Chapter 2
Kristen baru terbangun dari tidur nya ketika Billy asistenya datang. Dia datang membawakan sarapan untuk Kristen. Kristen lalu membasuh wajahnya di wastafel lalu mulai sarapanya.
"Billy siapa sih nama penghuni aprtemen sebelah? "
"Dia Mr. Pattinson dua sudah tinggal lama diapartemen ini, kenapa? "
"Semalam dia membuatku jengkel, kukira dia penguntit ternyata bukan tapi sikapnya itu huh so sekali! Bikin aku jengkel "Kristen puas setelah memaki Pattinson, sebenarnya kalo ada kesempatan dia ingin memaki secara langsung . Memangnya dia pikir dia itu siapa? Dia itu beruntung punya tetangga seorang model terkenal seperti dirinya. Kristen tak percaya jika si Pattinson itu tak tahu dirinya.
•°°°•°°°•°°°•
Kali ini Lilly datang tepat waktu, dia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan seniornya. Dia mengganti pakaiannya kali ini dia bersama yang lain akan dilatih bela diri. Bagi seorang agent sudah pasti harus bisa melindungi dirinya sendiri, baru dia bisa melindungi negara. Lilly bersama yang lain melakukan pemanasan sembari menunggu kedatangan Mr.Pattinson.Beberapa menit kemudian yang ditunggu datang. Pattinson menyapa para junior nya lalu segera melakukan langkah awal untuk berlatih bela diri. Dia meminta para junior nya berlatih berpasang-pasangan. Mereka melawan satu sama lain anggaplah mereka sedang menghadapi musuh. Lilly sangat serius, dia selalu menghindari pukulan dan menunggu saat yang tepat untuk membalas lawan dan disaat lawan hampir kehabisan tenaga karna terlalu sering menyerang ia langsung menyerang balik. Tubuh temannya ambruk kelantai pertanda ia berhasil mengalahkan musuhnya. Lilly sudah merasa senang. Pattinson menghampiri Lilly.
"Lawan aku "
"Apa? "
'Kenapa? Anggap saja aku lawanmu musuh yang paling kau benci bayangkan itu! "
Lilly memejamkan matanya dia membayangkan orang yang paling dia benci. Kemudian matanya terbuka, Pattinson langsung melancarakn pukulan nya kewajah Lilly. Lilly terlalu lamban hingga wajahnya terkena pukulan, di hampir saja menangis karna menahan sakit, tapi toh hal itu tak membuat Pattinson simpati tak ada kata kasian dalam latihan apalagi kalo berhadapan dengan musuh yang sebenarnya. Pattinson terus melakukan penyerangan, meninju, menendang dia bahkan tak memberikan ruang untuk Lilly agar bisa bernafas dan menyerang balik. Kalo begini terus, tubunya bisa ambruk seperti temanya. Lilly mencoba melayangakn tinju pada Pattinson tapi dengan sigap dia meraih tangan Lilly dan memutarnya kebelakang tubuh Lilly. Lilly mengerang kesakitan, mungkin tangan ya bisa saja patah.
"Kau terlalu lamban, kau menanti kesempatan untuk menyerang apa kau pikir musuh akan memberikan kita kesempatan? Tidak akan Lilly! "
Lilly mencoba melepaskan diri dengan menedang kaki Pattinson tapi Pattinson sudah mengantisipasi hal itu, dia memutar tubuh Lilly mengakatnya ke udara dan langsung membantingakn tubuhnya kelantai. Lilly mengerang keras, ini sangat sakit !
"Oke para junior pelatihan untuk hari ini cukup "
Pattinson mengulurkan tanganya kepada Lilly yang masih terkulai lemah dilantai. Lilly meraih tangannya Pattinson dan berdiri dengan menahan rasa sakit diseluruh tubuhnya.
"Sebaiknya kau menyerah saja jika tak ingin tubuhmu merasakan sakit lebih dari ini "Pattinson meninggalkan ruangan.
"Menyerah? Takan pernah! Lihat saja aku akan terus berjuang untuk membuktikan padamu bahwa kau layak menjadi agnet C.I.A! "•°°°•°°°•°°°•
Taylor duduk di sebuah bangku dikantin. Dia selalu sendirian tanpa ada yang menemani nya, semua mahasiswa takut padanya. Di kampus Taylor adalah biang onar setiap hari ada saja kelakuannya yang meresahakn para mahasiswa.
