Chapter XXI

25 3 0
                                        

Setelah Lino pulang dari rumah Han, dia pergi menuju apart Juyeon untuk menginap semalam

"Lo kan bisa to istirahat di rumahnya Han, kenapa malah ke apart gw", kata Juyeon dengan memberikan secangkir teh hangat kepada Lino

"Gw gak enak, lagian juga baru aja nyokapnya siuman dan merestui hubungan kita", Lino meminum seteguk

Juyeon pun terkejut mendengar perkataan Lino barusan, "Ha? Nyokapnya siuman karena apa? Setau gw nyokapnya kagak ada penyakit dan baik-baik aje"

Lino menaruh gelas, menghela nafas, "siuman karena dia tau kalau kita pacaran, dan ada yang ngirim foto ke nyokapnya Han"

Juyeon bingung, "maksudnya? Foto lo sama Han yang mana?"

"Yang di kampus, waktu kita ciuman. Ada yang send ke nyokapnya Han", Lino merebahkan dirinya di sofa, menatap langit langit

"Wait wait, terus pas tau kalian pacaran, nyokapnya pingsan? Dan setelah siuman, lo jelasin?" tanya Juyeon untuk memastikan

Lino mengangguk, "gw dan Han sekalian minta maaf, Han yang takut jika nyokap bokapnya kagak setuju kalau gw sama Han. Tapi dari feeling gw kalau sebenernya nyokapnya tau, but dia ingin memastikan lagi"

"Ah oke oke, gapapa No, yang penting lo udah dapat persetujuan dari keluarga Han. Jadi lo gak perlu backstreet lagi ama dia di depan ortunya", jawab Juyeon santai

"Kagak segampang itu, gw takutnya Han merasa bersalah karena membohongi ortunya. Lo tau sendiri kan Han kayak gimana", kata Lino menoleh ke arah Han

"Iya juga sih, apalagi kan dia sendirian di rumah dengan kedua orang tuanya"

Mereka menghela nafas panjang
********
"Nak, kamu yakin dengan nak Lino?" tanya bunda Han dengan perlahan

Han mengangguk, lalu menunduk, "maaf bunda, Han cinta sama kak Lino. Han tidak mau kehilangan kak Lino"

Ayah Han merangkul bunda dan menenangkan

"Tapi Jisung, kalian segender. Apakah sebaiknya kamu tidak mencari wanita yang cocok untukmu? Atau mau ayah jodohkan?" tanya ayah Han

Han mendongak, menggeleng dengan cepat, "tidak mau ayah, Han hanya mau kak Lino. Aku mohon yah, bun, biarkan Han bahagia"

Bunda Han langsung memeluk Han, mengusap lembut punggung anak semata wayangnya, "iya nak, bunda dan ayah hanya terkejut saja. Sebenernya bunda sudah tau sejak lama"

Han melepaskan pelukan, "bun? Sejak kapan?"

"Sejak nak Lino sering kesini, bunda langsung curiga karena kan kalian beda. Dia kakak tingkat kamu, masa datang terus", jawab bunda Han

"Jadi bunda ingin memastikan apakah kalian benar benar teman atau yang lain", lanjutnya

Han ingin menangis, dia benar benar tidak tau ingin mengatakan apalagi ke ayah dan bundanya. Han hanya anak tunggal tanpa adik

Bunda Han mengusap lembut pipi Han, menatap lekat mata Han
"Kamu sangat mencintai nak Lino sayang?"

Han mengangguk pelan

Bunda tersenyum, "jika itu membuat kamu bahagia, bunda akan merestui hubungan kalian. Iya kan yah?"

Bunda menoleh ke belakang, ayahnya melihat dengan kekhawatiran tetapi ikut mengangguk

"Ayah juga merestui hubungan kalian, tetapi.......jika nak Lino menyakiti kamu, bilang ke ayah dan bunda ya"

Han mengangguk dengan sangat kencang, "terima kasih ayah, bunda, aku sayang kalian"

Han meneteskan air matanya dan memeluk erat tubuh bundanya
"Aku tidak akan membuat ayah dan bunda lebih kecewa. Han tau jika ayah dan bunda sangat kecewa sama Han"

Backstreet || MinSungTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang