SEASON II : 17

738 23 0
                                        

Selamat membaca







Setelah menjauh dari kerumunan, Kenrick menggandeng tangan Luke tanpa berkata sepatah kata pun. Feromonnya masih terasa pekat, meski sudah lebih terkendali. Luke menunduk sepanjang jalan, berusaha menahan perasaan campur aduk antara takut, lega, sekaligus bersyukur karena ada Kenrick di sisinya.

Saat mereka melewati jalur berbatu yang agak jauh dari area taman utama, Luke baru menyadari sesuatu. Di tepi sungai, agak tersembunyi oleh pohon-pohon besar, berdiri sebuah tenda besar yang rapi dengan cahaya lampu kecil di depannya.

Luke menghentikan langkahnya. “Ken… ini apa?”

Kenrick menoleh, senyum tipis muncul di wajahnya. “Tenda buat kita bermalam di sini. Aku sengaja sewa buat kejutan. Tapi… sekarang aku pakai juga sebagai permintaan maaf karena sempat bikin kamu khawatir.”

Luke menatapnya tak percaya. “Kamu… nyiapin ini semua?”

Kenrick mengangguk pelan, menatap dalam-dalam mata omeganya. “Aku tahu kamu suka suasana tenang, dekat alam. Jadi aku pikir… kenapa nggak sekalian kita nikmati malam ini bareng-bareng, jauh dari gangguan orang lain.”

Hati Luke terasa hangat. Ia menunduk, menggenggam tangan Kenrick erat. “Ken… kamu nggak pernah berhenti bikin aku jatuh cinta lagi dan lagi.”

Malam pun tiba, langit penuh bintang tergambar jelas di atas mereka. Di dalam tenda, Kenrick menyalakan lampu kecil berwarna hangat. Luke duduk bersandar di atas kasur tipis yang sudah disiapkan, sementara Kenrick sibuk memastikan semua kebutuhan mereka aman.

“Aku suka banget ini,” gumam Luke. “Apalagi… sekarang aku nggak lagi alpha kayak dulu. Aku bersyukur aku bisa berubah jadi omega, Ken. Jadi aku bisa ngerasain dilindungi gini sama kamu.”

Kenrick berhenti sejenak, menatap Luke dengan lembut. “Aku selalu liat kamu spesial, Luke. Mau kamu alpha dulu, atau omega sekarang. Tapi jujur… aku seneng banget kamu jadi omega-ku. Karena itu berarti aku bisa terus ada buat lindungin kamu.”

Luke menatap balik, matanya sedikit berkaca-kaca. “Aku ngerasa… lebih lengkap sama kamu, Ken. Kayak semua kekuranganku tertutup sama kamu yang alpha dominan. Aku nggak perlu jadi kuat sendiri lagi.”

Kenrick duduk di sampingnya, meraih wajah Luke dengan kedua tangannya. “Kamu nggak pernah sendirian lagi, sayang. Aku di sini. Selalu.”

Tanpa menunggu jawaban, ia mengecup lembut bibir Luke. Ciuman singkat namun penuh janji. Luke tersenyum malu, lalu menyandarkan kepalanya di dada Kenrick.

Kenrick membiarkan Luke bersandar di dadanya lebih lama. Bunyi sungai yang mengalir pelan bercampur dengan suara serangga malam menciptakan suasana yang tenang. Aroma feromon Kenrick yang kuat tapi hangat membuat Luke merasa terlindungi seutuhnya.

“Ken…” suara Luke terdengar lirih, nyaris berbisik.

“Hm?” Kenrick menundukkan kepalanya, memperhatikan wajah omega kecilnya.

“Aku nggak tahu… kalau dulu aku tetap alpha, mungkin aku nggak akan pernah bisa ngerasain betapa indahnya dilindungi sama kamu kayak gini.” Luke mengusap dada Kenrick pelan, matanya menatap penuh rasa. “Aku suka banget rasanya jadi omega di pelukanmu.”

Kenrick menatapnya dalam, lalu tersenyum kecil. “Kalau kamu tetap alpha pun, aku akan tetap jatuh cinta ke kamu. Tapi… iya, aku juga suka banget karena sekarang aku bisa jaga kamu dengan caraku sepenuhnya.”

Luke merona, lalu mencoba menunduk, namun Kenrick menahannya dengan lembut, mengangkat dagu Luke agar menatap matanya lagi.

“Lihat aku, sayang.” Kenrick berbisik rendah, suara beratnya menggema di telinga Luke.

It's Mine | ABOCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang