'setiap pribadi pasti punya masa lalu yang tak ingin dia ingat, tak ingin diungkit, ingin dia hapus'. seringkali wajah ini memucat pasi, lalu keluar air mata yang otomatis membasahi seakan tahu bahwa diri sedang berusaha memikul beban berat, yang kita sebut sebagai cobaan atau karena memang beban itu melekat karena ulah kita sendiri.
seseorang pasti pernah ingin pergi. pergi dari tempat yang pernah menjadikan masa itu kelam. pergi dari wajah-wajah yang pernah membuatnya ingat, pergi dari apapun yang membuatnya selalu kaku terdiam teringat masa lalu.
Namun kadang pergi saja tak pernah cukup untuk melupakan masa lalu, karena ia meninggalkan jejak perjalanan.
mungkin menghilang atau lenyap adalah harapan bagi seseorang yang terlalu 'tak berdaya' menghadapi masa lalu yang pahit apalagi menyesakkan hatinya.
'lalu apa yang harus dilakukan?'
yang kamu butuhkan mungkin kembali ke masa lalu, memperbaiki ulang setiap keputusan-keputusan yang dibuat. Jika bertemu seseorang dimasa lalu membuatmu buruk, kamu tak harus bertemu dengannya, merekayasa sedemikian rupa, sampai tak ada lagi kenangan buruk yang tersisa.
atau
Mengikhlaskan masa lalu, mengambil hikmah darinya, berupaya tidak mengulangi kesalahan dan memperbaiki kebermanfaatan hidup untuk merancang masa depan, bertemu orang-orang yang baru, membuat capaian baru, lalu membuat kenangan baru.
jadi?
"Merekaya Masa Lalu atau Merancang Masa depan"
mudah-mudahan kamu memahami.
- by : Heera
KAMU SEDANG MEMBACA
Monolog
Espiritual♡♡♡♡ Setiap tulisan akan menemukan pembacanya sendiri, setiap karya akan menemukan jodohnya sendiri. Aku percaya, setiap tulisan yang berasal dari hati, akan sampai ke hati. ♡♡♡♡ Kamu pasti tahu kan, bagaimana rasanya ketika rasa rindu tiba-tiba men...
