Fanni PoV
Gue bener - bener bingung sama apa yang gue rasain sekarang.
Kenapa gue harus ngerasa bersalah saat Leo bicara seperti kemarin malam setelah makan malam?
"Fan... harusnya kita gak kayak gini. Masa lo nyuruh gue jauhin lo cuma karena omongan Tari."
Ya, memang tak seharusnya begitu.
"Ya gue minta maaf kalo gue selalu jailin lo dan buat lo kesel mulu. Tapi di balik itu semua gue bener - bener sayang sama lo Daisy Liofannie."
Gue memang kesel sama dia, tapi sekarang gue ngerasain hal yang aneh. Dan gue gak tau itu apa.
"Gue gak akan lepasin lo, sebelum lo cabut perkataan lo hari itu."
Gue gak bisa. Gue takut hal itu terjadi lagi. Udah cukup trauma gue gegara si Tari hari itu.
Tidak lagi dan tak akan lagi.
Bukan gue egois, tapi gue bener - bener capek harus ngadepin masalah yang berkaitan dengan cowok.
"Dor!!"
Cica membuat gue terkejut karena ulahnya.
"Lo ah ngagetin aja."
"Hehe abisan lo melamun aja sih dari tadi." Ucap Cica cengar - cengir.
"Lo lagi kenapa sih Cy? Ada masalah?" Tanya Priska lalu duduk di kursi kosong sebelah gue.
Gue tersenyum tipis ke arahnya
"Gue ga apa kok."
"Yakin lo?" Cica menatap gue dengan serius.
"Iya." Jawab gue sambil nyengir ke arah mereka.
"Yaudah deh.
Oh ya, gimana kalo nanti kita ke Mall? Udah lama loh kita ga jalan bareng."
Gue menimang - timang tawaran Cica, lumayan juga buat sedikit penyegaran otak.
"Boleh deh." Jawab gue.
"Wah, yuk!"
"Oke, jadi jam berapa?"
"Balik sekolah kita pulang kerumah dulu terus langsung capcus deh ke rumah Icy." Ucap Cica semangat.
"Okay." Jawab kita bertiga serempak.
Setelah gue merasa bosan dengan suasana kelas yang riuh karena jamkos, gue pun memutuskan untuk pergi ke kantin bersama ketiga bestie gue.
*Kantin
"Eh Cy, kok tumbenan ya." Celetuk Mita tiba - tiba.
Gue mengerutkan kening gue tak mengerti dengan ucapan Mita.
"Apa?"
"Noh lo liat, Leo bareng ama Tari. Lo bilang mereka kan udah putus, kok sekarang barengan lagi ya?"
Ya, jadi ketiga bestie gue udah gue ceritain kejadian hari itu dan dari awal mereka memang sudah tau bahwa Tari adalah pacar Leo.
"Tau' deh. Balikan kali." Jawab gue cuek.
Emang ya, cowok itu gak ada yang bisa dipercaya omongannya. Kemarin bilang sayang, sekarang malah bareng orang lain.
Sebel sendiri gue liatnya!
"Lo cemburu Cy?" Tanya Priska tepat di telinga gue yang gue yakini tak di dengar oleh Cica dan Mita.
Gue terkejut sama pertanyaan Priska
"Ya ngga lah!"
Cica dan Mita pun menoleh ke arah gue dan Priska menatap kita bingung.
"Lo kenapa sih?"
"Gapapa. Udah deh kalian lanjutin makan."
Setelah kita berempat selesai makan, kita langsung beranjak dari bangku kantin lalu kembali ke kelas.
*****
"Cy, udah siap kan lo?" Tanya Mita yang telah sampai dirumah gue dengan Priska dan Cica.
"Udah kok."
KAMU SEDANG MEMBACA
Ms. Jutek And Mr. Troublemaker
Teen Fiction"Gue ga akan jatuh kepesona nya,ga akan!!!" Daisy Liofannie "Gue akan buat lo jatuh cinta sama gue, apapun itu caranya" Leo Febrian