Tapi tiba-tiba ada yang menghampiri nya dan berlagak so akrab padanya. Kulit nya yg hitam dan rambut nya gimbal, namanya Laurent.
"Hey Taylor apa kau pernah coba heroin? "*bisiknya pelan tak ingin mengundang perhatian yang lain
"Heroin? Apa itu? "
"Kalo kau menikmati heroin kau akan terbebas dari masalah yang sedang kau hadapi, kau akan akan melupakan masalahmu. Kau akan happy tanpa beban "*rayunyaTaylor masih terdiam, dia masih menebak-nebak apa sih heroin itu.
"Ini aku berikan gratis untuk mu... jika kau berminat kau cari aku yah "
Laurent menyelipkan bubuk putih dalam kantong plastik kecil pada Taylor, lalu dia pergi meninggalkan Taylor.Seusai mata kuliahnya selesai, Taylor pergi ke Bar. Dia tak ingin pulang kerumah, buat apa toh orang tuanya juga tak ada di rumah lebih baik bersenang senang disini. Taylor mulai memesan Wine, dia meminumnya dan merasa lebih relax.
Seorang teman ya di bar itu menawarkan Taylor untuk balapan motor di jalanan ,hadiah uangnya cukup lumayan untuk tamabahan uang jajan nya. Taylor pun menerima tawaran itu.•°°°•°°°•°°°•
Sebuah majalah memuat berita tentang Kristen dan Dakota, disana disebutkan mereka berdua seperti ada hubungan khusus. Jelas hal itu membuat Kristen geram ,bisa-bisa nya orang yang membuat berita murahan seperti ini. Dia pun langsung pergi keapartemenya padahal pemotretan belum selesai.Bahkan dilift pun dia bersumpah serapah tidak jelas. Sampai di apartemen dia membanting tas dan highheelnya ke sembarang tempat .
Dia menuju balkon dan disana dia meluapkan emosinya, berkali-kali ia berteriak keras. Seolah tak ada yang terganggu dengan tingkah konyol nya. Tetangga apartemen nya, Pattinson sangat terganggu dengan suara itu dia pun mencoba mencari asal suara itu dia menuju balkon tapi tak ada siapa-siapa. Pattinson menghirup nafas lega, dia pikir ini sudah berakhir dia pun masuk lagi ke dalam dan duduk disofa. Lalu tak berapa lama ia mendengar suara musik yang berdentum keras, apalagi ini? Pattinson kembali ke balkon, suara yang sangat bising itu dari apartemen sebelanhya. Dasar gadis gila umpat Pattinson sembari ke luar dari apartemen nya.Dia memencet tombol pintu apartemen tetangga nya, tak langsung dibuka butuh beberapa saat.
Kristen menghentikan aktivitas nya yang sedang berkaroke ria. Dia menatap layar datar cctv dismamping pintu ternyata si Mr Pattinson yang so itu. Kristen lalu membuka pintu nya.
"Ada perlu apa hah? "
"Hey nona apa kau tak bisa berhenti mengagangu ketenangan orang? Kau berisik dari tadi, kau sangat menganggu "
"Kalo ingin tempat yang sepi pergi saja kekuburan! Jangan tinggal disini! Aku takan menghtikan kesenganku jadi sumpal saja telingamu itu !"
"Kau...! "
Pattinson belum melanjutkan kata-kata nya ketika Kristen menutup pintu apartememnya. Gadis keras kepala ini benar-benar menjengkelkan, ucap Pattinson ia pun kembali ke apartemnya lalu mengambil tisue dan membentuknya bulat dan ia sumpalkan ketelinganya, dia terpaksa tak ada pilihan lain.Tbc

KAMU SEDANG MEMBACA
My Lovely Is Agent
FanfictionCinta? Apa mungkin aku punya perasaan seperti itu pada gadis keras kepala ini? -Robert Pattinson Aku tidak tahu sejak kapan perasaan ini ada, tapi aku merasakan cemburu saat melihat dia bersama yang lain.-Kristen Stewart Aku menyukai gadis itu se...