Selamat membaca
Bell pulang sekolah berbunyi nyaring. Seluruh siswa juga segera bergegas memasukkan barang mereka ke dalam tas dan meninggalkan kelas. Begitu juga dengan Kenrick, Luke, dan Zevan yang berjalan bersamaan.
"Lo bawa motor?" tanya Zevan yang dibalas anggukan Kenrick
Zevan hanya ber-oh ria. Mereka akhirnya berbelok ke arah parkiran. Sesampainya di sana, Kenrick langsung memasangkan helm di kepala Luke dan menguncinya agar tak lepas.
"Lucu" gumam Kenrick
Luke pun tersenyum dan memukul pelan dada Kenrick. Zevan yang melihatnya memutar mata nya malas. Ia bukannya tidak suka, hanya saja apakah harus banget di depan matanya?
Mereka akhirnya meninggalkan parkiran sekolah. Kenrick dan Luke melaju ke arah sebuah mall. Mereka memang ada rencana untuk menonton hari ini, sedangkan Zevan, ia menjemput sang adik dan pulang.
Sesampainya di mall, Kenrick dan Luke langsung berjalan bergandengan tangan. Kenrick melirik ke arah jam tangannya, masih ada 30 menit lagi untuk film yang akan mereka tonton tayang.
"Masih ada 30 menit lagi, mau makan dulu?" tanya Kenrick
"Gapapa?"
"Gapapa, uang aku banyak, kalo pun habis gapapa kalo sama kamu" ujar Kenrick
Luke hanya tersenyum. Mereka lalu berjalan menuju ke sebuah restoran yang sepertinya langganan Luke, karena ia terlihat bersemangat ketika melihat menu nya.
"Halo kak, mau pesan apa?" tanya si kasir
"Mau paket sushi nya 2, takoyaki nya 2 mangkok, ramen 2, sama okonomiyaki nya 1"
"Baik untuk minumannya kak?"
"Kamu mau apa?" tanya Luke ke Kenrick
"Bebas aja, terserah kamu" ujar Kenrick sembari merangkul Luke yang tubuhnya sedikit lebih pendek
"Cola nya 2"
"Baik, terimakasih kak, ini nomor mejanya, silahkan di tunggu" ujar si kasir
Dengan tangan yang masih setia merangkul Luke, mereka berdua berjalan menuju meja yang kosong. Setelah duduk, Kenrick langsung merangkul pinggang Luke posessif dan bersandar pada pundaknya.
Luke tersenyum geli. Ia mengusap pipi Kenrick yang sedikit berisi namun rahangnya tetap tegas. Ia juga mengelus ujung bibir nya yang luka akibat pukulan tadi di sekolah. Ia masih belum terbiasa dengan situasi ini.
Bagaimana pun juga, orang orang yang melihat Kenrick pasti akan selalu ketakutan. Karena Kenrick terlihat tegas dan seram disaat yang bersamaan. Namun ketika berada di jangkauannya, Kenrick berubah sangat berbeda, ia menjadi sangat manja.
Mereka menunggu pesanan sambil mengobrol ringan. Kenrick sesekali mengecek sekeliling, matanya mengamati orang-orang yang lewat di depan restoran. Beberapa remaja perempuan yang mengenali mereka sempat berbisik-bisik, mungkin karena aura dominan Kenrick yang sulit diabaikan, atau karena mereka tahu soal gosip yang sudah tersebar di sekolah.
Tak lama kemudian, pesanan mereka datang dalam piring-piring besar. Aromanya langsung membuat perut Luke berbunyi pelan. Kenrick mengangkat kepalanya dan menatap semua makanan didepannya dengan terkejut.
Ia menatap Luke yang menatapnya kembali. Ia hanya tersenyum ketika melihat raut wajah terkejut dari Kenrick.
"Kamu.. Makan sebanyak ini tapi masih kurus?"
"Olahraga" ujar Luke
Kenrick yang masih terkejut itu akhirnya menerima sesuap okonomiyaki dari sang pacar. Ia langsung tersadar dan mulai memakan ramen nya. Luke pun melihat reaksi dari Kenrick terlebih dahulu.
KAMU SEDANG MEMBACA
It's Mine | ABO
Ficción GeneralSeason II On Going ABO Mpreg BXB Adult Content Kasar
