Yang teristimewa, Yang tercantik, Yang....

2.9K 73 1
                                        

Judul tulisannya saya banget itu.

Sejak kapan saya terkena virus 'alay' yang lagi nge-trend itu.

Ah mungkin saya sedang demam atau terkena gejala flu.

Memuji diri sendiri tak tahu malu.

Tapi saya serius. Saya memang cantik.

Selain cantik saya juga cerdik.

Tentu saja ini berkat ibu yang melahirkan diri ini.

Selain DNA ayah yang berkontribusi untuk terciptanya saya ini

DNA ibu saya tak kalah melebihi.

Tanpa DNA darinya saya tak akan bisa secantik dan secerdik ini.

Berkatnya saya kagum dengan diri saya sendiri.

Tapi tenang, yang teristimewa bukan saya. Tapi Mami.

Ibuku. Biasa kupanggil Mami.

Bukan mama. Bukan Ibu. Bukan pula umi.

Saya memang 'anak mami'.

Tapi mari samakan persepsi.

Jangan kau kira diri ini manja karena disebut 'anak mami'.

Atau kaya raya berasal dari keluarga ningrat barangkali.

Tidak.saya sendiri adalah anak pertama dari enam bersaudara di rumah kecil kami.

Bagaimana mungkin diri ini disebut kakak. Bila manja seperti 'anak mami'.

Ayah ibuku pun orang biasa. Sederhana sekali.

Mami itu hanya panggilanku pada ibuku. Ayahku pun kupanggil Papi.

Siapa yang melarang orang biasa memanggil ibu ayahnya, papi dan mami.

Tak ada sudah pasti.

Yang tercantik, yang teristimewa.

Mami. Mami. Mami.

Tiga kali mi.

Tiga kali Rasulullah menyebut kata 'umi' saat seseorang bertanya pada beliau 'kepada siapa aku harus berbakti terlebih dahulu di dunia ini, umi atau abi?'.

'umi', jawab Nabi. 'lalu siapa lagi Ya Rasulullah?', Tanya orang itu lagi.

'umi' jawabnya lagi. Pertanyaan ini berulang sampai kata 'umi' disebut tiga kali.

Baru kata 'abi' disebut sekali.

Jadi mami, mami, mami. Baru papi.

Pantas saja mi.

Papi begitu bawel, mengingatkanku agar selalu mendahulukanmu dalam hal apapun di dunia ini.

Setiap aku nakal. Bengal. Papi selalu memarahiku karena sudah membuatmu marah dan khawatir.

Setiap aku malas. Berleha-leha. Papi selalu menegurku karena sudah membuatmu lelah mengurus rumah juga menjaga adik-adik.

Setiap aku berlaku tak sopan padamu. Papi selalu memarahiku karena sudah menyakiti hati mami.

Begitu istimewanya dirimu dihidup ini.

Mari kita runut satu persatu.

Bukan logis lagi barangkali. istimewanya seorang ibu itu memang ketentuan yang hakiki menurutku.

Terlepas dari perannya. Seorang wanita yang baru mengandung bayi saja sudah menjadikannya tangguh.

Rata-rata sembilan bulan. Sembilan bulan wanita membawa janin. Bayi. Manusia. Didalam rahimnya itu.

MonologTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang