"Leo.." Ucapnya dan langsung memeluk gue.
"Gue takut disini sendirian Le, gue takut." Ucapnya dengan sesegukan masih dengan memeluk gue.
Gue mencoba menenangkannya
"Sstt.. jangan nangis lagi, sekarang ada gue disini. Lo kenapa bisa kayak gini Fan?"
Dia hanya menggelengkan kepalanya di pelukan gue.
"Yauda sekarang kita ke UKS aja ya, lo ganti baju lo yang basah ini." Fanni pun mengangguk dan melepas pelukannya.
Gue membantunya berdiri dan menuntun dia keluar toilet menuju UKS.
Sesampainya di UKS, Fanni langsung masuk ke dalam dan mengganti bajunya. Gue menunggunya diluar.
Yakali gue ikut kedalem juga, bakal jadi singa dah dia.
Setelah Fanni keluar dari UKS dia melangkah mendekat ke arah gue.
"Fan.. lo ga apa?" Tanya gue sambil memegang kedua pundaknya.
Fanni hanya menggeleng dan bibirnya yang pucat menampakkan senyum tipisnya ke gue.
"Makasih." Setelah Fanni mengucapkan satu kata itu dia pingsan. Dan gue langsung menahan tubuhnya agar ga jatuh.
Gue menggendong Fanni ala bridal style dan membawanya ke rumah sakit, karena penjaga UKS lagi ga ada.
*****
"Gimana sama keadaan Fanni dok?" Tanya gue saat dokter baru keluar dari UGD.
"Pasien baik - baik saja. Hanya mungkin dia ketakutan dan pernah memiliki trauma dengan keadaan yang terjadi seperti tadi sebelum anda membawanya ke sini." Ucapan dokter itu benar - benar membuat gue lega. Syukurlah Fanni ga apa.
"Baik dok, terimakasih."
"Sama - sama." Dokter itupun tersenyum dan menepuk bahu gue pelan sebelum dia pergi dan mengurus pasien lain,mungkin(?)
[a: leo gosah sotoy deh!
leo: diem deh lo thor! suka" gua sih
a: oh gtu.oke,ga gue jadiin ama Fanni tau rasa deh lo! Haha*ktawa setan*
leo: jahat bner lo ama gue.
a: au'ah bodo']
#abaikanAbaikan!><
Gue pun masuk ke dalam ruang UGD menemui Fanni.
Terlihat Fanni sedang terbaring di atas ranjang ruang UGD ini.
Gue menghampirinya lalu duduk disamping ranjang tempatnya terbaring.
Tak lama kemudian, Fanni terbangun dan melihat ke arah gue dengan wajah datarnya lalu mengalihkan pandangan ke arah lain.
Ada apa sebenernya sama Fanni?
Kenapa dokter bilang dia punya trauma sama kejadian yang terjadi tadi, gue aja gatau dia tadi kenapa nangis minta tolong dengan baju yang basah dan dia dikunci di kamar mandi?
Siapa yang ngelakuin ini semua, harus berhadapan dengan gue!
"Fan.. lo kenapa bisa-"
"Gue gak papa. Dan tolong mulai sekarang, lo jangan pernah gangguin gue lagi. Dan buat yang tadi, makasih udah nolongin gue."
Dia menyela ucapan gue dan berkata sepanjang itu. Fanni gak pernah bicara sepanjang itu ke gue.
Tapi ucapan dia seakan buat jantung gue berhenti berdetak.
Gue salah apa?
Kenapa dia nyuruh gue jauhin dia?
Bukankah kita udah berteman?
Apa Fanni udah muak sama perilaku gue yang selalu nyebelin?
Sebenarnya ini semua apa? Gue ga ngerti.
Banyak pertanyaan yang terbayang - bayang di otak gue.
"Fan.. kenapa lo tiba - tiba kayak gini?" Hanya pertanyaan itu yang bisa gue lontarkan.
"Gue uda bilang, gue gak papa." Jawab Fanni singkat dan datar. Ya, datar banget.
Mungkin pikiran dia lagi kacau sekarang,yasudalah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ms. Jutek And Mr. Troublemaker
Teen Fiction"Gue ga akan jatuh kepesona nya,ga akan!!!" Daisy Liofannie "Gue akan buat lo jatuh cinta sama gue, apapun itu caranya" Leo Febrian
