Akhirnya setelah 3 hari Fanni harus terkurung di rumah sakit kini ia sangat senang setelah pulang ke rumah nya.
"Kak, besok gue boleh langsung sekolah kan?" Sebentar lagi ia akan menghadapi ujian akhir semester, ia takut akan ketinggalan pelajaran nantinya.
"Nggak. Lo itu masih harus istirahat Cy." Jawab Reyhan yang tak mengijinkan Fanni untuk bersekolah dulu besok. Karena ia masih khawatir pada adeknya itu. Walau ia telah keluar rumah sakit tapi bukan berarti ia bisa seenaknya keluar rumah dengan keadaan yang bisa di bilang belum sepenuhnya pulih.
Begitulah yang Reyhan pikirkan.
"Tapi kak, bentar lagi gue ujian akhir. Ntar kalo gue ketinggalan pelajaran gimana ?"
Reyhan menghembuskan nafas pelan dan akhirnya menganggukan kepalanya.
"Ok. Tapi lo harus tetep jaga kondisi lo."
"Siap my prince." Ujar Fanni sembari memeluk kakaknya itu.
Reyhan tersenyum dan membalas pelukan adeknya. Ia sangat menyayangi Fanni dan tak ingin melihat adeknya itu sedih atau sakit.
Setelah nya, Fanni pergi ke kamar dan menghempaskan tubuhnya ke kasur yang cukup lama ia tinggalkan.
Matanya terpejam dan terlintas bayangan Leo di pikirannya.
Ia sudah tak bisa membohongi perasaan nya lagi. Ia telah membuka hatinya untuk laki - laki yang ia juluki Mr. Troublemaker itu.
Tiba - tiba handphone nya berdering dan tertera nama orang yang baru saja terlintas di pikirannya.
Kemarin Reyhan yang memberikan handphone nya. Walau sebenarnya Leo yang mendapatkan benda itu, tapi ia menitipkan nya pada Reyhan karena takut Fanni akan semakin marah bila melihat wajah nya.
Leo TM is calling
Fanni menggeser layar hijau di hp nya dan meletakkan hp nya di telinga kirinya.
'Halo Fan,'
'Ada apa?'
'Lo masih marah sama gue?'
Fanni diam. Dia tidak marah hanya saja Fanni masih enggan berbicara dengan lelaki itu.
'Fan, ok mungkin lo masih marah. Tapi bisa kita ketemu?'
'Gabisa. Gue gabisa keluar.'
'Em.. it's ok. Gue ke rumah lo. Boleh kan?'
'Terserah.'
'10 menit lagi gue sampe. Bye Fan.'
'Hm.'
Panggilan suara itu berakhir.
Fanni tersenyum tipis mengingat Leo yang akan datang sebentar lagi. Sebenarnya ia sangat merindukan lelaki itu. Tapi hatinya terlalu gengsi untuk menujukkannya. Lihat saja saat berbicara di telfon tadi. Fanni cuek menjawabnya padahal sebenarnya hatinya senang Leo menelfonnya.
10 menit kemudian..
Reyhan mengetuk pintu kamar Fanni dan Fanni pun langsung beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan ke arah pintu.
"Ada Leo di bawah." Ucap Reyhan saat Fanni membuka pintu kamarnya.
Fanni hanya mengangguk dan turun ke bawah untuk menemui Leo.
"Hai Fan" Sapanya saat gadis itu menemuinya di ruang tamu.
"Ada apa?" Fanni mencoba bersikap biasa aja. Walau sebenarnya dirinya sangat merindukan Leo tapi tak mungkin kan bila ia langsung memeluk lelaki itu. Fanni punya harga diri.
"Sebenernya ada yang mau gue omongin."
Fanni mengangkat sebelah alisnya seolah bertanya 'apa?'
Leo mengenggam tangan Fanni dan menatap mata gadis di hadapannya itu dengan tatapan begitu dalam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ms. Jutek And Mr. Troublemaker
Teen Fiction"Gue ga akan jatuh kepesona nya,ga akan!!!" Daisy Liofannie "Gue akan buat lo jatuh cinta sama gue, apapun itu caranya" Leo Febrian
