Genre: Poetry.
Note: Ini puisi bukan cerpen.
Aku merindu
Aku menanti dalam jemu
Meski sadar bahwa yang kutunggu
Hanyalah sesuatu yang semu
Termenung dalam resah
Dengan sisa tangan berlumur darah
Mengais cahaya dalam gelap pekat
Meraih ilusi yang membuatku terpikat
Ahh ... aku lelah
Mungkin aku telah kalah
Hati yang telah hilang arah
Tak lagi mampu merengkuh resah
Hatiku yang tak lagi mampu
Kini memilih menikmati rindu
Seolah terpikatkan alunan lagu
Yang membuatku kian candu
Langit sewarna abu
Seakan mencebik sendu
Seperti berkata padaku
Bahwa inilah napas kehidupanku
Tangis dan kecewa menyisa dahaga
Luluh lantak raga disiksa rasa
Dan aku masih di sana
Dengan setitik harap yang ada
Wahai sang takdir ... dengarkanlah
Wahai sang waktu ... sampaikanlah
Senandung rinduku
Catatan penulis.
Maaf, ini bukan cerpen atau semacannya. Kulagi stress dan aku pengen nulis.
Tapi aku gak bisa menulis apa pun.-__-
Dan lagi-lagi notifikasi dariku membuat kalian kecewa.
Benar?
Kalau benar begitu, sekali lagi maafkan aku.--" #bow.
Aku gak begitu pandai merangkai kata untuk puisi, bahkan bisa dikatakan aku paling bego soal yang satu ini.-__-
Ahh sudahlah, selamat berakhirpekan semuanya.^^
Best regards, Cherry.
KAMU SEDANG MEMBACA
Antologi Cerpen Cherry
RandomKadang, sebaris kata dapat membuat hatimu hangat, atau mungkin membeku. Membuatmu mencinta, atau mungkin membenci. Benar? Aku menaruh racun dalam kata-kata. Niat jahat yang menyebar seketika, terjalin rapi dalam rangkaian kalimat sederhana. Secara d...
