam, Kenrick pun keluar dengan celana pendek dan kaos tanpa lengan. Ia berjalan ke kasur lagi dan duduk di sebelah Luke.
"Bangun sayang"
"Nghhh nanti" ujar Luke sembari menggeliat oelan dan alhasil memeluk pinggang Kenrick
Kenrick tersenyum tipis dan memgambil handphone nya untuk dimainkan. Disisi lain, Melvin dan Logan saat ini sudah berada di meja makan untuk sarapan bersama. Ya, Logan datang ke rumah karena mereka akan berkencan hari ini.
"Udah?" tanya Logan
"Ung udah"
Mereka pun beranjak dari kursi dan berjalan menuju mobil Logan yang sudah terparkir. Mereka masuk dan berjalan menuju taman. Sesampainya di sana, Logan langsung membuka tikar dan duduk bersama Melvin di atasnya.
"Bawa jajanan?" tanya Melvin
"Bawa sayang, bentar ya" ujar Logan
Logan beranjak dari sana dan menuju ke mobilnya untuk mengambil jajanan dari mobilnya. Disisi lain, Melvin menunggu Logan dengan memainkan handphone nya.
Dan tiba tiba, banyak anak kecil yang berlari ke arahnya sembari membawa bunga mawar merah satu per satu. Melvin tentu kaget sekaligus senang.
"Terimakasih"
Anak anak itu hanya tersenyum dan langsung kabur. Dan Melvin di buat terkejut lagi ketika Logan yang baru saja datang, tiba tiba berlutut dan membuka sebuah kotak yang berisi cincin.
"Aku tau ini terlalu cepat, tapi aku ingin membuat mu seutuhnya menjadi milikku Melvin. Mau kah kamu menjadi tunangan ku?"
Sorak sorai dari pendatang lain terdengar. Melvin tentu saja terharu. Ia menggenggam tangan Logan dan menganggukkan kepalanya. Disusul suara tepuk tangan dan senyuman Logan yang menambah ketampanannya.
Logan tidak menunggu lama—ia langsung menarik Melvin ke dalam pelukan erat, lalu mencium keningnya dengan penuh kelembutan.
Di sela pelukan itu, Melvin berbisik, “Kamu gila kak, bikin aku kaget di depan umum begini…”
Logan tertawa kecil, “Kalau nggak bikin kamu terkejut, namanya bukan aku.”
Mereka lalu duduk kembali di tikar yang sudah tertata. Logan membuka bekal jajanan yang ia bawa: kue tart mini, sandwich, dan dua botol jus buah. Melvin tersenyum, hatinya hangat setiap kali melihat perhatian kecil dari Logan.
“Mulai sekarang, kita beneran tunangan, ya?” Melvin memastikan dengan nada gemetar namun penuh kebahagiaan.
Logan mengangguk lagi, kali ini sembari menyuapkan kue ke bibir Melvin. “Tunangan, calon suami, partner hidup. Semuanya, aku mau kamu.”
