Nando PoV
Dugaan gue selama ini memang bener.
Leo suka sama Fanni.
Sedangkan gue, yang udah memendam perasaan ini dari lama bisa apa?
Gue gak mungkin ngerebutin Fanni sama sahabat gue sendiri.
Mungkin emang bener, yang namanya cinta itu tidak harus memiliki dan tidak harus memaksakan.
Perasaan gue dan ego gue bercampur aduk menjadi satu.
Gue pingin banget selalu ada di sisi Fanni. Tapi bukan hanya dengan status sahabat, gue pingin status yang lebih dari itu. Gue bisa lindungin dia dimana pun dia berada.
Tapi disisi lain gue gak mau dapetin Fanni dengan menyakiti hati sahabat gue nantinya.
Sekitar 3 jam yang lalu gue sampe dirumah dan sekarang hari sudah berganti malam.
Gue bergegas mandi karena sebentar lagi gue akan kerumah Fanni untuk makan malam bersama dengan om Herman dan tante Dia yang baru datang dari luar negeri.
*****
Sesampainya gue dirumah Fanni gue langsung disambut hangat oleh keluarga ini.
Sama seperti saat gue kecil dulu.
"Dodo, makin ganteng ya kamu." Puji tante Dia,mama Fanni yang gue balas dengan senyum.
"Yasudah ayo masuk." Gue pun masuk ke dalam rumah Fanni dan ikut makan malam bersama.
Ya, jadi yang mengundang gue kesini adalah kak Rey tadi disaat gue lagi di Cafe sama tiga sobat gue.
"Gimana Dodo sekolahnya?" Tanya om Herman mulai mengisi pembicaraan.
"Lancar kok om."
"Kamu satu sekolah dengan Fanni kan Do?" Kini tante Dia mulai bertanya.
"Iya tante."
"Terus rencana setelah lulus Dodo mau kemana?"
"Kuliah sambil belajar ngurus perusahaan papa."
"Oh ya, gimana kabar papa mama kamu Do?"
"Sehat kok tante. Mereka sekarang di Kalimantan. Papa ada kerja disana."
"Oh gitu."
Setelah itu suasana pun hening. Masing - masing menikmati makan malam dengan khidmat.
Setelah selesai makan, gue dan Fanni pergi ke taman belakang rumahnya.
"Cy, gue boleh tanya sesuatu gak ke elo?"
"Tanya apa?"
"Hari itu gue panggil lo Cycy, kenapa gak boleh?"
Ya, sepertinya ini emang saatnya gue mulai tau tentang Fanni setelah beberapa tahun gue tinggal di Malang.
"Hm.. ya jadi Cycy itu adalah sebutan nama buat gue saat smp dulu." Ucapnya gugup.
"Terus kenapa lo gak suka gue panggil Cycy? Padahal dulu kecil gue juga pernah manggil lo Cycy."
"Gue..gue.. itu masa lalu gue Do." Jawabnya yang membuat kening gue berkerut.
"Maksud lo?"
Sumpah kali ini gue gak ngerti sama sekali maksud Fanni.
"Mantan gue. Ya, dulu gue sih suka - suka aja dipanggil Cycy sama dia karena panggilan itu juga yang ngingetin gue ke lo. Tapi akhirnya dia juga pergi dan karena itu gue gak mau dipanggil Cycy lagi, itu semua ngingetin gue sama lo yang hari itu pergi dan juga dia." Ungkapnya yang membuat gue jadi terus - terusan dibendung rasa bersalah karena kepergian gue dulu.
Gue langsung membawanya ke pelukan gue.
"Maafin gue Cy."
"Ga apa Do, gue udah maafin lo kok." Ujarnya dan melepas pelukan kami.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ms. Jutek And Mr. Troublemaker
Teen Fiction"Gue ga akan jatuh kepesona nya,ga akan!!!" Daisy Liofannie "Gue akan buat lo jatuh cinta sama gue, apapun itu caranya" Leo Febrian
