My Lovely is Agent

198 17 2
                                    

Chapter 20

Lilly masih mematung diambang pintu, dia mencerna semua nya. Berusaha mengingat kembali kapan dia dan Jamie bertemu dan serangkaian kejadian terpatri rapi dalam ingatan nya. Meski ia tak yakin tapi semua nya nyambung. Kenyataan menyakitkan yang tak ingin dia alami saat ini. Dia telah ditipu, dia masuk dalam perangkap . Dan kini hatinya terluka karena kebodohan nya.

"Lilly sedang apa berdiri disitu? Ayo pergi kemungkinan mereka belum jauh kita harus segera menyusul nya! "
"Taylor tunggu... "
"Apa? "
"Bagaimana kalau aku mengenal mereka, tidak semuanya tapi salah satunya "
"Kau yakin ? Itu bagus ayo lekas cari mereka "
"Baik akan kutunjukkan jalan nya "

Dengan mantap Lilly masuk ke mobil nya diikuti Taylor. Meski hatinya meradang tapi ini adalah tugas negara bukan? Lilly memupuk kembali rasa patriotisme yang awalnya menjadi kan dia menjadi agent.

Dengan kecepatan tingga ia sampai didepan rumah Jamie. Ia keluar dari mobil dan menekan bell berkali kali.

Pintu pun terbuka tapi Jakson yang membuka pintu.

"Hay Lilly apa kabar? Oh ya by the way aku lupa memberi tahu bahwa Jamie sudah pulih dan keluar dari rumah sakit "

"Dimana dia sekarang? "
"Tentu saja di dalam "

Lilly masuk kedalam, sementara Jakson menyapa Taylor dengan ramah
Tapi Taylor justru mengamati wajah Jackson dengan teliti, dia yakin pernah melihat Jackson.

Lilly meraba pistol di sekitar celananya dan bersiaga. Ia terus berjalan mencari Jamie .

Di lihat nya Jamie sedang membalut luka nya sendirian.

"Angkat tangan mu Jamie "*dengan wajah garang Lilly menodongkan pistol

Jamie beridiri dengan santai mengikuti instruksi Lilly dia juga mengangkat tangannya.

"Kau ditahan, atas tuduhan pembebasan napi kami! "

"Apa yang kau bicarakan sayang? "
"Jangan berlagak pilon! Aku sudah tahu semua nya, diam di tempat atau aku tarik pelatuk pistol ini! "

"Coba saja jika kau bisa "*Jamie menyungngingkan senyumnya lalu dengan sigap merebut pistol Lilly dan Kini ia todongkan kekepala Lilly.

Taylor masuk karena merasa ada yang tidak beres. Ia langsung menodong kan pistol nya melihat Lilly sedang ditodong. Tapi Jackson juga melakukan hal yang sama ia menodong kan pistol pada Taylor .

"Lepaskan Lilly atau ku tembak kau! "
"Kau berisik tikus CIA! '*ejek. Jackson

Taylor kesal dan menendang pistol yang digenggam Jackson lalu menghajar Jackson.

"Hentikan atau nyawa Lilly akan hilang! "*ancam. JAMIE

Taylor mengehentikan aksinya, Jamie menarik Lily terus dengan menodongkan pistol dan bersama Jackson mereka keluar rumah usai berhasil naik mobil mereka melepaskan Lilly. Mobil mereka seraya berhamburan melarikan diri .

****

Pattinson terserang demam dan terus meringkuk di ranjang, tubuhnya tergulung selimut. Dia bahkan tak sanggup untuk berdiri dia meraskan lemas yang luar biasa.

Bell apartemen nya berbunyi berkali kali, meski enggan beranjak dari ranjang tapi Pattinson merangkak menuju pintu.

Pattinson lantas membuka pintu dan dilihat nya Kristen sedang berdiri dengan hotdog di sebuah box bening.

Kristen menatap wajah pucat Pattinson, dia mengernyitkan dahinya. Pattinson tak menyapa Kristen tapi malah Pattinson ambruk kepelukan Kristen. Suhu badannya begitu panas, Kristen bisa merasakan nya. Dengan susah payah ia berjalan menuju ranjang supaya Pattinson bisa beristirahat kembali.

Kristen dilanda kepanikan apa yang harus ia lakukan untuk mengobati orang demam. Ia teringat masa kecilnya saat demam ia biasa dikompres menggunakan air es oleh ibunya. Kristen langsung kedapur ia membuka kulkas bagian atas dan mengambil beberap es lalu di masukan kedalam wadah berisi air. Ia kemudian mencari kain untuk alat kompresnya.

