Sudah 1 minggu aku berpacaran dengan Mollie, dan hubungan kami berjalan dengan baik. Tanpa masalah sedikitpun. Aku besok harus sekolah jadi aku siap-siap merapikan buku-buku yang harus ku bawa untuk besok.
~At School~
Aku tidak melihat adanya seorang guru baru yang akan menggantikan pak Stewart pada hari ini. Aku berharap guru yang akan menggantikan pak Stewart akan lebih mudah untuk ku ajak main.
Mau tidak mau yang menggantikan Pak Stewart adalah Kepala Sekolah kami.
Aku berharap pelajaran sejarah ini segera selesai, karena aku ingin menemui daniel. Sudah hampir 1 bulan ini aku belum bertemu dengannya.
Kring...........................
Akhirnya waktu yang sudah ku tunggu-tunggu sudah tiba. Setelah pemberian salam kepada Kepala Sekolah kami, aku berjalan ke kelas daniel.
Tidak lupa sebelum aku menemui daniel aku pergi ke kelas Mollie sebentar untuk melihat keadaannya.
"Yap, seperti biasa sarapan dengan temannya" batinku sambil mengelus dada.
Aku melanjutkan langkahku ke kelas daniel. Aku tidak menemukan daniel di kelasnya.
"Apa mungkin daniel di kelasku?" tanyaku dalam hati.
Aku berlari kembali ke kelasku, dan ternyata benar apa yang ku lihat. Ia sedang duduk di bangkuku sambil melamun melihat ke luar jendela.
"Niel" kataku mengagetkan dia.
"Apaan win?" tanya daniel kepadaku.
"Lu ye, gua cariin kagak ada di kelas. Cepet banget lu kesini" kataku sedikit marah.
"Cie... nyariin gua" kata daniel mengejekku.
"Iye... kangen gua sama lu" kataku memeluk daniel.
"Homo lu anj*r" kata daniel sambil melepaskan pelukanku.
"Haha....... temen tuh gitu niel" kataku kepada daniel.
"Niel, kok lu sering melamun sih?" tanyaku padanya.
"G.. gua pengen ketemu sama pacar gua win" katanya sedikit gagap padaku.
"Oh... ayo, gua temenin" kataku sambil menolong daniel bangun dari kursi.
Akhirnya aku dan Daniel berjalan bersama ke kelas pacarnya daniel.
"Niel, pacarlu kelas berapa dan?" tanyaku kepada daniel.
Tidak ada jawaban dari daniel. Akhirnya aku dan daniel berhenti di kelas yang paling ujung di lantai 2. Ternyata pacar Daniel kelas 12-IPA. Aku sedikit kagum kepada temanku ini, karena perempuan yang ia pacari adalah perempuan terpintar di sekolah ini. Tapi aku tidak peduli kepada apa yang terjadi di sekolah ini. Karena aku cenderung hanya berbicara kepada temanku saja di sekolah ini dan aku hanya memiliki daniel di sekolah ini.
"Kenalin gua donk Niel" kataku sedikit mengejek daniel.
"Nih win... cewe gua. Namanya Jessica" jawab daniel kepadaku.
Aku menjabat tangan Jessica dan berkenalan dengannya.
"Hallo kak" sapaku "Namaku Awin" lanjutku lagi.
"Aku Jessica" balas dia.
"Salam kenal kak" balasku lagi. Dan kali ini hanya dilanjutkan dengan sebuah anggukan.
"Ada apa say?" tanya perempuan itu kepada daniel.
Aku hanya menguping apa yang mereka bicarakan sekalian menemani daniel.
KAMU SEDANG MEMBACA
Psychopath Falling In Love
HororLelaki muda yang masih duduk di bangku SMA mengidap kelainan jiwa. Hingga suatu ketika, muncul sesosok wanita di sekolahnya yang membuat ia setengah sadar akan dirinya. Kemunculan wanita ini membuat lelaki ini jatuh cinta pada jumpa pertama. Akankah...
