12. Accident

5.6K 263 13
                                        


~Author POV~

Matahari mulai terlihat jelas di kamar Awin dan Mollie, suara alarm pun telah berbunyi yang cukup kencang untuk membangunkan mereka. Dengan cepat Awin dan Mollie bangun lalu bersiap-siap ke sekolah.

"Steve kamu jaga rumah ya!" teriak Awin kepada adiknya di lantai 2

"Oke kak" balas Steve kepada Awin.


14.30 (At Home)

"Oke Steve, ceritakan apa yang terjadi kepadamu sampai kau lama pulang ke rumah!" Bentak Awin kepada adiknya.

"Jadi begini kak"

~Steve POV~

Aku mendengar teriakan pelan di sebelahku dan suaranya "Aw" kalau tidak salah. Aku membuka sedikit mataku untuk melihat apa yang sedang terjadi. Aku melihat cairan merah menetes dari tangan kakakku yang tidur di sebelahku. Ia berlari ke arah kamar mandi dan aku tidak tau apa yang dilakukannya di kamar mandi. Setelah itu, ia pergi ke sekolah dan aku sudah bangun dengan sempurna.

"Steve, cepat beres-beres untuk kamping" kata ibuku di lantai 1.

"Iya ma" balasku.

Aku merapikan apa yang perlu aku bawa karena aku harus segera berkumpul di sekolah.

Aku akan pergi ke perdesaan dan kamping di area hutan.

Critt....

Suara ban yang tergelincir membuat bus yang kita tumpangi jatuh ke dalam jurang yang cukup dalam. Tapi, keberuntungan terjadi kepada beberapa murid yanng tertimpa musibah itu. Kami semua terjatuh ke dalam air. Kami pun dengan cepat berenang ke tepi sungai itu.

"Untung saja kita selamat" kata salah satu temanku. Aku hanya mengangguk pelan karena ini bisa saja merengut nyawa kita semua.

"Oke karena kita terjadi kejadian seperti ini, mau tidak mau kita harus berjalan menuju sekolah kita" kata pemandu kita semua.

"Kira-kira berapa lama kita sampai ke sana?" tanya salah satu murid kepada pemandu itu.

"Jika kita berjalan kira-kira bisa sekitar 2 bulan" kata guru pemandu kami.

"HAH!?" kata beberapa murid secara kompak.

Aku hanya bisa terdiam akan apa yang di katakan dari pemandu kami.

"Itupun jika kita melewati jalan yang benar" lanjut guru pemandu kami.

Aku tetap terdiam akan hal itu.

Akhirnya kami mulai berjalan dan mencari pasokan makanan dari snack-snack ringan yang kami bawa.

Karena snack yang kita bawa hanyalah sangat sedikit, kami akhirnya harus mencari pasokan makanan dengan mencari hewan kecil seperti ikan, kelinci, dll.

Karena kami sangat banyak beberapa dari kami akhirnya ada yang mati kelaparan. Sedangkan aku selalu menyimpan makanan yang ku dapat di kotak makan dan memakannya jika sangat kelaparan.

1 Minggu...

2 Minggu...

Aku dan beberapa temanku mencari sungai atau danau untuk mengganti baju dan mandi.

3 Minggu...

4 Minggu...

Pasokan makananku mulai menipis dan sudah banyak murid yang sudah tidak kuat berjalan dan akhirnya memilih untuk mencari jalan kembali secara sendiri.

"Aku berharap mereka menemukannya" kataku dalam hati.

Aku dan beberapa temanku melanjutkan perjalananku dengan pemanduku.

5 Minggu...

Aku dan beberapa temanku yang tersisa mulai menginap di perumahan-perumahan yang tidak jauh dari sini.

6 Minggu...

7 Minggu...

Perkotaan sudah mulai nampak jelas dari sini. Aku mulai merasa senang akan hal itu. Tapi sayang, hanya tersisa 5 orang dan pemandu kami saja yang tersisa.

7 Minggu 1 hari...

7 Minggu 2 hari...

7 Minggu 3 hari...

7 Minggu 4 hari...

7 Minggu 5 hari...

Kemarin...

Aku mengetuk pintu dan kau datang kepadaku.

~Awin's POV~

"Oh.... seperti itu ceritanya" kataku setelah mendengar cerita adikku ini.

"Iya begitu kak" balas adikku.

"Jadi, kan kamu belum makan nasi 2 bulan tuh. Mau request nasi apa nggak?" tanyaku sedikit tertawa.

"Nasi goreng saja kak" balasnya "Yang banyak ya masaknya sekalian makan malem nih" lanjutnya kepadaku.

Aku menoleh lewat jendela dan aku mulai melihat matahari mulai terbenam.

"Oke boss kecil" kataku sedikit tersenyum.

"Mollie... kamu mau makan?" teriakku kepada Mollie yang berada di lantai 2.

"Mau beb" balasnya.

"Beb?" tanya adikku kepadaku.

"Kenapa?" tanyaku kepada adikku.

Nasi goreng yang sudah ku buat hampir jadi sedikit lagi.

"Oh... gapapa" balas adikku "Mama mana?" tanya dia kepadaku.

"Ma... Ma... Ma... MAKANAN SIAP!" teriakku sambil tertawa puas.

"Woi... Mama mana?" tanya adikku padaku.

Tuk... Tuk... Tuk...

"Yey makanan!" teriak Mollie mengagetkan Steve.

"Mama udah meninggal dek" kataku pada adikku.

"Kok bisa?" tanya adikku.

"Entah... ada yang dendam kali sama Mama kita" balasku "Ya udah makan deh kakak males bahas soal Mama lagi" lanjutku.

Akhirnya adikku ini mulai melahap habis nasi goreng yang sudah kubuatkan kepadanya. Memang aku membuat nasi gorengnya cukup untuk kami bertiga. Tapi... kurasa kurang. Akhirnya aku membagi jatahku kepada Mollie karena adikku sudah lama tidak memakan nasi goreng.

Akhirnya sesi makan malam sudah selesai. Aku menghampiri Mollie yang tengah mencuci piring.

Aku mendekati Mollie dan memeluknya dari belakang.

"Beb" bisikku " Gapapa kan Steve tinggal dengan kita?" tanyaku padanya.

"Ya udah" katanya "Bosen juga berdua doang kita" lanjutnya kepadaku.

"Bosen nih sama aku?" tanyaku sambil melepaskan pelukanku.

"Bukan itu maksudnya ih..." balasnya sedikit kesal padaku.

Mollie memutar dan akhirnya mata kami saling bertatap satu sama lain.

"Yuk tidur" katanya padaku dan memelukku dari depan.

"Okay Princess" kataku dan mencium pipinya.



Yey part 12 Guys...

Dibaca yuk biar greget.

Thank you yang masih mau baca cerita ane...

Vote + Comment = Spirit for me...

Me Selwyn cabut dulu :v

Tatah...


Psychopath Falling In LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang