Selamat membaca
2 hari setelahnya, Kenrick sudah bisa berjalan dengan lancar, namun energi nya masih belum stabil lagi. Meskipun begitu, Kenrick tetap memaksa untuk pergi ke sekolah, karena ia tak ingin ketinggalan materi.
Juan dan Naren sudah mencegahnya, namun karena tekad Kenrick yang kuat dan keputusannya yang sudah bulat membuat Juan dan Naren hanya bisa mengizinkannya.
Hari ini, Rabu, Kenrick untuk pertama kalinya setelah insiden itu kembali berangkat ke sekolah. Banyak tatapan menuju ke arahnya karena kejadian itu. Kenrick berjalan lurus menuju ruang kelasnya.
Sesampainya di sana, ia langsung mendapat tatapan juga dari teman sekelasnya. Bukan karena takut, namun lebih ke khawatir. Luke yang duduk di sebelahnya bahkan sampai berdiri dan menghampirinya.
"Lo udah pulih?" tanya nya
Kenrick hanya mengelengkan kepalanya sembari memberikan senyum tipisnya. Setelah itu mereka duduk di bangku mereka dan menunggu bell masuk. Kenrick memainkan handphone nya untuk menghilangkan rasa bosannya sedikit.
Bell masuk pun berbunyi. Seorang guru mulai mausk ke kelasnya dan memulai pembelajaran. Kenrick juga mulai mencatat dan memahami materinya. Luke, sebagai teman sebangkunya sesekali melirik ke arah Kenrick untuk memastikan bahwa sahabatnya itu baik baik saja.
Awalnya Kenrick merasa sehat sehat saja. Bahkan sampai mata pelajaran pertama ia masih bisa menulis dan memahami materi yang di jelaskan.
"Lo gapapa kan?" tanya Luke
"Masih aman sejauh ini" ujar Kenrick
Luke pun hanya menganggukkan kepalanya. Mereka lalu melanjutkan pelajaran kedua. Kondisi Kenrick masih sama. Bahkan ia semakin yakin bahwa hari ini tubuhnya akan baik baik saja. Kondisi yang stabil itu bertahan hingga jam istirahat pertama.
"Mau ngantin?" tanya Luke
"Boleh" jawab Kenrick
"Woi van, lo mau ikut gak? ke kantin" ujar Luke pada Zevan yang tengah tertidur di meja sebelahnya
Zevan pun bangkit dengan muka khas bangun tidur nya lalu mengangguk pelan. Luka langsung menarik tangannya untuk keluar dari kelas itu. Tentu hal itu membuat Zevan terkejut, Kenrick hanya tertawa saja menyaksikan kedua temannya itu.
"Biasa aja dong, baru bangun tidur udah ditarik tarik" ujar Zevan
"Lama lo ntar"
Sesampainya di kantin, Kenrick melihat ada kakaknya, Melvin bersama teman temannya, 5 orang. Mereka saling bertukar pandang. Kenrick yang memandangnya dengan tatapan datar dan dingin, sedangkan Melvin menatapnya dengan kesal. Karena ia masih saja kekeuh untuk berangkat tadi pagi.
Kenrick, Luke dan Zevan pun mengambil tempat duduk setelah mereka memesan makanan. Ponsel Kenrick tiba tiba berbunyi ketika mereka sedang asik mengobrol. Ia buka sedikit dan terlihat line dari kakaknya.
Masih gua pantau, kalo ada apa apa bilang, dasar anak bandel
Kenrick hanya memandangnya dan tersenyum singkat. Tak ada niatan untuk membalasnya sama sekali. Ia melanjutkan mengobrol dan makan bersama Luke dan Zevan.
"Lo udah mendingan? kok berangkat lagi?" tanya Zevan
"Lumayan, gue gak mau ketinggalan materi"
"Nanti gua kasih materi yang lo gak masuk" ujar Luke
Zevan memandang kedua nya dan memutar bola matanya malas. Ia sangat sial sekali dikelilingi oleh orang orang ambisus dan pintar. Tak seperti dirinya yang merasa bodo amat dengan materi yang berlalu dan hanya akan memahami nya ketika akan ada ujian. SKS, Sistem Kebut Semalam.
