"Kalian kenapa bisa tau gue disini?" Tanya gue pura - pura tidak tau. Sebenarnya sih kak Rey sudah ngasih tau gue tadi sebelum dia pergi kalo mereka semua tau gue dirawat disini.
"Icy .. Ya ampun kenapa lo bisa kayak gini sih? Lo itu udah susah di hubungi, eh ternyata pas kita nyari lo tau - tau dapet kabar lo kecelakaan." Ucap Mita dengan hebohnya.
"Lagian gue aja gatau hp gue dimana, gimana gue mau ngabarin kalian."
"Makanya lain kali lo lebih hati - hati kalo lagi bawa mobil." Ujar Leo dengan senyum lembutnya.
'Gue ngerti dia sayang gue, tapi gue masih butuh waktu tuk nenangin hati gue. Walau Leo udah berhasil ngisi hati gue, tapi kedatangan Novan bikin gue bimbang lagi.' Batin gue.
"Cy.. Lo kok melamun sih?"
"Eh, nggak. Yauda kita bicara nya di ruang inap gue aja.
Tapi, tanpa Leo." Gue melirik Leo dengan tatapan tajam gue.
Sebenernya gue gak tega juga sih sinis mulu ke dia. Tapi ya mau gimana gue masih butuh waktu.
"Loh Cy? Kenapa Leo gak boleh ikut?" Tanya Cica.
"Gue males."
Akhirnya gue menggerakkan sendiri kursi roda gue menjauh dari mereka.
Tapi samar - samar gue masih bisa dengar obrolan singkat mereka.
"Le, sebaiknya lo pulang aja deh, kayaknya Icy masih marah sama lo." Ucap Priska.
"Ok kalo gitu gue pulang dulu."
Gue menengok sebentar memastikan bahwa Leo benar - benar meninggalkan taman ini.
Di ruang inap gue ceritakan kejadian semalem sama 3 bestie gue dan 2 sobat Leo.
Sebenarnya gue sedikit kecewa gak ada Nando yang jengukin gue kesini dan katanya lagi ada urusan mendadak.
"Eh btw Nando ada urusan apa sih?" tanya gue.
"Kita gatau juga Fan, dia cuma bilang ada urusan mendadak yang harus dia kerjain." Jawab Miko.
Gue hanya menganggukkan kepala mengerti.
"Yauda kalo gitu, kita pamit pulang duluan ya. Lo baik - baik Fan cepet pulih ya." Ucap Miko.
"Ok thanks ya udah jengukin gue."
****
"Kamu sudah tiga kali ceroboh Nando, padahal kamu tau sendiri kan kalau penyakit kamu itu butuh penanganan serius." Ucap dokter Fairuz pada Nando.
"Iya dok, saya mengerti tapi memang akhir-akhir ini saya banyak urusan yang harus saya kerjakan."
"Sebaiknya, kamu tinggal kan dulu urusan kamu disini dan kamu pergi ke Singapura. Karena saya rasa alat kami disini sudah tidak dapat jauh lagi menangani kamu. Dan saya berharap kamu bisa sembuh dari penyakit kamu setelah pulang dari sana. Tapi kalau pada akhirnya takdir berkata lain mau tidak mau kamu harus siap." Dokter Fairuz terlihat sedih di akhir kalimatnya.
Bagaiman tidak, menurutnya Nando adalah pasien nya yang selalu semangat dalam menjalani pengobatan nya. Dan Nando adalah pasien nya yang paling sabar menjalani cobaan dalam hidupnya.
"Baik dok, saya akan pergi kesana. Dokter doakan saya ya." Ucap Nando dengan senyum di akhir kalimatnya.
"Pasti. Saya selalu mendoakan kamu." setelah itu Nando berjabat tangan dengan dokter nya itu lalu keluar dari ruangan yang biasa ia datangi untuk check up.
**
Nando PoV
Saat gue tiba di rumah, gue melihat ada mobil asing yang terparkir di halaman rumah.
'Mungkin tamu papa' Pikir gue.
Dan setelah gue menginjakkan kaki memasuki rumah ternyata ada Gerald yang sedang asik mengobrol dengan mama.
"Loh Gerald ? Jadi mobil di depan itu punya lo?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Ms. Jutek And Mr. Troublemaker
Teen Fiction"Gue ga akan jatuh kepesona nya,ga akan!!!" Daisy Liofannie "Gue akan buat lo jatuh cinta sama gue, apapun itu caranya" Leo Febrian
