Selamat membaca
Beberapa jam kemudian, siswa telah berhamburan kesana kemari dengan menenteng tas mereka menuju gerbang sekolah. Di UKS, Kenrick masih tetap terjaga di samping kasur tempat Luke.
Tentu Luke masih tak sadarkan diri sejak kejadian pagi tadi. Namun, tiba tiba Kenrick melihat tangan Luke yang bergerak. Ia dengan cepat menghampirinya dengan membawa gelas berisi air.
"Unghh Ken?"
"Hm, duduk dulu" ujar nya
Ia membantu Luke duduk dengan nyaman san menyodorkan air nya. Luke pun meminum sampai tak tersisa. Keheningan melanda mereka.
"Aku.. Kenapa?"
"Lo.. udah heat Luke, dan itu udah pasti lo omega" ujar Kenrick
Luke terdiam. Ia lalu meremas selimut UKS itu dan menahan air matanya. Kenrick lalu memeluknya dan membiarkan Luke menangis disana. Ia usap punggung nya agar tenang.
"Lo gak akan berubah Luke" ujarnya
Luke menangis dalam pelukan Kenrick dari pikul 4 sore hingga 5 sore. Setelah reda, Kenrick merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya. Panas seperti terbakar dan Vargan, alpha nya meraung raung dalam pikirannya.
Kenrick melepas pelukannya dan mereka bersiap untuk keluar UKS. Kenrick menaiki motornya dan memboncengkan Luke menuju rumahnya. Raungan Vargan masih terdengar jelas dalam otaknya.
Setelah mengantar Luke, ia segera melajukan motornya diatas kecepatan rata rata. Hingga ia sampai dirumah, ia langsung masuk dan berjalan cepat menuju kamarnya. Melvin yang sedang tak masuk sekolah tadi dan membantu Naren menyiapkan makan malam pun terkejut.
"Kenapa sama Ken?" tanya Melvin
"Bunda juga gatau" jawabnya
"Melvin keatas dulu bun"
"Iya hati hati"
Melvin meletakkan sayuran yang akan ia masak lalu melangkah perlahan menaiki anak tangga. Saat sudah sampai di depan pintu kamar Kenrick, ia mendengar samar suara rintihan Kenrick. Dan Feromone yang sedikit menembus dari celah pintu.
"Gak mungkin kan?"
Ia langsung bergegas turun menghampiri Naren.
"Bun, Kenrick kayaknya rut" ujarnya
Naren yang mendengarnya langsung mencari handphone nya. Saat ketemu, ia langsung menghubungi sang suami, Juan untuk segera datang ke rumah sembari membawa dokter mereka.
Sedangkan disisi lain, Kenrick kondisinya sudah tak baik baik saja. Tubuhnya dibanjiri oleh peluh, kamar yang dipenuhi dengan feromone nya dan seragam yang sudah acak acakan.
Pintu rumah terbuka cepat saat Juan datang bersama seorang dokter pria yang sudah akrab dengan keluarga mereka. Wajahnya menegang ketika aroma feromon alpha menguar begitu kuat bahkan sebelum ia naik ke lantai dua.
“Aku sudah bawa supresan cadangan,” ujar dokter itu.
Naren dan Melvin mengikuti dari belakang. Ketiganya mendaki tangga dengan langkah cepat. Sesampainya di depan kamar Kenrick, dokter langsung memeriksa pegangan pintu. Tidak terkunci. Ia masuk lebih dulu.
Tubuh Kenrick menggeliat di atas kasur, tubuhnya berbalut keringat, seragamnya setengah terbuka, dan selimut sudah jatuh ke lantai. Matanya bersinar emas menyala, dan seluruh tubuhnya gemetar hebat. Aroma tajam khas alpha dominan memenuhi udara.
“Kenrick…” panggil Juan pelan.
Namun anaknya tak menjawab. Ia hanya menatap mereka semua seperti binatang terluka yang dipojokkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
It's Mine | ABO
Ficción GeneralSeason II On Going ABO Mpreg BXB Adult Content Kasar
