Genre: Fantasy.
Apakah kau percaya ... pada sesuatu yang disebut cinta sejati?
Apa kau percaya hati dapat disatukan oleh takdir?
Jika kau mempercayainya ..., lantas bagaimana jika takdirlah yang justru memisahkan cinta itu?
Permainannya sajakah?
Atau mungkin ia memiliki rencana lain di baliknya?
One Night in December.
Gadis itu diam dalam tatapan yang kelam. Sepasang obsidiannya menatap jauh ke luar-langit malam di musim dingin.
Hela napas pelan sesekali terdengar tatkala sunyi semakin menyelimuti.
Terkadang, ia ingin sekali mengeluh. Mengapa harus terjadi padanya?
Mengapa sebuah rasa yang seharusnya manis terasa begitu pahit baginya?
Mengapa cinta yang dikata membawa bahagia justru menjadi begitu sakit untuknya?
Mengapa ... hatinya harus jatuh untuk seorang manusia? Mengapa dunia mereka harus berbeda?
Berbagai pertanyaan itu hanya membuatnya kian terluka.
Satu .... Dua ....
Entah bodoh atau apa, tatapan sayunya masih menatap kosong. Menghitung satu per satu butir salju yang melayang lembut di sela udara dingin.
Tiga .... Empat ....
Dan ia masih termangu, tenggelam dalam lamunan sendu.
Memori itu kembali berputar di ingatannya. Kali pertama ia bertemu dengan pemuda yang dicintainya. Di hutan yang sama, di malam dingin yang sama.
Ia hanyalah sosok roh penjaga yang melindungi hutan tempatnya berdiam, tak lebih. Ratusan, ribuan tahun, ia bahkan tak lagi menghitung berapa lama waktu yang telah ia lalui. Seolah waktu telah membeku baginya.
Sampai seorang pemuda yang tersesat pada suatu malam, membuat sesuatu yang beku itu ... mulai mencair.
Seharusnya ia menahan diri untuk tak ikut campur saat itu, namun ia sungguh tak tega membiarkan seorang manusia yang kebingungan terjebak dalam hutan di musim dingin.
Pemuda itu jelas akan mati.
Lantas ia menghampirinya dengan sosok yang seolah adalah manusia. Menolong pemuda itu, melewati satu malam yang dingin.
Satu malam di bulan Desember.
Klise.
Keduanya jatuh dalam cinta hanya dengan waktu yang teramat singkat.
Hingga tiba waktu sang Mentari membawa pagi, turut menguak kenyataan bahwa keduanya tak mungkin bersama lagi.
Cinta dua dunia.
Lagi-lagi sesuatu yang klise.
Tentu, cinta mereka adalah hal yang tabu. Perihal perasaan keduanya takkan dapat disembunyikan dari sang Dewa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Antologi Cerpen Cherry
RandomKadang, sebaris kata dapat membuat hatimu hangat, atau mungkin membeku. Membuatmu mencinta, atau mungkin membenci. Benar? Aku menaruh racun dalam kata-kata. Niat jahat yang menyebar seketika, terjalin rapi dalam rangkaian kalimat sederhana. Secara d...
