Wanita itu...

22.6K 1.1K 4
                                    


Libur musim panas...

Seminggu yang lalu Denny terjatuh dari pohon, memang tidak terlalu tinggi, tetapi membuat tangan kanannya terluka. Kondisinya sudah baik sekarang. Dia sudah bisa bermain dengan kakaknya.

Sementara ketiga puteranya bermain, papa mereka sedang sibuk mempersiapkan model mall baru yang akan di bangun dalam waktu dekat. James sedang kedatangan tamu di ruang kantornya hari ini, dia adalah David Parker junior James di kantor.

"Kak, ini laporan soal perencanaan gedung baru.." terang David seraya menyerahkan setumpuk kertas.

"Mengapa tidak di kirim ke email ku saja?" James membuka-buka isi laporan itu.

"Ng, pak Giph menyuruhku datang, lagipula email di kantor sedang bermasalah.. Sekalian aku juga ingin berkunjung kerumah kakak. Mengaggumkan, bagus sekali rumahmu kak!" David menerawang ke seluruh ruang kerja arsitek yang sedang naik daun itu.

"Hmm.." James hanya membalas dingin ungkapannya.

Ya, David mengenal James Scott di kantor hampir 5 tahun. David tak menyangka, pria ini bisa menjadi pribadi yang sangat bertolak belakang. Ketika ia berada di lingkungan sosial, ia akan bersikap menjadi sangat dingin dan serius. Itu sebabnya daya tarik kharisma yang ia miliki sangat kuat.
Tetapi ketika ia sudah berada di rumah, ia akan menjadi pria dan sosok ayah yang lembut dan penyayang.

"Papa! Papa!" tiba-tiba datang Denny yang tersengah-sengah karena berlari. Ia menghampiri papanya.

"Ada apa sayang?" James mencoba menyamakan tingginya.

"Kak Alex dari tadi menendang bola ke arahku terus.. Kakiku sakit pa... Lalu kak Alvin menyuruhku untuk adukan hal ini sama papa.." mata Denny mulai berkaca-kaca. Sangat lucu.

"Baiklah, akan papa marahi Kakakmu setelah papa menyelesaikan obrolan papa ya. Sekarang kamu pergi ke Bibi Claire dan minta coklat panas. Mengerti?" James mengusap usap kepala Dennya dengan lembut.

"Siap paaa!" Denny keluar dengan senyum merekah di wajahnya. Mungkin ia sudah merasa lega karena sudah mengadu.

David yang sedari tadi memperhatikan, terlihat kebingungan, "Kakak... Anakmu lucu juga ya, tapi kenapa kakak terlihat berbeda sekali kalau di kantor ya.."

Pertanyaannya hanya di balas angguk oleh James yang tetap membaca isi laporan itu.

"Kak James.."

"Ada apa?"

"Pak Giph menitip pesan padaku,"

"Pesan apa?"

"Dia bilang, anak perempuannya Hillary menanyakan soal kakak, ia ingin sekali bertemu denganmu kak..."

James tetap tidak menanggapi, tetapi David tetap melanjutkan.

"Hillary sangat cantik loh kak... Dari kemarin dia datang ke kantor dan menyakan keberadaan kakak... Mungkin dia ingin kenal dengan kakak lebih dekat... Sudah cukup tersebar beritanya di kantor, kalau kakak mau di jodohkan dengannya kak. Kurasa kalian berdua cukup cocok kak.. Dan..."

"David," James menghentikan ocehan laki-laki yang berbeda 5 tahun darinya itu.

"Eh, iya kak?"

"Urusan kerjaan kita sudah selesai kan? Sekarang, ku harap kau pergi kembali ke kantor.." Dengan menunjukkan senyum sinisnya membuat David ketakutan. Dengan cepat ia bergegas mengambil tas kerjanya, "Eh.. Iya kak.. Ba.. Baiklah.. Aku pergi kak.. Maaf.. Permisi..."

Ketika ia akan keluar ruangan,
"David, satu lagi,"

"I.. Iya.. Kak?" ia membalikkan badan dengan tubuh gemetar.

We Really Love You Papa!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang