Sesampainya mereka dirumah Fanni mereka bertemu dengan ketiga bestie Fanni yang berada di teras rumahnya.
"Kalian ngapain kesini?" Tanya Mita pada keempat cowo itu.
"Kita mau ketemu Fanni. Kalian sendiri ngapain di depan teras begini?" Tanya Miko balik.
"Kita juga mau ketemu Fanni karena dari semalem Fanni gak ada kabar setelah balik gitu aja dari pesta Nando. Tapi barusan pembantu Fanni bilang kalo Fanni gak di rumah, kak Rey pun sama dan kita masih bingung harus nyari Fanni kemana." Jelas Cica.
"Em.. sebenernya-" Ucapan Leo terputus karena tiba - tiba terdengar suara deru mesin mobil yang memasuki halaman rumah Fanni.
Pandangan mereka semua langsung terfokuskan pada mobil pajero sport hitam yang sangat dikenali oleh Priska.
"Itu mobil kak Rey, kan," Ucap Priska yang begitu hafal dengan mobil kakak sahabat terdekatnya itu.
Rey keluar dari mobilnya dan sedikit terkejut mendapati teman - teman Fanni di teras rumahnya.
Ia yakin, mereka semua pasti sedang kebingungan mencari Fanni.
Tapi ia mencoba bersikap setenang mungkin menghadapi mereka. Karena mungkin mereka juga tidak tau soal kecelakaan itu.
"Loh, tumben rame - rame kesini. Ada apa?" Tanya Rey sok tidak tau.
"Kita semua lagi nyari Fanni kak, dia gak bisa dikabarin dari semalem setelah dia balik gitu aja dari pesta Nando." Ucap Priska dengan raut wajah khawatirnya.
"Oh.. Fanni kerumah nenek gue di Bogor. Pasti semalem dia buru - buru banget setelah gue telfon dia kalo ada acara mendadak di Bogor. Barusan nih gue baru balik dari sana." Jawab Rey berbohong.
Leo yang mendengar itu jadi memicingkan matanya, menatap Rey curiga.
Jelas - jelas ia mendengar bahwa seseorang disana mengatakan bahwa Fanni kecelakaan semalam.
"Tapi kak, Fanni mana? Kok gak ikut balik?" Tanya Priska.
"Fanni bawa mobilnya. Jadi dia balik sendiri nanti. Kalian gak perlu khawatir, Fanni baik - baik aja." Ucap Rey setenang mungkin agar tak menimbulkan kecurigaan mereka.
"Kak Rey bohong," Ucap Leo tiba - tiba.
Dan mata semua orang disitu langsung menatapnya. Terkecuali ketiga sobatnya yang sudah tau apa yang terjadi pada Fanni.
"Bohong? Maksud lo?" Cica tak mengerti mengapa Leo berbicara seperti itu.
Sedangkan wajah Rey kini berubah menjadi panik takut Leo mengetahui hal yang sebenarnya. Karena Fanni berpesan padanya bahwa jangan sampai teman - temannya tau soal kecelakaan itu.
"Sebelum gue kesini gue dapet kabar kalo Fanni kecelakaan semalam. Dan kak Rey nyembunyiin soal itu dari kita semua." Ucapan Leo sukses membuat mereka terkejut.
"Lo gak asal bicara kan Le?"
"Gak mungkin lah kalau gue asal ngomong. Jelas - jelas yang terima telfon gue tadi itu seorang mas mas yang gak gue tau siapa. Dan dia bilang dia nemuin handphone Fanni di bahu jalan."
Priska menatap tajam pada Rey
"Apa yang dikatakan Leo itu benar kak?"
Rey hanya mengangguk sebagai jawabannya.
Tak bisa ia sembunyikan lagi. Karena yang dikatakan Leo sudah jelas semuanya.
Yang membongkar tentang kecelakaan Fanni bukan dirinya, tapi Leo.
"Dirumah sakit mana Icy sekarang?" Tanya Nando. Diwajahnya terbesit rasa khawatir yang amat dalam pada sahabat yang di cintainya itu.
"Rumah sakit Graha Citra. Kalian gak perlu khawatir, Fanni baik - baik aja. Lebih baik kalian jenguk dia nanti sore. Karena sekarang waktunya Fanni untuk istirahat." Rey sengaja berbohong di akhir ucapaannya, karena ia harus kembali nanti dan memberitahu Fanni dulu apabila mereka telah tau kecelakaan yang dialaminya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ms. Jutek And Mr. Troublemaker
Ficção Adolescente"Gue ga akan jatuh kepesona nya,ga akan!!!" Daisy Liofannie "Gue akan buat lo jatuh cinta sama gue, apapun itu caranya" Leo Febrian
