Mimpi Buruk Sebelum Tidur

3.8K 101 1
                                        

Kala itu diri disibukkan dengan rutinitas sehari-hari.
Ya di malam hari.
Lelah dirasa menghantui diri.
Nyatanya itu tak begitu berarti kala kawan memaksa diri bersimpati.

Ah kesal. Marah. Takut. Resah. Tercampur jadi satu saat diri bersimpati melihat objek foto tak dikenali.
Awalnya diri tak mengerti.
Apa maksud kawan sendiri memberi foto ini.

Objek foto itu hanya sebatas wanita duduk diatas ranjang tidurnya sendiri.
Mungkin sebelum tidur ia hendak 'selfie'.
Kulihat. Kuteliti. Ku perbesar berulang kali.
Namun tak kutemukan maksud foto ini.

Sampai akhirnya diri ini menyadari.
Ada sesatu dipojok ranjang wanita itu sebelah kiri.
Rupanya ada celah kecil yang membuat ku hilang kendali.
Ada sesosok wajah lengkap dengan mata yang seakan diam-diam ingin terkenali.
Manusia atau makhluk lain, aku tak peduli. Nyatanya aku takut sekali.

Otak ini ternyata tak mau lupa cepat atas apa yang ia lihat lewat foto tadi.
Emosi.
Ketakutan sendiri.
Mana malam hari.
Oh. Kawanku keji sekali.
Bercanda tak tahu kondisi.

Menangis. Entah apa yang aku tangisi. Ibu, kawan, kuhubungi untuk temani diri.
Untung ada kawan baik menemani tenangkan diri ini.
Terima kasih.
Terima kasih sekali.

Aahh ada-ada saja mereka ini.
Memberi mimpi buruk sebelum tidur seram sekali.
Shalat disepertiga malam nyatanya jadi penyejuk hati ini.
Selain kawan baik, Tuhan nyatanya bantu tenangkan rasa gelisah yang menghampiri.

Syukurlah itu segera terakhiri.

- by : Heera

MonologTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang