Remember? (Lady-Devil's side story.)

11K 688 210
                                        

"Aku masih merasa yakin bahwa kita pernah bertemu sebelumnya."

"Kita memang pernah bertemu..."

Ketika Tuhan mempertemukan kembali dua orang yang ditakdirkan.

Masih dengan hati yang sama, namun dengan kisah yang berbeda.

Hati yang masih saling menunggu itu...

Akan menjadi sebuah kisah yang baru...

The Lady and The Devil's side story.

Remember?

"Hoi, Mickey, kau itu sejak tadi mendengarkanku tidak sih?"

Michael tersentak ketika teman sebangkunya memanggilnya dengan nada tak sabar. Ia lantas mengalihkan tatapannya dan melirik anak laki-laki yang duduk di sebelahnya itu dengan tatapan malas.

"Apa sih yng kau lihat?" tanya pemuda itu sembari mencondongkan posisinya mendekati Michael, coba menemukan objek yang tampaknya sedari tadi dipandangi oleh pemuda berobsidian scarlet itu. Dan ia tersenyum miring ketika akhirnya mendapati apa yang dimaksudnya.

"Ohh... pantas saja. Ternyata anak itu lagi," matanya tertuju pada seorang gadis yang melangkah menyusuri koridor di gedung yang berseberangan dengan gedung tempat kelas mereka berada. Sudah bukan rahasia lagi baginya, bahwa Michael tampaknya tertarik akan eksistensi gadis itu.

"Dilihat dari manapun, ternyata dia memang manis ya?"

Michael menatap tajam pemuda itu ketika kalimat barusan terlontar dari mulutnya.

Ia tidak suka.

"Hei, hei, jangan menatapku begitu. Matamu itu menyeramkan, kau tahu?" tegur pemuda itu, sedikit risih, "Lagipula, aku sama sekali tak berniat mendekati anak itu kok. Dia dingin sekali sih."

"Hah?"

"Aish, tuan ketua OSIS yang terhormat, apa kau tidak tahu itu? Semua orang membicarakannya, sang putri kepala sekolah yang sempurna tapi berwajah datar."

Michael tersenyum tipis, "Dia memang seperti itu. Tapi kau akan melihat orang yang berbeda jika kau benar-benar mengenalnya," ucapnya ambigu.

"Maksudmu?" kini ganti temannya yang terperangah.

"Lupakan."

"Dari pada itu, sebenarnya aku lebih penasaran padanya. Maksudku, orang seperti apa sih yang bisa menarik perhatianmu sampai seperti ini?"

"Apakah salah?" ucap Michael cuek.

"Tidak juga sih, hanya saja aku sudah mengenalmu lebih dari lima tahun lamanya, Mickey. Dan selama itu, tak pernah sekalipun aku melihatmu tertarik pada seorang gadis. Aku bahkan nyaris berpikir jika kau itu menyimpang."

"Ohh." Michael ber-ohh-ria, namun matanya mengatakan hal lain.

Tatapan tajamnya seakan berkata tutup-mulutmu-atau-aku-akan-membuatnya-tak-akan-bisa-tertutup-lagi.

"Bercanda, bercanda. Aish, kau ini galak sekali sih? Aku kan hanya ingin tahu?"

"Terserahlah."

"Jadi, kenapa?"

"Kenapa apanya?"

"Kenapa baru kali ini kau tertarik pada anak perempuan? Apa yang dimiliki anak itu yang menarik perhatianmu?"

"Kenapa kau begitu ingin tahu?" bukan menjawab, Michael justru membalas dengan pertanyaan yang terdengar menyebalkan.

"Jawab saja!" cetus pemuda itu kesal.

Antologi Cerpen CherryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang