Be Alright !

7.9K 383 5
                                        

***

Hidup terasa mati. Setidaknya itu yang selama ini Devan rasakan. Kenyataan pahit yang Devan harap tidak pernah terjadi itu sudah berlalu lebih dari 2 tahun tapi sampai sekarang dia tidak juga bisa menghapus bayangan Jessica yang berlumuran darah dalam gendongan Ruben, tubuh itu terasa sangat dingin dan pucat. Devan dan Arsen berhasil sampai di tempat kejadian saat Ruben sudah berhasil menemukannya terlebih dahulu, Ruben menyusul Jessica saat Andreas menyatakan kekhawatirannya atas Jessica tapi Ruben terlambat.

Masih selalu segar di ingatan Devan saat pihak rumah sakit menyatakan menyerah dan meminta keluarga untuk bersiap diri jika kemungkinan terburuk terjadi, seketika dia mengamuk dan hampir melukai Dokter yang dirasa tidak memiliki kualifikasi menjadi Dokter. Andreas datang setelahnya, tanpa aba-aba memukul wajah Devan cukup kuat.

"Kalau bukan karena kau membatalkan janji secara sepihak, putriku tidak akan meregang nyawa seperti saat ini" mata Devan membelalak kaget, begitupun Arsen. Seketika rasa bersalah menaungi hatinya, ya..Andreas benar. Ini semua salah nya.

Tubuh Devan luruh di lantai rumah sakit yang dingin, pandangannya kosong tapi saat tatapannya bertemu dengan pandangan Levin, dia lebih hancur lagi. Bocah itu terang-terangan menatapnya benci dan kecewa bahkan menolak uluran tangan Devan. Devan mengucapkan kata maaf tanpa suara yang dibalas gelengan pelan bocah berusia 7 tahun itu.

"Kau dengar ucapanku ini, Devan! Lupakan Jessica dan jangan pernah berharap untuk bisa menemuinya lagi kalau..kalau nyawanya selamat" ucap Andreas tajam lalu menggandeng tangan Levin ke ruangan Dokter.

Saat itu juga, Devan merasa hidupnya berubah. Tidak ada lagi sosok Jessica yang selalu membuatnya bahagia, tidak lagi sejak pagi itu, saat dia datang kembali ke rumah sakit dan tidak menemukan Jessica atau keluarganya. Tidak ada seorangpun yang bisa memberinya kejelasan dimana Jessica bahkan Dokter dan Suster. Dokter hanya mengatakan kondisinya sangat kritis tadi malam dan Andreas memutuskan untuk membawa Jessica keluar dari rumah sakit, akan sulit bagi gadis itu untuk bertahan. Keadaannya sungguh sangat buruk. Dokter tidak yakin kalau Jessica sanggup bertahan.

Bukan Devan tidak berusaha mencarinya, setiap datang ke rumah Jessica Devan selalu mendapat jawaban yang sama dari penjaga rumah Jessica "Tuan Andreas dan keluarga sedang tidak dirumah, tidak tahu kapan kembali" begitu katanya. Dan jika ditanya soal Jessica penjaga rumah itu hanya menggeleng sedih lalu meninggalkan Devan diluar pagar. Arsen, Devan juga mendatangi laki-laki itu untuk menanyakan soal Jessica tapi laki-laki itu sama frustasinya dengan Devan. Tidak tahu kabar tentang Jessica. Bahkan kabarnya, bisnis Mr Andreas di Indonesia diserahkan kepada tangan kanannya. Kabar burung menceritakan keluarga itu pindah ke luar negeri untuk mengalihkan kesedihan setelah kepergian putri tercintanya, tapi Devan menolak untuk percaya kabar simpang siur itu. Kasus percobaan pembunuhan itu seakan lenyap begitu saja dari pembicaraan publik sebulan setelahnya, tentu saja Devan tidak puas. Dia tidak ingin mati penasaran tanpa mengetahui siapa yang berniat membunuh Jessica, gadis yang sangat dicintainya.

"Dev, penerbanganmu 1 jam lagi. Kau sudah siap?" Devan mengangguk lemah lalu menatap dua sahabatnya Leo dan Vando yang sedang menatapnya pilu.

"Kau baik-baik di negeri orang Dev, disana tidak ada sahabat yang seperti kita" ujar Vando. Devan terkekeh pelan.

"Kau jangan ceroboh, nanti pasienmu bukannya sembuh malah tambah sakit" sambung Leo lalu tertawa kencang.

Ya, Devan menyandang gelar Dokter 1 bulan yang lalu. Dia memutuskan untuk menjadi Dokter dan belajar sangat keras untuk mencapai kelulusan secepat mungkin. Kejadian Jessica lah yang mendasarinya. Dia merasa tidak berguna sama sekali saat itu, dia sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa. Ayah nya sangat mendukung keputusan Devan, karena dulu Mama Devan juga berprofesi sebagai Dokter dan Mamanya pasti akan bangga sekali. Dan hari ini, dia akan terbang ke London. Salah satu rumah sakit disana diwariskan Mr Steanly kepada Devan, selama ini rumah sakit itu diurus oleh Om nya.

[ 5 ] This Bad Girl Is Mine !!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang