Hari - hari berlalu, Fanni dan Nando jadi semakin dekat sama seperti saat mereka kecil dulu, tapi hubungan mereka hanya sebatas sahabat bagi Fanni. Bestie - bestie nya mengatakan bahwa mereka itu cocok bila memiliki hubungan yg lebih. Dan juga tak sedikit siswa SMA Pemuda Satya yg tau kedekatan mereka berdua dan menyarankan juga agar mereka jadian.
Tapi Fanni dan Nando menanggapi semua itu dengan tawa kecil di bibir mereka. Padahal yg sebenarnya mengharapkan itu terjadi adalah Nando. Karena ia yg sangat menyayangi Fanni, tapi Nando tidak akan memaksakan hati Fanni utk bisa membalas perasaannya. Setidaknya Nando bisa melihat Fanni bahagia dan itu semua karenanya.
Fanni dan Leo? Jangan tanyakan bagaimana mereka. Karena setiap harinya Leo pasti selalu saja mengusik hidup Fanni. Leo selalu membuat Fanni kesal apalagi bila Fanni sedang tak bersama Nando, berhasil lah semua rencana - rencana Leo utk membuat wajah Fanni seakan akan ingin meledak.
Seperti apa yg sedang terjadi saat jamkos di kelas Fanni sekarang. Leo tiba - tiba masuk ke kelas Fanni dan menjahili Fanni di depan semua teman sekelas Fanni. Bestie - bestie Fanni yg melihat Leo terus menggoda/mengusik Fanni yg sedang membaca novelnya hanya geleng - geleng, karena tak jarang mereka melihat Fanni dan Leo seperti itu.
"Lo tuh ngapain sih! Keluar gak lo dari kelas gue!" Bentak Fanni pada Leo yg terus - terusan mengganggunya.
"Atututuu.. Lo tuh alusan dikit bisa lah Fan ke gue. Masa tiap ada gue elo jutek kayak gitu terus marah - marah mulu' lagi. Salah gue apaan sih?!" Leo berkata dengan tampang tanpa dosanya.
Fanni melirik sekilas ke arahnya dan mendengus kesal.
"Salah lo banyak!" Jawab Fanni datar. Bahkan sangat datar.
Ia sedari tadi tak fokus membaca novelnya karena Leo selalu mengganggunya. Ingin rasanya Fanni namplok wajah Leo menggunakan novelnya yg lumayan tebal itu. Tapi ia urungkan karena kekesalannya masih bisa ia tahan.
"Ya ampun Fan.. gue minta maaf deh. Lo pasti maafin cogan cem gue ini kan?" Leo menaik turunkan alisnya itu dan menatap Fanni dengan tatapan jahilnya.
"Buset dah, Pede gilak lo! Uda deh mending lo keluar dri sini!" Sentak Fanni dan menarik Leo keluar kelasnya. Fanni sudah mulai muak,mungkin.
"Ciee pegang - pegang gue. Mau bawa gue kemana sih?" Leo terus menggoda Fanni hingga Fanni melepaskan tangannya yg menarik Leo tadi.
"Gausa GR! Mending lo balik ke kelas lo gih. Hushuss.." Fanni mengusir Leo saat mereka sudah di luar kelas.
"Ngusir gue lo?"
"Menurut lo? Uda gih hus huss.."
"Yauda gue balik kelas gue. Jangan kangen loh." Leo mencubit pipi Fanni gemas dan nyengir - nyengir tanpa dosa.
"Najis gue!" Ketus Fanni dan masuk ke dalam kelasnya.
"Fan.. pulang sekolah bareng gue." Teriak Leo yg masih bisa Fanni dengar saat ia kembali duduk di bangkunya.
"Lah tuh muka kenapa deh Cy jadi kusut kek begitu?" Mita, Cica, dan Priska menghampiri Fanni yg sedang terduduk dengan wajah lesu.
"Gue tuh cape tau gak, si TM tuh gada berentinya ganggu gue. Muak gue lama - lama." Ucap Fanni dengan wajah sebal.
"Ya ampun Fan.. disabarin aja dah." Priska tak tega melihat wajah sahabatnya selesu itu.
Akhirnya Fanni memutuskan untuk membaca novelnya lagi melanjutkan halaman yg tadi tak sempat ia baca karena Leo mengganggunya.
*****
Semua siswa SMA Pemuda Satya sudah berhamburan keluar kelas mereka saat bel pulang sudah berbunyi, termasuk Fanni dan juga bestie - bestie nya.
"Cy..Mit..Pris.. gue duluan ya. Pak Anto dah nunggu gue noh." Ujar Cica sembari melambaikan tangannya dan berlalu pulang.
"Icy, Priska.. mama gue jemput, gue balik dulu ya. Bye" Kali ini yg dijemput adalah Mita. Meninggalkan Fanni dan Priska yg masih menunggu jemputan di Pos Satpam.
"Icy.. lo pernah jatuh cinta gak?" Priska mengawali pembicaraan yg membuat kening Fanni berkerut. Seolah heran mengapa bestie nya yg satu ini menanyakan hal itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ms. Jutek And Mr. Troublemaker
Jugendliteratur"Gue ga akan jatuh kepesona nya,ga akan!!!" Daisy Liofannie "Gue akan buat lo jatuh cinta sama gue, apapun itu caranya" Leo Febrian
