Selamat membaca
Semenjak kejadian pingsan di lapangan itu, Kenrick benar benar dikurung sangat ketat oleh Naren. Ia tidak boleh keluar rumah selama satu minggu. Bahkan ia hanya bisa lewat video call untuk mendengar penjelasan guru dan belajar dari rumah.
Tetapi di samping itu, ia benar benar bisa merasakan perubahannya. Tubuhnya menjadi lebih segar dan ringan dari hari sebelumnya. Itu yang membuat Kenrick sedikit tak menyesal karena dikurung di rumah.
"Nih dari Luke" ujar Melvin memberikan sebuah buku catatan
"Lo bisa bisa nya masih bisa belajar saat kondisi lo kayak gini" ujar Melvin
"Ini namanya memanfaatkan kesempatan di balik kesengsaraan"
"Serah lo deh" ujar nya yang hendak ingin keluar
"Ah iya, dibawah ada roti kesukaan lo, gue beliin tadi" ujarnya sebelum menutup pintu
Kenrick pun langsung turun ke bawah dan melihat 1 kotak full croissant yang sangat renyah. Ia pun mengambil nya dan membawa nya ke kamar. Ia tak akan membagikannya pada siapapun.
Makan malam pun tiba. Juan, Naren, Melvin dan Kenrick berkumpul di meja makan untuk memakan makan malam mereka. Kenrick yang sudah pulih itu pun ingin membicarakan terkait ia ingin berangkat sekolah. Namun ia ragu.
"Ken, ada yang mau diomongin?" tanya Naren
"Um, yah, bun, Ken rasa Ken udah sehat sekarang, udah sepenuhnya pulih, jadi boleh Ken besok berangkat sekolah?"
"Kita lakukan pemeriksaan malam ini" ujar Juan
Kenrick pun mengangguk sembari tersenyum. Ia paham akan perkataan ayahnya itu. Jika hasil pemeriksaan masih ada hal yang perlu dikhawatirkan, maka ia jarus dikurung lagi. Namun jika tidak, ia bisa berangkat sekolah kembali.
Setelah makan malam, Kenrick menunggu dokter keluarga yang akan datang di ruang tamu. Tentu ia bersama Juan. Tak butuh waktu lama, dokter yang mereka tunggu sudah datang. Kenrick langsung di periksa. Mulai dari tubuh nya hingga kondisi alpha dan feromone nya.
"Feromone nya udah mulai stabil, tenaga nya juga udah pulih, alpha kamu juga seperti nya sudah pulih"
"Kamu bisa sekolah besok, asalkan tetap jaga pola istirahat kamu" ujar dokter itu
Tentu Kenrick senang bukan main. Setelah dokter itu keluar, ia memeluk ayahnya dan menggumamkan kata terimakasih. Karena selama satu minggu ini, ayahnya selalu memberikan feromone nya untuk memulihkannya.
"Hahaha, udah udah, kamu sekarang tidur, besok sekolah kan?" ujar Juan yang dibalas anggukan Kenrick
Keesokan harinya, Kenrick bangun lebih awal. Ia bangun dengan senyuman yang terbit di wajahnya. Lalu ia bergegas untuk mandi dan memakai seragamnya. Setelah memakai seragamnya, ia menyiapkan perlengkapan yang akan ia nawa nanti dan turun ke bawah.
Di bawah ia sudah melihat kakaknya, Melvin, Ayahnya, dan Bundanya yang sedang duduk menunggunya.
"Buruan sini, udah laper gue" ujar Melvin
"Iya iya"
Mereka pun akhirnya makan dengan tenang. Tak butuh waktu lama untuk mereka makan dan berangkat menuju ke sekolah. Di sekolah, Kenrick langsung di sambut hangat oleh teman sekelasnya. Terutama Luke dan Zevan yang langsung memeluknya.
"Udah seminggu lo gak masuk"
"Tau, sekarang gue udah bener bener pulih"
Mereka pun duduk di bangku mereka dan menunggu pelajaran dimulai. Mereka melakukan pembelajaran tanpa ada masalah apapun. Semua itu berlalu dengan tenang.
