True Love. (End)

20.1K 662 11
                                    

Nancy terdiam di meja kerjanya. Ia melamun memikirkan saat kejadian James terlihat kacau ketika mengetahui Amanda telah tiada. Entah apa yang di fikirkan Nancy, tetapi dia merasa sangat khawatir dengan James. Namun, ia juga tak bisa menjauh dari Edward. Sambil mengingat kemarin saat pulang, Edward berbicara padanya, "Nan... Kau... Apa kau memiliki rasa terhadap James?" Nancy hanya bingung untuk menjawabnya.
Dia bahkan tak tahu dengan rasa yang ia miliki. Dia hanya merasa simpati terhadap James, namun ketika melihat James memang ada rasa yang berbeda.
"Tidak..." Gumamnya.

Tiba tiba Nancy di kagetkan oleh suara pesan masuk.'Edward?'
'Nan, bisakah kita bertemu di Cafe Rollin' jam 7 malam ini? Aku sangat mengharapkan kehadiranmu...'

Nancy langsung mematikan handphonenya. Dia bingung apakah harus pergi atau tidak.

.....

"Aku menyesal tak bisa menyelamatkannya Gwen... Bahkan di saat terakhir, aku tak berada di sisinya..." James bersandar di kursinya dan memandangi langit langit ruang kerjanya.

Gwen menundukkan kepalanya, ia merasa sedih dengan saudaranya ini. Dengan mencoba mendekat dan menenangkannya Gwen berkata, "Ikhlaskan James... Jika kau tak bisa merelakan dia pergi.. Maka dia tak akan pergi dengan tenang... Jangan jadikan ini sebagai akhir dari hidupmu karena kamu telah kehilangan dia... Setidaknya kamu telah berusaha untuk menjadi yang terbaik di atas semua ini..."

James hanya terdiam dengan masih memandang ke atas. "Alex dan Alvin bahkan Denny masih terlalu kecil..."

"Kau lupa dengan dirimu sendiri?"

Pernyataan Gwen membuatnya sedikit terkejut.

"Kau, James. Juga hidup tanpa seorang ibu. Bahkan orang tua.. Tetapi kau memiliki pendirian yang kuat... Maka anak anakmu kelak akan seperti dirimu. Terlebih mereka memiliki dirimu James. Akan lebih mudah bagi mereka untuk menjalani hidup ini, dengan seorang ayah yang hebat." Gwen berbicara sambil berkaca kaca. Ia terharu dengan kegigihan yang di miliki James.

James menoleh, memandang Gwen, "Kau pasti bisa melalui semua ini. Selama masih ada kita semua... Biarkan kesalahan yang lalu menjadi pelajaran, maka masa depan akan menjadi penuh harapan..."

Mendengar hal itu, James sedikit menyunggingkan senyumannya. Gwen tersenyum lebar melihat kakaknya akhirnya bisa tersenyum.

"Kau benar. Manda tidak benar benar pergi dariku. Dia telah hidup di dalam tubuh dan hatiku..."

.....

Entah apa yang harus dikatakan James pada ketiga puteranya. Apakah dia harus mengatakan bahwa ibunya sudah terkubur oleh tanah? James memandangi mereka dari jendela di lantai atas. Mereka sedang bermain bola. James hanya takut mereka akan benar benar goyah, terutama Alex.
Hembusan angin yang bertiup membuat keadaan menjadi sunyi, James menarik nafasnya untuk menghirup udara, di antara angin yang masuk tercium harum wangi Amanda. Jelas ia sangat mengenalinya, "Manda.. Jika kau berada di sini. Tolong peluklah aku... Agar aku bisa merasa tenang..."

.....

Sejak pukul 7 malam Edward menunggunya. Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 8.45. Dengan setia Edward menunggu kedatangannya. Dia sengaja telah membooking cafe itu agar menjadi lebih sepi dan dapat buka hingga malam.

Edward memegangi sebuah tempat cincin, yang berisi cincin berlian berbentuk hati, dengan bertuliskan huruf ukuran kecil 'I Love You Nancy.'
Sambil memainkan bend itu, ia menarik nafas dalam dalam.

.....

Nancy sudah berada di seberang jalan depan Cafe, dari kejauhan dia melihat Edward sedang duduk menunggunya. Nancy takut dan bingung apakah ia harus kesana atau tidak. Nancy mengepalkan tangannya. Dan perlahan berjalan memasuki cafe itu.

We Really Love You Papa!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang