"Semangat ya olimpiadenya. Gue bantu do'a buat lo." Ucap Reyhan menyemangati adik tersayang nya yang akan mengikuti olimpiade biologi itu.
"Iya pasti. Lo jam berapa jemput mama papa kak?"
"Jam 7 ntar lagi. Udah gih lo berangkat Nando udah nunggu di depan." Fanni mencium tangan kakaknya itu lalu keluar dari rumahnya.
"Lo kesekolah dulu, atau langsung ke tempat lombanya Cy?" Tanya Nando saat Fanni telah berada di dalam mobilnya.
"Langsung ke tempat lomba Do." Jawab Fanni yang langsung diangguki oleh Nando.
Nando pun melajukan mobilnya menuju tempat dimana Fanni akan mengikuti olimpiadenya.
Nando kenapa bisa tau tempatnya?
Ya karena Nando pernah ikut olimpiade fisika ditempat yang sama.
*****
"Sukses ya Cy. Gue do'ain yang terbaik untuk lo." Ujar Nando lalu memeluk Fanni.
"Thanks ya Do." Ucap Fanni membalas pelukan Nando.
Setelah mereka menyudahi peluk - pelukan mereka tadi, Nando tersenyum manis pada Fanni lalu mengacak rambutnya.
"Ihh.. Dodo mah kebiasaan deh." Fanni memanyunkan bibirnya membuat Nando terkekeh.
"Udah gak usah pake acara ngambek - ngambekan. Masuk gih, ntar keburu acara nya dimulai." Ucap Nando yang membuat Fanni tersenyum lebar pada akhirnya.
"Gitu dong senyum.
Yauda gue berangkat sekolah dulu ya. Semangat Icy."
Nando pun berjalan memasuki mobilnya.
"Bye Dodo!
Lo juga yang bener sekolahnya." Ucap Fanni lalu mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam gedung yang akan digunakan untuk olimpiadenya.
*****
Sementara di sisi lain Leo terus - terusan murung di kelasnya. Hingga sobatnya mulai menyadarinya dan menanyakan apa yang membuatnya seperti itu.
Jawaban yang diajukan Leo hanya satu, yaitu "Fanni".
"Yan, lo bisa lah cerita ke kita - kita kalo ada masalah." Ujar Ken.
"Termasuk soal cewek." Lanjut Miko.
"Gue ga papa." Jawab Leo singkat dan terkesan dingin.
Tak lama pun akhirnya Nando datang dengan senyum yang terukir di bibirnya lalu ber tos pada ketiga sobatnya itu.
"Dari mana aja lo dateng make senyum - senyum lagi, ga sakit kan?" Tanya Miko yang mulai lebay.
"Sembarangan aja lo. Gue tadi nganterin Fanni olimpiade." Ucap Nando lalu duduk di bangkunya.
"Hah? Serius lo? Kok bisa? Bukannya Fanni gebetan Leo? Kenapa lo yang nganter dia?" Sederetan pertanyaan itu keluar dari mulut seorang Miko yang membuat Leo mendengus kesal, tetapi Nando malah tersenyum.
"Iyalah gue serius. Kak Rey gak bisa nganter Fanni hari ini karena harus jemput bonyoknya di bandara, jadi ya gue yang nganter deh." Jawab Nando membuat Miko dan Ken mengangguk mengerti.
Tetapi tidak dengan Leo. Ia justru merutuki dirinya sendiri. Kenapa ia harus menyuruh Nando menjemput Fanni di rumah sakit kemarin hingga membuat mereka akan semakin dekat.
Bila kemarin Leo tak langsung pergi dari rumah sakit mungkin ia masih memiliki kesempatan untuk bisa berdekatan dengannya selayaknya teman walaupun Leo yang sangat ingin lebih dari itu.
Tapi hatinya benar - benar sakit kemarin setelah Fanni mengatakan sederatan kata - kata itu.
Sekarang pun kata - kata yang dilontarkan Fanni masih terbayang - bayang di otaknya membuat hatinya kembali terasa sakit.
Sepertinya gue bener - bener butuh ketenangan dan kebebasan. Batin Leo.
Akhirnya, Leo pun mengambil tasnya lalu melangkahkan kakinya keluar kelasnya dan tak memperdulikan panggilan dari ketiga sohibnya yang sedari tadi membahas soal Fanni itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ms. Jutek And Mr. Troublemaker
Teen Fiction"Gue ga akan jatuh kepesona nya,ga akan!!!" Daisy Liofannie "Gue akan buat lo jatuh cinta sama gue, apapun itu caranya" Leo Febrian
