Chapter 13

1.4K 60 0
                                        


"Buat apa dia kesini?!"

Cewek itu adalah... Tari.
Mantan gue yang uda gue putusin beberapa minggu yang lalu.

Dan sekarang, dia jalan ke arah gue sambil tersenyum lebar.
Senyuman yang buat gue mual, pengen muntahin di wajahnya.

"Hy Leo. Kok lo disini sih? Gak sekolah?" Tanyanya lalu menduduki  kursi tepat di hadapan gue.

Terus dia sendiri ngapain kesini coba! Dia juga gak sekolah.
Dasar Tolol!

"Gue lagi pengen sendiri." Jawab gue cuek sambil memalingkan wajah.

"Ohh gitu. Lagi mikirin Fanni pasti ya?"

"Apaan deh lo. Bukan urusan lo."

"Hm.. kasian ya Fanni kemarin. Oh ya gimana keadaan dia sekarang? Obname? Atau.. Koma?
Haduh.. masa iya sih cuma gue siram air aja koma. Haha lemah banget deh tuh cewek."
Gue memicingkan mata gue ke arahnya.

Jadi, Tari pelakunya.

"Oh.. jadi lo yang buat Fanni sampek masuk rumah sakit kemarin?" Tanya gue sesantai mungkin.

"Emang iya. Udah deh Leo lo itu ya gak pantes banget sama cewek jutek macem Fanni begitu. Masih cantikan juga gue dimana - mana." Ujarnya menyombongkan diri dengan wajah menor nya itu.

"Heh! Lo denger ya, kalo lo sekali lagi memperlakukan Fanni kayak kemaren gue gak segan - segan akan ngubur lo idup - idup!" Ucap gue penuh penekanan dengan tatapan tajam.

Dan sekarang, gue jadi sorot perhatian di Cafe ini.
Tapi gue, ga peduli!

"Uh uh uh.. gini ya Leo sayang. Kalo lo emang mau gue gak ngelakuin hal yang sama atau lebih kejam dari kemarin, lo harus mau balikan sama gue." Ucapnya dengan santai dengan senyum liciknya itu.

Makin muak gue!
Nih cewek bener - bener gila bin sarap!

"Balikan sama lo? Jangan mimpi lo. Eh, gue uda bilang kan sama lo kalo gue nembak lo hari itu karena game konyol gak jelas yang gue mainin sama sobat gue."

"Oh.. jadi lo gamau? Okay, karena lo gamau balikan sama gue, gue juga gamau nurutin kemauan lo untuk tidak memperlakukan Fanni seperti kemarin." Ujarnya lalu keluar Cafe.

Argh!!
Bukannya nenangin diri gue disini malah bikin gue makin frustasi.

Gak! Gue gak akan biarkan tuh cewek gila memperlakukan Fanni seperti kemarin. Gue akan buat pelajaran ke cewek gila itu, secepatnya.

Liat aja pembalasan gue!

"Hoy! Yailah melamun aja lo." Tepukan di bahu gue membuyarkan semua lamunan gue.
Ternyata Miko, Ken, dan Nando sudah datang.

"Apaan deh lo. Ngagetin aja." Sungut gue pada Miko.

"Hehe lagian lo sih melamun aja, kehadiran kita seolah gak dianggap." Ucap Miko dengan lebay nya hingga mendapat sebuah jitakan mulus dari Ken.

"Oh ya, barusan kita papasan sama Tari, lo ketemu dia juga?" Tanya Nando yang membuat gue memutar bola mata malas.

"Ya. Tuh cewek bener - bener gila tau gak." Ujar gue sembari menyenderkan punggung di kursi cafe ini.

"Gila? Maksud lo?" Tanya Nando dengan tatapan bingung.

Tapi gue liat Ken udah mulai mengerti dengan apa yang gue maksud.
"Ck. Gue tau, pasti dia minta lo balik sama dia lagi, yakan?"

"Sayangnya jawaban lo itu bener Ken." Jawab gue lesu.

Gue masih memikirkan Fanni. Gue takut terjadi sesuatu dengan dia kalo nantinya Tari ngelakuin hal seperti kemarin.

Ms. Jutek And Mr. TroublemakerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang