Bibi Claire dan dokter yang ia panggil melihat cemas ke arah tubuh wanita yang sangat lemah itu. Gwen."Kita harus cepat membawanya ke rumah sakit. Kondisinya sudah tak bisa di tangani disini, jika terlambat saya khawatir akan terjadi hal buruk."
"Ah.. Bawalah dok! Saya tak tega melihatnya seperti ini..."
Dokter segera memanggil ambulan, dan membawa Gwen ke rumah sakit.
.....
Saat pulang kerumah, bibi Claire mendapati bahwa ketiga putera majikannya ini sudah pergi. Ia lalu bergegas menelfon Nancy.
Tuuttt. Tuuut.
"Ah, halo? Bibi? Ada apa?"
"Nona.. Kau sudah sampai dimana?"
"Aku sudah di dalam kereta, kita memang sudah berangkat hampir dua jam yang lalu. Bibi tak ada dirumah ya?"
"Ya... Bibi sedang menjenguk keadaan nona Gwen... Nona.. Dia.."
"Gwen? Ada apa dengannya bi?"
"Dia di bawa kerumah sakit, dan harus menjalani operasi pada lambung juga ususnya..."
Nancy sangat terkejut, "Astaga... Memangnya ada apa dengannya? Bukankah kondisinya sedikit membaik kemarin?"
"Dokter mendiagnosa ia memiliki luka pada sistem pencernaanya, dan lambung nya sudah rusak.. Entah apa penyebabnya, pastinya ini sangat parah nona..." Bibi Claire mulai panik. "Lalu, dokter menanyakan akan melaksanakan tindakan operasi jika ada penanggung jawab. Saya takut nona, apa yang harus saya lakukan?"
Nancy kebingungan, ia melihat Alex Alvin dan Denny yang sedang tertidur di sebelahnya. "Ya ampun, katakan pada dokter segera laksanakan. Dan aku akan datang dalam 2 hari untuk bertanggung jawab."
"Tapi dokter bilang sebisa mungkin sekarang atau paling lambat 12 jam, jika tidak nyawa nona Gwen... Tidak.." bibi Claire mulai menyarukan suaranya, ia tak tahan menahan sedih.
"Bi.. Tenang, jangan panik." 'Ya ampun... Apa yang harus ku lakukan? Memaksa mereka balik, akan menambah kekecewaan mereka.. Dan ini kesempatan besar mereka.. Apa yang... Harus... Ah! James!'
Nancy teringat ayah muridnya itu."Bibi! Cepat hubungi James. Dan katakan untuk dia datang, mungkin dia tidak berada terlalu jauh dan akan cepat datang."
"Tapi nona.. Apa kau yakin? Tuan James, jika dia..."
"Tak apa! Bibi harus berani mengatakannya, aku juga akan mencoba menghubunginya dari sini... Aku akan coba yakinkan dia.."
Bibi Claire merasa tak yakin dengan hal ini, tetapi ia harus mencoba berbicara padanya.
......
James menuju ke tempat pendaftaran dan rumah sakit di kota Dovinn. Ia kemudian menanyakan soal pasien wanita yang sedari tadi membuat hatinya tak tenang.
"Suster! Tolong, cepat cari informasi terakhir tentang Amanda Willson. Dia menjadi salah satu pasien disini sekitar 8 bulan yang lalu.."
"Hmm.. Maaf tuan, tetapi itu sudah lama sekali, dan lagi pula, datanya sudah sangat menumpuk." Jelas perawat itu.
"Dengar, apa kau butuh uang lebih? Apa kau tak mau menolong diriku ini?" Seraya mengeluarkan cek uang ia memberikannya pada perawat itu. Para perawat di sana hanya kebingungan dan saling menoleh.
"Ma.. Maaf tuan.. Kami bukan ingin uang..."
Tiba-tiba James mendobrak meja di depannya, "Ya lalu apa yang kalian inginkan hah?! Aku akan berikan semua yang kalian mau!! Tapi sekarang tolong carikan data terakhir pasien itu!! Dengan cara apapun, aku tak peduli! Lakukan sekarang!"
Sontak gentakan James membuat perawat, dan orang dia area itu terkejut dan takut. Hingga satpam menghampirinya karena mengganggu kenyamanan, "Maaf pak, dilarang membuat kegaduhan di sini. Mohon untuk keluar," satpam itu mencoba meraih lengan nya.

KAMU SEDANG MEMBACA
We Really Love You Papa!
RomanceCerita tentang seorang arsitektur yang kini harus menjalani hidup bersama buah hatinya. Akankah mereka menemukan sosok ibu baru di kehidupan mereka? Apa yang akan terungkap tentang rahasia hidupnya? Bahkan pria ini tidak tahu soal hal itu... Tuhan...