Bisakah Saya menjadi Dokter?

1.8K 35 3
                                        

Orang tua mana yang tak mau anak yang dicintainya menjadi seorang dokter dikemudian hari. Banyak orang yang sudah berekspektai tinggi pada dokter. Profesi yang katanya mulia karena bertanggung jawab atas nyawa manusia, disegani, dan mengangkat derajat keluarga. Bagi kita yang memang bergelut dibidang ini, mungkin itu semua adalah bonus beban yang harus kita pikul. Karena, mau bagaimana lagi, menaruh harapan pada makhluk memang semudah mengedipkan mata.

Yakinkah kamu untuk menjadikan dokter sebagai profesimu kelak? karena perjalanannya tidaklah mudah. panjang dan pasti melelahkan, bahkan menyulitkan.

Namun tulisan ini dibuat bukan untuk menakuti-nakutimu yang bermimpi menjadi seorang dokter, tapi justru karena ingin membantu dan mendukungmu. Karena 7000 dokter pertahun yang dihasilkan negara kita masih dikatakan belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan rakyat indonesia. Walaupun permasalahan kesehatan lainnya tidak serta merta selesai dengan rasio ideal jumlah dokter, namun alangkah baiknya bila banyak generasi penerus yang akhirnya memutuskan berkiprah di dunia ini. karena prestasi sekecil apapun harus tetap disyukuri, agar mampu menghasilkan prestasi-prestasi berikutnya.

Karenanya, saya pun ingin menaruh harap.

Harapan pada adik-adik yang ingin menjadi dokter, agar mudah-mudahan kedepannya lebih banyak calon dokter yang ideal dan dokter yang 'Kaffah' (menyeluruh / totalitas) yang mengabdi untuk negeri ini.

1. Niat

Mari kita mulai dengan tahapan yang paling awal dan utama sebelum kita melakukan sesuatu sebagai seorang muslim, yaitu Niat. Karena mengaplikasikan niat dalam suatu perbuatan bertujuan agar amal tersebut tidak sia-sia.

bukankah "Sesungguhnya semua amal-amalan itu tergantung pada niat."?

Maka sudah sangat jelas, Niat memegang peran paling besar. bahkan Imam Al-Mawardi menegaskan bahwa, "Ikhlas dalam pandangan ulama adalah niat.", ikhlas sesuai dengan peraturan yang telah digariskan oleh Allah SWT, itulah mengapa semua niat untuk amalan yang kita lakukan itu harus terarah hanya untuk meraih ridha Allah SWT.

sudah benarkah niat kita? apa niatmu menjadi seorang dokter?

bila dengan menjadi seorang dokter, kamu berniat untuk kaya raya, lebih baik tak usah terlalu banyak berharap. bila kamu berniat hanya untuk membangun citra diri, lebih baik segera kamu perbaiki. saya sendiri lebih senang dengan jawaban 'ingin membantu dan dapat menyelamatkan banyak orang' atau ingin menjadi dokter dan berguna bagi sanak keluarganya sendiri yang sakit, bila seseorang ditanya, apa niatnya menjadi seorang dokter.

jadi mari perbaiki niat kita. karena hanya dengan niat yang baiklah, Allah SWT, akan senantiasa meridhai apapun yang hendak kita lakukan dalam hidup.

2. Menjadi Pembelajar Tangguh

Dokter adalah Life-Long learning profession. jika kamu sudah menetapkan pilihan untuk menjadi seorang dokter, maka kamu harus siap untuk belajar sepanjang hidup profesionalmu. karena hanya dengan terus menggali dan memperbaharui ilmu (up to date), seorang dokter dapat mengembangkan potensinya untuk kebermanfaatan dirinya kelak.

Untukmu yang ingin menjadi dokter, belajarlah dengan rajin dan tekun mulai dari saat ini juga. karena lebih awal kita membiasakan tekun dan bersusah payah dalam belajar, lebih baik pula kita di masa depan. Pintar dan cerdasnya seseorang itu relatif, asal kita mau terus belajar. karena tidak semua yang menjadi dokter adalah orang-orang yang jenius.

banyak sekali yg bertanya 'benarkah yang menjadi mahasiswa fakultas kedokteran hanya para siswa yang juara umum atau ranking 3 besar disekolahnya? tak ada kesempatan bagi kami siswa dengan otak yang pas-pasan?'

tentu saja 'tidak benar'.

Kita tidak bisa menyalahkan siapapun bila si A 'belajar lebih giat' dibanding si B. karena nyatanya tak ada manusia yang bodoh/pas-pasan di dunia ini. yang ada hanya manusia yg terlalu malas memaksimalkan otaknya atau 'sakit'. jadi, yang tak bisa menjadi seorang dokter adalah orang yang malas atau seseorang yang sakit, yang karena penyakitnya otaknya terganggu dan tidak mampu menjalankan aktifitasnya sebagai pembelajar.

MonologTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang