"Icy..." Sonya masuk ke dalam ruangan inap Fanni lalu menghampiri Fanni yang melamun di atas bragkar rumah sakit.
Fanni yang terkejut atas kehadiran Sonya langsung memalingkan wajah dari langit - langit rumah sakit ke arah datangnya Sonya.
"Eh, hai kak," Sapanya sedikit gugup karena takut ketahuan bila Fanni sedang melamun tadi.
Sonya adalah tipikal cewek yang banyak dikagumi para lelaki. Wajahnya yang cantik dan tubuh ideal yang dimilikinya membuat banyak lelaki terpikat akan keanggunannya.
Tak salah bila Rey memilih Sonya menjadi pacarnya, sifatnya begitu baik dan penyabar pada semua orang tapi meski begitu Sonya juga merupakan cewek yang cerewet apabila terjadi sesuatu pada orang terdekatnya dan tak terkecuali adik pacarnya, Fanni.
"Ya ampun Cy, kepala kamu kenapa bisa diperban begini? Kamu gimana ceritanya sih bisa kecelakaan?
Pokoknya kamu harus cerita ke kakak!" Sonya sudah tak tahan ingin mendengar penyebab Fanni kecelakaan hingga mendapat balutan perban di kepalanya.
"Jadi ceritanya, aku kan baru pulang dari pesta temen aku terus di jalan yang minim pencahayaan ada truk dari arah berlawanan yang buat aku kaget dan langsung banting stir ke kiri. Alhasil aku dapet perban gini deh, hehe." Jawab Fanni dengan cengiran di akhir ucapannya.
"Ya tapi lain kali kamu harus lebih hati - hati Cy, kamu bikin kakak khawatir tau gak setelah kamu ngabari kakak pake hp Rey.
Oh ya, Rey kemana kok hp nya ada di kamu?"
"Kak Rey pulang mau bersihin badannya sekalian bawain baju ganti buat aku, mungkin kak Rey lupa jadi ketinggalan disini deh."
"Oh gitu. Kamu udah sarapan?" Tanya Sonya.
"Sudah kok kak, tadi susternya kesini bawain aku makanan."
"Yaudah deh, kakak temenin kamu disini." Sonya menarik kursi disamping brangkar Fanni lalu duduk di kursi itu.
"Loh, kak Sonya bukannya harus kuliah ya?"
"Gak papa. Kakak sambil nunggu Rey, daripada kamu disini sendiri." Ucap Sonya yang ditanggapi anggukan Fanni.
Lalu mereka berdua larut dalam obrolan yang membicarakan cerita - cerita keduanya. Karena seperti itulah mereka bila bertemu, selalu membincangkan tentang kehidupan mereka.
***
"Mit, Icy udah bisa dihubungin belom?" Tanya Priska pada Mita.
"Belom bisa, nomornya gak aktif terus." Jawab Mita sambil menggigit ujung ponselnya karena panik.
Saat pesta berakhir Mita, Priska, dan Cica terus saja menghubungi Fanni dan mencarinya. Namun hingga saat ini salah satu dari mereka tak ada yang tau bagaimana kabar Fanni yang ternyata sedang berada di rumah sakit.
Mereka bingung apa yang membuat Fanni meninggalkan pesta itu tadi malam.
"Kita datengin aja deh kerumahnya." Ucap Mita yang langsung di setujui oleh Cica dan Priska.
Mereka bertiga pun bergegas ke rumah Fanni dengan manaiki mobil Cica.
**
Sementara disisi lain, Leo sedang memikirkan Fanni.
Tentang kejadian semalam, Fanni yang menabraknya sambil menangis dan hal itu yang membuat otaknya di isi pemikiran negatif tentang keadaannya semalam.
Sedari tadi ia terus menghubungi Fanni namun hasilnya nihil. Fanni tetap tidak bisa dihubungi.
Ia benar - benar khawatir akan keadaan orang yang dicintainya itu.
Sampai saat ini, Fanni masih tetap menjauhinya dan itu semua karena Tari.
Andai saja dulu ia tak mengikuti permainan konyol bersama sobatnya itu, tak mungkin sekarang ia menjadi gelisah begini akan perasaannya.
Leo sangat menyayangi dan mencintai Fanni. Perasaannya seakan tak pernah bisa luntur pada gadis itu.
Fanni lah satu - satunya wanita yang bisa membuat Leo jatuh cinta.
Fanni lah satu - satunya wanita yang bisa membuat Leo gelisah lantaran Fanni yang menjauhinya.
Hanya Fanni. Dan cuma Fanni yang kini selalu berada di hati dan pikiran Leo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ms. Jutek And Mr. Troublemaker
Teen Fiction"Gue ga akan jatuh kepesona nya,ga akan!!!" Daisy Liofannie "Gue akan buat lo jatuh cinta sama gue, apapun itu caranya" Leo Febrian
