GELISAH

28 3 0
                                        

— Pagi Hari —
MANSION

Cahaya matahari masuk melalui jendela tinggi ruang keluarga. Mansion yang biasanya tenang kini dipenuhi suara televisi yang menyala pelan. Di layar besar, logo Global World News muncul.

Seorang pembawa berita membawa berita dengan ekspresi serius.

"Berita utama pagi ini salah satu organisasi bayangan terbesar di dunia Black Council dilaporkan runtuh secara misterius dalam waktu kurang dari 24 jam".

Gambar di layar berubah. Beberapa gedung kantor di berbagai negara terlihat di segel polisi. Garis kuning membentang di pintu masuk. Wartawan berkerumun di luar.

"Laporan dari beberapa negara menunjukan pola yang sama". Lanjut sang pembawa berita.
"Rekening perusahaan yang terhubung dengan Black Council tiba-tiba dibekukan, jaringan komunikasi mereka mati serentak, dan sejumlah tokoh penting organisasi itu dilaporkan saling menyerang dalam konflik internal."

Cuplikan lain muncul.

Sirene polisi. Mobil hitam meninggalkan sebuah gedung yang baru saja digerebek.

"Pihak berwenang di Eropa Timur menemukan beberapa anggota dewan mereka tewas akibat tembakan. Namun hingga saat ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas runtuhnya organisasi tersebut. "

Dibawah layar, tulisan berjalan muncul
"BLACK COUNCIL COLLAPSE — GLOBAL INVESTIGATION ONGOING. "

Di dalam Mansion, Arthur duduk santai di sofa dengan satu kaki naik ke meja. Ia menatap televisi sambil mengunyah apel "weh," gumamnya santai.
"Cepat juga berita sampai ke media. "

Lion berdiri di dekat jendela dengan tangan di saku jasnya. Tatapan ini Tetap dingin seperti biasa.

"Mereka tidak punya pilihan, " jawabnya datar.
"Organisasi sebesar itu hilang dalam semalam. Dunia pasti bertanya. "

Kenzo yang duduk di kursi seberang hanya menghela napas kecil.

“Lucu,” katanya. “Mereka menyebutnya konflik internal.”
Viren tersenyum tipis dari belakang sofa.

“Padahal mereka bahkan tidak tahu siapa yang memulai semuanya.”

"Hm." Tambah Allaric

Di layar televisi, reporter lapangan kini berbicara di depan sebuah gedung tinggi.

“Kami berada di luar kantor pusat salah satu perusahaan cangkang yang diduga menjadi bagian dari jaringan Black Council. Seluruh aktivitas perusahaan ini berhenti sejak dini hari. Karyawan yang datang pagi tadi menemukan gedung sudah kosong.”

Reporter itu berhenti sejenak sebelum menambahkan,
“Beberapa analis keamanan internasional menyebut runtuhnya Black Council sebagai salah satu peristiwa paling misterius dalam dunia organisasi bayangan modern.”

Di sudut ruangan, Ara duduk di sofa besar dengan selimut tipis di pangkuannya.
Tangannya memegang secangkir teh hangat. Ia menatap layar televisi tanpa bicara. Sagara berdiri di belakang sofa, satu tangan bersandar di sandaran kursi tepat di belakang Ara.

“Apa yang kau pikirkan?” tanya Sagara pelan.
Ara tidak langsung menjawab.
Di televisi, pembawa berita kembali muncul.

“Para pakar menyebut runtuhnya Black Council kemungkinan besar dipicu oleh pengkhianatan internal. Namun sampai sekarang tidak ada bukti pasti mengenai siapa yang berada di balik kehancuran organisasi tersebut.”

Ara akhirnya menghela napas kecil.
“Dunia selalu suka cerita yang sederhana,” katanya pelan.
Arthur menoleh. “Maksudmu?”
Ara menyesap tehnya sedikit sebelum menjawab.
“Mereka lebih mudah percaya bahwa Black Council menghancurkan dirinya sendiri.”

Alea Or KanaraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang