Saat Fanni menginjakkan kakinya di ruang tamu, matanya langsung melotot menatap tamu itu tetapi dengan pandangan dingin.
"Lo!"
"Hay Fan." Sapa Leo ramah.
"Ngapain sih lo kesini malem - malem!" Sinis Fanni tanpa memandang wajah Leo.
Ia masih sebal dan kesal atas kejadian yang terjadi di Mall tadi. Entahlah apa yang membuatnya sekesal ini sekarang.
Ia hanya kecewa atas apa yg telah Leo lakukan dan katakan padanya.
"Fan gue mau ngomong berdua sama lo."
"Ngomong sih, ngomong aja." Ucap Fanni dengan juteknya.
"Tapi ga disini Fan." Mohon Leo.
Saat Fanni akan menjawab perkataan Leo, mamanya datang dari arah dapur dengan senyum mengembang karena kedatangan Leo.
"Eh, ada Leo ya. Udah lama?" Tanya Gradia ramah.
"Barusan kok tante." Jawab Leo seadanya dengan senyum tipis di wajahnya.
"Oh yauda, tante tinggal ke atas ya Leo."
Gradia pun melangkahkan kakinya menuju lantai atas setelah menerima jawaban anggukan dan senyum dari Leo.
"Jadi, lo mau kan Fan? Bentaran doang, serius." Kini Leo memandang Fanni dengan melasnya yang membuat hati kecil Fanni jadi tak tega.
"Oke." Ucap Fanni pada akhirnya.
Dan mereka pun pergi meninggalkan rumah Fanni.
Leo membawa Fanni ke taman dekat komplek rumah Fanni yang begitu indah karena lampu taman yang di fariasi dengan berbagai macam bentuk rasi bintang yang bersinar disana.
"Jadi lo mau ngomong apaan sih?" Tanya Fanni tanpa basa basi.
"Lo tau kan gue sama Tari balikan?"
Bahas beginian lagi elah, munafik mah munafik aja sih! Batin Fanni.
"Ya terus?" Fanni menatap Leo datar dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Hal ini yang mau gue jelasin ke lo.
Jadi, alasan gue balikan sama Tari karena lo."
Pandangan Fanni yang awalnya tertuju lurus ke depan kini beralih menatap Leo dengan mengerutkan keningnya.
Tercetak jelas kebingungan di wajah Fanni saat Leo mulai menjelaskan hal itu.
Wajar bila Fanni bingung. Mengapa jadi dia yang jadi alasan terjalinnya kembali hubungan Leo dan Tari.
Fanni semakin tak mengerti apa sebenarnya yang di inginkan oleh laki - laki di hadapannya saat ini.
"Maksud lo apaan sih?"
"Gue cuma gak mau lo ngerasain hal itu lagi dan buat trauma lo balik lagi. Cara satu - satunya adalah gue balikan sama Tari, tapi lo harus tetep percaya sama perasaan gue ke lo Fan. Gue cuma sayang sama lo bukan Tari."
"Terus?" Fanni menaikkan sebelah alisnya menatap laki - laki yang sudah sering mengungkapkan perasaannya pada dirinya.
"Ya gue bakal ikutin permainan dia, kalo setelah dia balikan sama gue dia masih ganggu lo, gue gak akan diem lagi." Jelas Leo mantap.
"Udah kan ngomongnya? Gue mau pulang."
Ucapan Fanni yang terkesan dingin dan jutek membuat Leo menghembuskan nafasnya pasrah lalu bangkit dari bangku taman dan mengantarkan Fanni pulang.
Memang, memanglah tak mudah menghancurkan tembok hati Fanni yang begitu kokoh. Terlalu kokoh hingga tak bisa dimasuki Leo. Leo harus meruntuhkan tembok hatinya dengan terus berjuang hingga ia bisa mendapatkan hati Fanni.
Membuat wanita itu jatuh cinta terhadapnya sangat sulit baginya. Tapi mengapa cewek - cewek yang mengejarnya begitu mudah untuk langsung jatuh cinta padanya?
KAMU SEDANG MEMBACA
Ms. Jutek And Mr. Troublemaker
Fiksi Remaja"Gue ga akan jatuh kepesona nya,ga akan!!!" Daisy Liofannie "Gue akan buat lo jatuh cinta sama gue, apapun itu caranya" Leo Febrian
