Lino dan Han pun saling bertatapan, Shuhua kecewa dan meninggalkan tempat.
Han sudah tidak takut lagi untuk mengungkapkan hubungan mereka, tetapi......dia masih takut untuk memberitahu keluarganya.
"Kenapa sayang? Ada yang membuat kamu kepikiran?" tanya Lino menatap Han.
Han menggeleng, "tidak ada apa-apa kak, ke kantin yuk. Aku lapar hehehe".
"Iya ayok sayang", Lino pun menggenggam tangan Han yang sudah selayaknya pacar.
Selama jalan ke kantin, banyak yang masih mengikuti mereka termasuk Juyeon dan Hyunjin yang ada di samping mereka.
Hyunjin pun merangkul Han, "nah gitu dong di publish, masa harus ada yang nembak lo duluan terus lo ngaku".
Han yang kesal dengan perkataan Hyunjin pun langsung melepas rangkulan Hyunjin
"Bukan gitu, gw gak enak sama Shuhua. Gw kira dia gak bakal begitu, tapi gw yang terlalu berfikir positif".
"Ya lo sih, deket banget sama tuh anak. Tau gak, setiap saat lo lagi ngobrol sama tuh anak......kak Lino sering ngelihat lo dari jauh. Eh ups keceplosan, maaf kak Lino", Hyunjin yang keceplosan pun menunduk untuk minta maaf kepada Lino.
"Sans aja, gw gak marah", jawab Lino.
Han pun menatap Lino, "eh kak, maaf aku gak tau. Maaf buat kak Lino cemburu".
"Gapapa sayang, kan sudah sepantasnya betul?"
Han mengangguk.
Mereka pun sampai di kantin, seperti biasa Lino yang memesankan makanan untuk Han.
Juyeon yang bersama Lino pun ikut memesan makanan, "No, gw lihat tadi si siapa itu mantan lo kayak kesel liat lo ciuman sama Jisung".
Lino pun acuh, "biarin aja, palingan dia bakal pindah kampus lagi".
"Terima kasih bu"
Lino dan Juyeon pun duduk di sela-sela Han dan Hyunjin, mereka saling mengobrol.
"Makan yang banyak ya sayang", Lino memberikan sepotong sosis kepada Han.
Han yang masih mengunyah dan memperlihatkan pipi chubby nya membuat Lino tersenyum.
"Kaaakkk, ini udah banyak, masa dikasih lagi".
"Biar kamu makin mbul sayang", Lino melanjutkan makanannya lagi.
Juyeon dan Hyunjin yang melihatnya hanya bergidik ngeri, "gini nih kalau udah bucin".
......................
Setelah waktu untuk kuliah telah selesai, Lino dan Han pun pulang dan mengantarkan Han pulang dengan selamat.
Selama perjalanan, Lino terus menggenggam tangan Han dan fokus menyetir, Han yang merasakan itu pun tersenyum.
"Makasih kak"
Lino melihat sekilas, "Terima kasih? Untuk apa sayang?"
"Terima kasih telah bersamaku dan maaf untuk semuanya yang terjadi sebelumnya", kata Han.
Lino yang sambil fokus liat jalan pun tersenyum, "sayang, itu sudah sepantasnya aku sebagai pacar kamu. Makasih juga ya telah menerima aku Han Jisung".
Tiba-tiba pipi Lino di kecup, Lino pun melihat Han, "sayang, jangan tiba-tiba gini dong. Kan jantung aku gak aman".
"Eh kak? Kakak gak papa?", khawatir Han.
Lino menggeleng, "gapapa sayang, hanya tadi langsung buat hati aku berdegup kencang".
Han memukul pelan lengan Lino, "ih kakak mah, aku kira ada apa".
"Takut yaaaa"
Tak lama pun mobil yang di kendarai Lino sampai di depan rumah Han.
KAMU SEDANG MEMBACA
Backstreet || MinSung
Novela JuvenilJangan lupa like, share, dan comment nya ya "Sampai kapan kita backstreet terus Han?" "Sampai semua orang tidak membenci kita termasuk keluargaku kak", jawab Han dengan menatap wajah Lino dengan penuh yakin. "Apa kita akan seperti ini terus kak hin...