Usai semua lengkap Kristen mulai mengompres dahi Pattinson. Kristen menatap wajah pucat Pattinson dan ia nyengir .
"Aku tidak percya orang seperti mu bisa sakit juga ... "

Ponsel Kristen berdering segera Kristen merogoh kantong celana nya. Itu telfon dari Dakota. Kristen langsung menerima telfon nya.

"Krissy... kau sampe mana sekarang? "*teriak Dakota diujung sana
"Dakota aku minta maaf, Aku tak bisa datang untuk syuting hari ini "
"Kenapa? Ada apa? Apa sesuatu terjadi padamu? "*suara Dakota terdengar begitu khawatir.
"Pattinson sakit... dia tak punya siapa siapa jadi aku harus merawatnya
..."
"Oh seperti itu? Okay soal ketidak hadiran mu akan ku coba cari alasan. Urus dia dengan baik and periksakan dia kedokter Krsissy! "

"Yah, thanks saranya bye.... "*Kristen menutup telfon nya.

Dia benar-benar beruntung punya sahabat seperti Dakota yang begitu pengertian. Sebelum demam Pattinson tambah parah maka ia menelfon dokter pribadinya agar datang keaprtemen untuk mengobati Pattinson.

****

Mobil Lilly berusaha menyusul mobil Jamie, sementara itu Taylor berusaha melancarkan tembakan kearaah mobil Jamie, ia berusaha mengincar ban mobil mereka tapi Jackson tak tinggal diam ia menembak balik kearah Taylor.

Dan terjadilah baku tembak di antara mereka, penghuni jalanan yang lain memilih menyingkir karena takut nyawa mereka terancam. Para wanita berteriak histeris karena ketakutan.

Taylor berhasil menembak satu ban belakang mobil Jamie. Sesaat mobil Jamie tak tentu arah tapi hal itu tak membuat mobil Jamie berhenti. Jackson justru terus menembak ke arah Taylor dan akhirnya lengan kanan Taylor tertembak. Hal itu membuat Taylor kehilangan pistol nya dan terpaksa masuk kedalam mobil.
Melihat kondisi Taylor, Lilly langsung mengentikan mobilnya.

"Taylor kau baik baik saja? "
"Tak apa ini hanya luka kecil "*sahut Taylor
Tapi raut kesakitan tak luput dari wajah Taylor.
Lilly akhirnya menelfon tim medis di CIA agar mengirim ambulan untuk mengangkut Taylor karena dia takut luka Taylor tambah parah.

45 menit kemudian.....

Dan akhirnya ambulan datang dan mengankut Taylor ke dalam, mobil Lilly mengikuti dari belakang.

Rasa sakit yang mendalam menyelimuti hatinya. Air mata mulai mengalir di pipi Lilly. Dalam keadaan menyetir ia terus terbayang bayang wajah Jamie. Bagaimana mereka pertama kali bertemu. Tapi semua kenangan indah itu hanya sebuah jebakan yang dibuat apik oleh Jamie.
Lilly bahkan sudah menyerahkan segalanya untuk Jamie tapi kini tinggal penyesalan. Penyesalan yang takan berakhir, Lilly sangat ingin berbicara pada Jamie empat mata. Karena dia butuh penjelasan atas semuanya, tidak mungkin Jamie tak memiliki perasaan apa apa padanya.

****

Disebuah markas terbaru,mobil Jamie berhenti, ia keluar bersama Jackson yang kini memaki maki Taylor yang berhasil menembak ban mobil belakang mereka.

Jamie tak memperdulikan hal itu ia masuk kedalam menemui ayahnya dan Katia didalam. Ia memceritakan bahwa kedok Jamie sudah diketahui oleh Lilly.

"Kau payah sekali?! Jangan jangan kau sendiri yang memberi tahu nya ?"*ejek Kata yang bergelayutan di di dekat Vodka

"Tutup mulutmu bitch! Aku tak sebodoh itu !"

"Jamie....Katia ! Diamlah! Lebih baik kita siap kan pasukan untuk bertempur! "* Vodka menyulut api cerutu nya dan tersenyum dibalik asap yang menyebul keluar.

Tapi Jamie bergelut dengan hatinya, dia tak bisa membohongi dirinya sendiri bahwa dia mencintai Lilly dan dia menyesal telah mempermainkan Lilly.

Tbc

Please keep vote and comment....

My Lovely Is AgentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang