Selamat membaca
Seperti yang telah dijanjikan, sore hari sepulang sekolah, Kenrick akan berlatih basket. Tentu ia hanya membawa kaos tanpa lengan dan celana basket yang ia punya. Karena kata Zevan hari ini mereka hanya ingin pemanasan sebelum bertemu pelatih yang sesungguhnya.
Bell pulang sekolah berbunyi, Kenrick, Luke dan Zevan berjalan bersama menuju lapangan indoor. Terlihat disana ada beberapa anak anak yang sedang berganti pakaian juga. Tentu Kenrick, Luke dan Zevan pun bergabung ke kerumunan itu
"Oho, anak baru? siapa ini Zev" ujar seniornya yang memimpin latihan saat pelatih nya tak bisa hadir.
"Kenrick, alpha dominan"
"Wow, bisa juga lo bujuk"
Kenrick pun tak mempedulikannya. Ia hanya berganti pakaiannya dan pemanasan sedikit agar otot nya tak kaku. Ia sudah lama tak bermain basket karena di sekolah lamanya tak ada club nya.
Mereka pun mulai latihan dengan yang ringan ringan terlebih dahulu. Dari dribble, passing, shoot. Tentu Kenrick menunjukkan aksi yang aktif dan terlihat pandai bermain.
"Kita main tim, anak baru, masuk timnya Luke" ujar seniornya
Kenrick pun mengangguk dan berlari kecil menuju Luke dan kawan kawan sembari mengusap keringat nya.
"Oke gak?" tanya Luke dengan memasang wajah khawatirnya melihat wajah kelelahan Kenrick
"Oke, cuman masih lemes dikit" jawabnya sayu
"Kalo lo gak kuat bilang aja"
"Tim Zevan lawan Tim Luke." ujar seniornya
Pertandingan pun di mulai. Awalnya tim Luke tertinggal jauh dari poin tim Zevan. Mengingat Zevan adalah pemain terbaik di club ini. Bahkan skor mereka selisih 20 poin. Semangat tim Luke juga menurun.
"Nyerah aja lah Luke hahahah" ledek Zevan
Kenrick hanya diam memandangi nya sebelum akhirnya ia tersenyum miring dan menyudahi istirahatnya.
Pertandingan di mulai lagi dan kali ini tanpa di duga duga, Kenrick langsung membalikkan keadaan tim Luke. Bahkan Zevan dibuat kewalahan untuk menghalangi Kenrick.
Senior mereka pun mulai menghitung mundur waktu yang tersisa. Namun poin mereka masih tertinggal 2 poin. Kenrick dengan keyakinan penuh melempar dari tengah lapangan. Dan...
Masuk.
2 detik sebelum waktu habis, Kenrick berhasil membalikkan keadaan. Poin mereka berselisih 1 poin saja. Namun, setelahnya efek sampingnya pun terasa. Ia merasa sangat kelelahan hingga tak kuat untuk berdiri.
"Lo gapapa?" tanya Luke
"Gapapa, cuman butuh istirahat aja"
"Hebat lo kak wowww" ujar mereka sembari memberikan tepuk tangan
"Hebat juga lo" ujar Zevan
"Biasa aja"
Kenrick menoleh ke seberang telihat langit sudah mulai menggelap. Mereka pun menyudahi permainan mereka dan pulang ke rumah masing masing. Namun, sebelum pulang, Kenrick sempat mampir terlebih dahulu ke minimarket di jalan untuk membeli cemilan dan minuman.
Saat Kenrick keluar dari minimarket, udara malam mulai menusuk kulitnya. Ia membuka botol minuman yang baru saja dibelinya dan meneguknya perlahan. Napasnya masih belum stabil sejak latihan tadi, dan otot-ototnya terasa berat. Ia menyandarkan tubuhnya sebentar di dinding luar minimarket sambil membuka bungkus roti isi yang ia beli.
Setelah habis, ia pun berniat untuk pulang. Ia menghampiri motornya dan baru akan menaikinya. Namun, ditengah suasana malam yang tenang itu tiba tiba ia mendengar sesuatu.
KAMU SEDANG MEMBACA
It's Mine | ABO
Ficção GeralSeason II On Going ABO Mpreg BXB Adult Content Kasar
