Aku bangun lebih awal hari ini. Karena aku mendapat tugas untuk mengutip berita.
Aku memencet remote tv yang ada di tanganku.
1...
2...
3...
4...
5...
6...
7...
8...
9...
Tepat di pencetan ke sepuluh, aku jadi kaget akan berita yang ku dengar. Akhirnya, aku mengambil pen dan kertas dan menulis semua yang reporter katakan.
Ditemukan korban yang diduga terpotong-potong dan di buang disungai. Para tim penyelidik mulai mencari pembunuh tersebut. Diduga korban di bunuh karena putus cinta. Kata seseorang yang melihat mereka dari kejauhan "Awalnya mereka bergandengan tangan, tiba-tiba sang lelaki mengeluarkan pisau dari saku celana belakang. Saya ingin membantu tapi saya sudah takut duluan, jadi saya hanya melihat saja." Ya, berita pagi ini menutup acara kami terimakasih.
Wow.... lumayan juga ceritanya. Akhirnya setelah aku selesai mencatat, aku langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi.
SKIP TO SCHOOL
Aku memasuki kelasku dan semua tampak sedih. Entah apa yang terjadi, akhirnya aku duduk di tempatku.
"Ada apaan Dik?" tanyaku pada Dicky.
"Lu gak nonton berita tadi pagi?" tanyanya padaku.
"Nonton" kataku "nih buat tugas" lanjutku sambil menunjukkan kertas yang sudah kutulis tadi pagi.
"Si korban dari kelas kita" katanya datar padaku.
"Oh....." kataku.
"WHAT!?" Teriakku.
"Kok lu tau?" Tanyaku pada Dicky.
"Tau lah... pas gw deket situ juga" katanya "pas gw liat bener-bener gw kaya kenal sama tuh cewe. Dan seinget gw namanya kalo kaga salah namanya Indri" lanjutnya.
"Indri!?" kataku kaget "Buset.... die sih pinter luh. Kok bisa mati begitu ye?" lanjutku.
"Tau dah...." katanya.
"Semoga di trima di sisi Tuhan. Amin" kataku.
"Amin" kata Dicky.
Aku sedang enaknya tertidur tiba-tiba kepala sekolah memasuki ruang kami dengan dua orang polisi.
"Dikatakan.... bahwa lelaki itu menggunakan seragam sekolah dari sini. Siapa yang membunuh Indri?" tanya kepsek pada kami.
Tidak ada yang angkat tangan ataupun berdiri. Tiba-tiba aku mendengar bisikan dari Dicky.
"Bantu gw y" katanya.
Sepertinya aku mengerti maksudnya. Akhirnya aku menegakkan kepalaku dan mengangguk. Dicky berdiri dari bangkunya dan polisi hendak ingin memborgol tangannya.
Degan cepat Dicky mengambil pisau di saku celana kanannya.
Oh... jadi dia pembunuhnya
Aku sudah paham akan hal ini. Aku langsung membantu Dicky melawan kedua polisi tersebut.
Sekitar 10 menit melawan polisi tersebut, akhirnya kami menang. Kami berdua ketauan akan diri kami yang sebenarnya.
"Jadi... yang membunuh Pak Djoko, Pak John, Pak Leonardo dan Ros itu kamu Win?" tanya kepsek padaku.
"Iya bu" kataku.
"Dasar sikopat. Mulai hari ini saya tidak mau melihat kalian ber2 lagi di sekolah ini!" bentaknya pada kami.
Aku dan Dicky pergi meninggalkan kelas.
Entah kenapa tujuan kami sama. Yap... ke taman sekolah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Psychopath Falling In Love
HorrorLelaki muda yang masih duduk di bangku SMA mengidap kelainan jiwa. Hingga suatu ketika, muncul sesosok wanita di sekolahnya yang membuat ia setengah sadar akan dirinya. Kemunculan wanita ini membuat lelaki ini jatuh cinta pada jumpa pertama. Akankah...
