Genre: Teen Fiction.
Kami bertemu mata.
Tanpa senyum ataupun sapa.
Lantas tatapan itu teralih.
Bukan karena aku memilih.
Namun karena aku ... tak memiliki cukup nyali.
Cintaku ... hanya seperti ini.
Eyes on You.
Aku tidak yakin darimana dan sejak kapan ini berawal. Aku tidak mengenal pemuda itu, dan ia pun tak mengenalku. Kami hanya bertemu secara tidak sengaja ... tanpa pernah memiliki kesempatan untuk bertegur sapa.
Aku pun tak bisa dan tak akan memulainya.
Perasaanku hanya sebatas menatap kagum dalam diam.
Aku tidak percaya cinta pada pandangan pertama.
Kenyataannya, aku memang tak pernah mengalaminya.
Namun entah mengapa, tatapan yang kerap bertemu dengan tak sengaja itu ... mulai mengganggu pikiranku. Muncul dalam anganku.
Entah sejak kapan ....
Terkadang aku pun merasa ia menatapku. Namun tatapannya selalu teralih dengan cepat sebelum aku dapat memastikannya.
Mungkinkah hanya perasaanku?
Narsisme berlebihan yang didorong oleh delusi karena ingin memiliki?
Namun aku tak ingin memilikinya, sungguh.
Aku puas hanya dengan mengaguminya.
Menunggu perasaanku yang semu hilang terkikis waktu.
Dan kini ... mungkin aku telah mencapai waktunya.
Selalu ada perpisahan karena ada pertemuan, bukan?
Setelah nyaris dua tahun aku mengamatinya dalam sunyi, menikmati perasaanku yang tak juga mati ... sekarang sudah waktunya aku pergi.
Meninggalkan sekolah kecil yang mempertemukanku dengannya.
Malam ini, mungkin terakhir kalinya aku dapat melihatnya, menatapnya, mengaguminya.
Ia berdiri di panggung sana, bersama sekumpulan orang yang tak kukenali.
Ia berdiri di depan sana, menyanyikan lagu yang tentu bukanlah untukku.
Kembali, aku menatapnya. Mungkin untuk yang terakhir kali.
Dan kembali, untuk yang ke sekian kalinya ... tatapan kami bertemu.
Namun aku terhenyak.
Kali ini, aku kehilangan waktu untuk mengalihkan tatapanku.
Sebab ia tersenyum, tepat ketika tatapan kami beradu.
Apakah lagi-lagi ... ini hanya perasaanku?
END
Catatan penulis.
Ahhahah. Lagi-lagi aku cuma bikin drabble begini. Aku kehilangan mood menulisku. Parah banget ini maaahh.--"
Kenapa aku tulis ini? Entahlah, aku hanya ingin.
Ahh, btw, jangan protes sama endingnya yang gantung. Karena kenyataannya, emang cuma berakhir seperti itu. Gak ada yg spesial.
Ehm. Yahh, benar. Karena drabble-ku kali ini ... kisah nyata. :3
Terima kasih sudah membaca.^^
Best regards, Cherry.
KAMU SEDANG MEMBACA
Antologi Cerpen Cherry
RandomKadang, sebaris kata dapat membuat hatimu hangat, atau mungkin membeku. Membuatmu mencinta, atau mungkin membenci. Benar? Aku menaruh racun dalam kata-kata. Niat jahat yang menyebar seketika, terjalin rapi dalam rangkaian kalimat sederhana. Secara d...
