5. Kesempatan

12.8K 557 12
                                        


~~Awin's POV~~


Sudah 2 kali mollie menolongku, aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika ia tidak mau menolongku. Aku mencoba mengetuk pintu rumahku setelah aku berpamitan dari rumah mollie. Aku mencoba mengetuk pintu rumahku yang dari kemarin belum terbuka sama sekali.
Tok Tok Tok
"Tidak ada jawaban lagi?" pikirku dalam hati. Dengan sekuat tenaga aku mendobrak pintu rumahku.

Brak Brak Brak... Pintu terbuka lebar setelah dobrakan ke 3. Keadaan di dalam sangat aneh, semua barang yang sepatutnya ada di tempatnya jatuh ke lantai. Di depan pintu aku dapat melihat cairan berwarna merah yang sepertinya sudah menempel di lantai.

"Darah?" tanyaku dalam hati.

Aku mengikuti jalannya darah itu. Seperti ada seseorang di tarik dari ruang tamu ke gudang belakang. Dengan cepat aku mengeluarkan pisau kesayanganku dari...

"Tunggu pisauku mana?" tanyaku dalam hati sambil menepuk saku celanaku.

"Apa tertinggal di rumah mollie?" tanyaku lagi dalam hati. Dengan cepat aku pergi ke dapur dan mengambil pisau dapur yang tajam di kedua sisinya seperti dagger. Dengan pelan aku lanjutkan langkahku kemana darah itu berhenti.

Dan benar apa yang aku pikirkan, darah itu berhenti tepat di depan pintu gudang belakang. Aku menurunkan kepalaku dan mengintip dari lobang pintu. Ruangan ini benar-benar gelap, membuatku tidak dapat melihat dengan jelas apa yang ada di dalam ruangan ini. Tapi aku mengingat bahwa saklar lampu berada tepat disebelah pintu ini. Dari balik pintu ini aku melihat bahwa ada sesuatu mendekati pintu dimana aku mengintip ini. Dengan cepat aku mencari tempat sembunyi yang dekat denganku. Aku bersembunyi di dalam lemari tua yang berada tidak jauh dari pintu gudang. Aku melihat sesosok pria kekar dengan darah yang menutupi mukanya itu.
"Jangan-jangan ibuku di dalam sana?" tanyaku dalam hati.

"Jika aku bisa membunuh pria ini aku bisa menyelamatkan ibuku" kataku dalam hati.

Dengan perlahan aku membuka pintu lemari ini dan mendekati pria itu. Dengan cepat aku menusuk pria itu dari belakang dengan pisau dapur itu. Kutusuk tepat dimana jantung berada, aku menarik lagi pisau itu dan melihat lobang sempurna dari belakang tembus kedepan. Aku tersenyum puas saat aku melihat ia mulai menundukkan kepalanya, setelah pria kekar ini terjatuh ke lantai aku langsung menuju ke gudang belakang dan membuka lampu ruangan tersebut. Setelah aku membuka lampu gudang itu aku melihat ibuku tertidur di lantai. Aku cek detak jantungnya, dan ternyata tidak ada detakan. Mataku mulai berkaca-kaca tapi tidak tahu kenapa rasanya aku tidak bisa menangis.

"Kenapa ini semua terjadi padaku?" tanyaku pada diriku sendiri.

"Apa salah ibuku?" tanyaku lagi. Aku tidak perduli akan hal itu aku langsung mandi dan mengganti bajuku karena sudah kotor. Aku keluar dari rumahku dan disana aku mendapati mollie seperti memanggilku dari jendela lantai 1. Aku segera ke rumah mollie dan mollie dengan cepat membuka pintu rumahnya untukku.

"Ada apa?" bisikku pada mollie.

"Aku tahu apa yang terjadi, dan aku akan menceritakannya padamu." jawab mollie.


~~Mollie's POV~~

Aku baru saja pulang dari sekolahku. Sesampainya di rumah aku seperti mendengar suara teriakan dari rumah sebelah.Aku ketakutan sebelumnya tapi, aku mencoba memberanikan diri melihat dari jendela rumahku. Aku melihat seorang perempuan di jambak oleh seorang pria sampai menunduk, lalu pria itu memukuli dada perempuan tersebut hingga mengeluarkan darah dari mulutnya. Pria tersebut mengeluarkan pisau dari saku celananya dan mulai menusuk-nusukkan pisau tajamnya mulai dari dada hingga lutut. Setelah itu pria itu menyeret paksa perempuan itu tanpa memperdulikan perempuan tersebut. Lalu hujan mulai deras dan aku melihatmu mengetok-ngetok pintu rumahmu. Dari rumahku aku melihat pria tersebut membawa pisau dan berdiri tepat di dalam rumahmu. Lalu kau datang ke rumahku dan pingsan, saat aku melihat kau pingsan dengan cepat aku menarikmu kedalam rumahku agar kau tidak mengalami kejadian yang sama dengan perempuan itu.

End...

~~Back To Awin's POV~~

"Jadi seperti itu kejadiannya?" tanyaku sambil mengangguk-anggukkan kepalaku.

"Iya..." jawabnya kepadaku sambil menunduk.

"Tapi kenapa kau tidak memanggil polisi?" tanyaku lagi kepadanya.

"Aku tidak tahu nomor telepon polisi." jawabnya sambil tertawa kecil.

"Ya sudah. Tapi aku tidak tahu harus tinggal dimana sekarang" kataku sambil melihat rumahku dari jendela rumah mollie.

"Kau bisa menginap disini jika kau mau" jawab mollie kepadaku.

"Aku coba menelepon rumah temanku dulu, aku merasa tidak enak jika orang tuamu tau aku disini." jawabku dengan sopan.

"Oh... Baiklah. Sekarang aku sendirian disini. Orang tuaku sudah meninggal sejak aku masih kecil." jawab mollie sambil menggosok kedua matanya dengan tangannya sendiri.

"Kecelakaan?" tanyaku pelan
"Ya..." jawabnya pelan.

"Baiklah aku tidak jadi menelepon temanku deh, tapi tenang saja aku akan menjagamu mulai dari saat ini. Aku berjanji akan hal itu." kataku sambil mengangkat kelingkingku.

"Janji?" tanya mollie kepadaku.

"Janji!" jawabku sedikit membentak kepadanya.

Aku pernah bersumpah bahwa aku tidak akan pernah mengingkari janji yang sudah pernah kubuat. Maka dari itu aku akan selalu melindungi mollie yang sudah menyelamatkanku 2 kali. Tapi sepertinya aku merasakan jantungku berdetak dengan kencang jika aku dekat dengan dia, ini adalah kesempatanku untuk mendekati dia.

~~Author's POV~~

Setelah janji awin kepada mollie untuk selalu menjaganya, awin merasakan hal yang tidak mungkin ini tiba-tiba menjadi mungkin. Seperti sebuah keajaiban dunia, tapi awin masih belum bisa mengungkapkan rasanya kepada mollie karena mereka jarang sekali berbicara.


Cieeee awin enak banget ya readers wkwkwkwkwkwkwk :v


Ada announcement penting nih readers. Setiap 5 part ini saya sebagai author akan menceritakan tentang diri saya :v

Jadi... yak sekian dulu untuk part ini

Thanks udah ngebaca cerita pertama yang mungkin menurut gua plotnya kurang pas.

Psychopath Falling In LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang